HOME POLITIK KOTA SAWAHLUNTO

  • Sabtu, 14 Maret 2026

Susi Haryati Tolak Jadi Wakil Ketua, Perebutan Kursi Ketua PAN Sawahlunto Berlanjut Ke DPP

Rapat 7 Anggota Tim Formatur Berlangsung Tertutup di DPD PAN Kota Sawahlunto
Rapat 7 Anggota Tim Formatur Berlangsung Tertutup di DPD PAN Kota Sawahlunto

Sawahlunto (Minangsatu) Rapat tujuh anggota tim formatur Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Sawahlunto berlangsung di Kantor DPD PAN Sawahlunto, Jumat (13/3/2026). Rapat tersebut digelar secara tertutup dan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Pantauan wartawan di lokasi, seluruh anggota tim formatur hadir lengkap dalam rapat tersebut. Mereka terdiri dari Masrisal dan Daswanto yang merupakan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PAN, kemudian Ayu Perdana Devi Putri dan Epi Kusnadi dari unsur DPD PAN Sawahlunto, serta Doni Asta dan Susi Haryati dari Fraksi PAN DPRD Sawahlunto.

Salah seorang anggota tim formatur, Masrisal, mengatakan pembahasan dalam rapat berlangsung cukup alot. Tim formatur berupaya mencari kesepakatan melalui musyawarah mufakat tanpa harus menempuh mekanisme voting.

“Rapat masih sengit. Kita usahakan tidak voting,” ujar Masrisal singkat kepada wartawan.

Rapat tim formatur ini merupakan tahapan krusial dalam mekanisme pemilihan Ketua DPD PAN Kota Sawahlunto. Tim formatur diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan berdasarkan hasil musyawarah mufakat.

Namun hingga rapat berakhir, tim formatur belum mencapai kesepakatan bersama. Dua nama masih mengemuka sebagai calon kuat Ketua DPD PAN Sawahlunto, yakni Ketua DPD PAN petahana Deri Asta dan Ketua DPRD Sawahlunto Susi Haryati.
Menurut Susi Haryati, DPW PAN Sumatera Barat memberikan tenggat waktu selama tiga hari kepada tim formatur untuk mengambil keputusan. 

Hal itu dilakukan agar hasil Musda segera dilaporkan ke DPP Partai Amanat Nasional.
Susi juga menyebutkan bahwa saat ini hanya dua daerah yang belum merampungkan pelaksanaan Musda, yakni Sumatera Barat dan Papua.

Dalam dinamika rapat, sempat muncul usulan agar Fatrionaldi dari Fraksi PAN DPRD Sawahlunto diusulkan menjadi sekretaris mendampingi Deri Asta sebagai ketua, sementara Susi Haryati ditempatkan sebagai wakil ketua.

Namun Susi menolak tawaran tersebut dan tetap bersikukuh maju sebagai calon ketua.
“Saya menolak tawaran posisi tersebut dan tetap mengajukan diri sebagai calon ketua. Pak Deri sudah tiga periode memimpin PAN Sawahlunto. Saya tetap mendorong adanya regenerasi struktur kepemimpinan PAN Sawahlunto ke depan,” ungkap Susi.

Ia menambahkan, karena tidak tercapai kesepakatan dalam rapat formatur, maka kedua nama tersebut akhirnya sama-sama diusulkan ke DPW dan DPP PAN untuk diputuskan.

“Musyawarah tim formatur sudah selesai hari ini. Karena tidak ada kesepakatan bersama, maka dua nama, yakni Deri Asta dan saya, diusulkan ke DPW dan DPP untuk diputuskan. Keputusan terakhir tetap berada di DPP,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sawahlunto, Hasjhoni, menilai setiap partai politik memiliki mekanisme yang berbeda dalam pelaksanaan Musda.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detail mekanisme pemilihan Ketua DPD PAN. Namun dari informasi yang berkembang di media massa, terdapat dua kandidat yang akan bersaing memimpin PAN Sawahlunto.

Menurut Hasjhoni, baik Deri Asta maupun Susi Haryati sama-sama memiliki peluang untuk terpilih. Deri Asta dinilai berhasil membawa PAN menjadi partai pemenang pada Pemilu 2024 di Sawahlunto dan memiliki pengalaman sebagai mantan Wali Kota.

Dinamika seperti ini hal yang biasa dalam proses demokrasi di partai politik. Yang terpenting setelah keputusan keluar, seluruh kader bisa kembali bersatu untuk memperkuat partai.”

Hasjhoni menilai PAN Sawahlunto memiliki kader-kader yang potensial. Siapa pun yang nanti dipercaya memimpin tentu memiliki tantangan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan suara partai. 

“Kalau melihat dinamika politik yang ada saat ini, saya pribadi menilai peluang Ibu Susi Haryati cukup besar untuk memimpin PAN Sawahlunto. Selain memiliki pengalaman politik, beliau juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Sawahlunto sehingga tentu memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi politik ke depan,” ujar Hasjhoni.

Dalam pengalaman saya di partai politik, biasanya figur yang memiliki jabatan publik juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kepemimpinan partai. Karena itu saya melihat peluang Ibu Susi Haryati cukup terbuka untuk memimpin PAN Sawahlunto,” katanya.


Wartawan : Hendra Idris
Editor : melatisan

Tag :Susi Haryati, Tolak, Jadi Wakil Ketua, Perebutan, Kursi Ketua, PAN Sawahlunto, DPP

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com