HOME PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 30 September 2021
Sumbar Butuh SDM Jitu Pasna Untuk Percepatan Rekonstruksi
Padang (Minangsatu) - Sumatera Barat memiliki potensi bencana yang tinggi sehingga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana guna percepatanan proses rekonstruksi dan rehabilitasi.
"SDM Jitu Pasna yang terampil akan mampu mengkaji dan menghitung secara cepat dalam mengumpulkan data primer data basah kerusakan dan kerugian pada daerah khususnya dalam pengkajian kebutuhan pasca bencana (JITU PASNA) sehingga proses rekonstruksi dan rehabilitasi bisa cepat dilakukan," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat membuka Bimbingan Teknis Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pascabencana Angkatan VIII bagi aparatur Kabupaten/Kota, Perangkat Desa/Nagari/ Kelurahan, Relawan PB dan Jurnalis di Padang, Rabu (29/9/2021) malam.
Kegiatan yang dibidani Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar itu memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat Info Grafis Bencana sehingga data yang didapat valid sesuai kondisi ril dampak bencana tersebut.
Gubernur berharap semua peserta bisa mengikuti kegiatan tersebut sehingga nantinya tercipta SDM yang memiliki kemampuan dalam pengkajian kebutuhan pascabencana. "Dengan demikian, pemerintah juga bisa memberikan respon cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman, menyebutkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana bahwa BPBD harus bentindak cepat
dan tepat serta efektif dan efisien, bukan hanya pada saat terjadi bencana (penanganan
darurat) akan tetapi juga pada saat pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dengan prinsip dasar membangun menjadi lebih baik dan aman (build back better and safer) yang berbasis konsep pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara sistematis, komprehensif dan menyeluruh serta terkoordinasi sejak awal sampai akhir.
"Dalam hal inilah peran Jitu Pasna dibutuhkan untuk mendukung kerja pemerintah," katanya. Ia menyebut JITU PASNA Angkatan VIII dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 29 September s/d 2 Oktober 2021 bertempat di Hotel Kyriat Bumiminang Padang.
"Ini bisa memperkuat SDM yang ada di BPBD, Nagari/ Desa/ Kelurahan di Kabupaten/ kota serta Relawan dan Jurnalis Penanggulangan Bencana dalam menghitung kerusakan dan kerugian akibat bencana," katanya.
Editor : ranof
Tag :#Bencana#Penanggulangan#BPBD#Gubernur#Sumbar#Mahyeldi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMPROV RENCANAKAN PENYIAPAN ASRAMA SLTA GUNA PENINGKATAN KUALITAS SDM SUMBAR
-
HARDIKNAS 2026, GUBERNUR MAHYELDI TEGASKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN HARUS MEMULIAKAN DAN BEBAS DARI KEKERASAN
-
GUBERNUR MAHYELDI BUKA PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA KONTINGENSI BENCANA DI SUMBAR
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT IMPLEMENTASI PROGRAM STRATEGIS DAERAH LEWAT KERJA SAMA DENGAN TMII DAN PERGURUAN TINGGI
-
PEMPROV SUMBAR PERKUAT IMPLEMENTASI PROGRAM STRATEGIS DAERAH LEWAT KERJA SAMA DENGAN TMII DAN PERGURUAN TINGGI
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG