HOME PEMBANGUNAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 27 Oktober 2021
Sumbar Jajaki Buat Lembaga Khusus Kelola Wakaf Dan Industri Halal
Padang (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta jajarannya untuk mengkaji dan menyiapkan kemungkinan untuk membentuk lembaga khusus dalam pengelolaan wakaf dan industri halal di daerah itu agar pengembangannya bisa di dorong secara signifikan.
"Selama ini untuk wakaf dan industri halal ini sudah ada juga yang melaksanakan di Sumbar tetapi belum ada yang mengkoordinasikan di pemprov Sumbar. Ke depan, saya sudah minta Asisten II untuk menjajaki pembentukan lembaga khusus untuk ini," katanya di Padang, Rabu (26/10/2021).
Ia mengatakan itu usai rapat Perkembangan Gerakan Minangkabau Berwakaf dengan sejumlah pihak terkait wakaf dan industri halal di Padang, Selasa malam.
Menurut Gubernur, potensi wakaf di Sumbar sangat besar yang bisa dikapitalisasi guna membantu pembangunan terutama di tingkat nagari. Ia menilai jika pembangunan di tingkat nagari atau desa berjalan baik, maka secara otomatis Sumbar akan maju.
Terkait industri halal, ada beberapa OPD yang selama ini memiliki kaitan erat seperti wisata halal di Dinas Pariwisata, industri halal di Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta industri kuliner UMKM di Dinas Koperasi dan UKM.
Gubernur juga minta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar untuk menyiapkan roadmap (pemetaan) pengembangan industri halal di Sumbar sehingga tahapan demi tahapan bisa terpantau.
Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda, mengatakan persoalan industri halal sudah beberapa kali didiskusikan dalam Majelis Pertimbangan Kelitbangan (MPK) dan telah ada beberapa rekomendasi yang sesuai dengan arahan gubernur. "Salah satu rekomendasi adalah diperlukan tim atau lembaga khusus untuk percepatan pengembangan industri halal di Sumbar. Ini sesuai dengan arahan gubernur dan tentu bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Sebagai gambaran, katanya, jumlah industri kecil menengah di Sumbar saat ini sekitar 100.712 unit sementara usaha menengah besar sebanyak 170 unit.
Dari jumlah itu usaha menengah kecil (UMK) yang bergerak di sektor makanan mencapai 44,9 persen, sedangkan usaha menengah besar yang bergerak di sektor makanan mencapai 60 persen. Artinya potensi untuk dikembangkannya industri makanan halal di Sumbar sangat besar.
Asisten II Setdaprov Sumbar, Benny Warlis, menyebut pihaknya segera bergerak cepat untuk menjalankan instruksi gubernur tersebut berdasarkan kajian dan pertimbangan dari Balitbang.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi pada Selasa (26/10) malam memimpin rapat Perkembangan Gerakan Minangkabau Berwakaf di ruang Rapat Istana Gubernur. Ikut hadir dalam rapat itu Asisten II Benny Warlis, Kepala Balitbang Reti Wafda, perwakilan Bank Nagari Edrizanof, perwakilan TPSM Sudarman, Satgas Amal Sumbar Ikrar Abd, Kepala Bappeda Medi Iswandi, Layanan Syariah Link Aja M. Faris Afif dan perwakilan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Sobri.
Editor : ranof
Tag :#Potensi wakaf#Pengelola#Pembangunan#Sumbar#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KEMENDAGRI APRESIASI PROGRES REHABILITASI LAHAN TERDAMPAK BENCANA DI SUMBAR
-
SEKDAPROV SUMBAR ARRY YUSWANDI ; KEBERADAAN SATPOL PP DAN DAMKAR MEMILIKI PERAN STRATEGIS
-
GUBERNUR MAHYELDI HADIRI HALALBIHALAL, UNAND SIAP KOLABORASI DENGAN SUMBAR
-
GUBERNUR MAHYELDI : PERCEPATAN PEMBANGUNAN RUAS TOL SICINCIN - BUKITTINGGI BUTUH DUKUNGAN SEMUA PIHAK
-
GUBERNUR MAHYELDI TERIMA SECARA SIMBOLIS BANTUAN RP1,6 MILIAR DARI PERADI UNTUK PEMULIHAN SUMBAR
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG
-
MEMPERCEPAT PEMULIAAN UNTUK MASA DEPAN KOPI SUMATERA BARAT YANG BERKELANJUTAN
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN