HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Senin, 4 Mei 2026
Sepablock Kian Meluas, BNPB Juga Gunakan Untuk Pembangunan Huntap Mandiri Di Padang Panjang
Sepablock Kian Meluas, BNPB juga Gunakan untuk Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Panjang
Padang Panjang (Minangsatu) - Pemanfaatan produk inovasi PT Semen Padang, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), terus menunjukkan tren positif dalam pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi masyarakat terdampak bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat. Setelah diterapkan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Agam, kini teknologi konstruksi tersebut, juga digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Kota Padang Panjang.
Pembangunan huntap mandiri di kota berjuluk Serambi Mekkah berlangsung di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, dan secara resmi dimulai pada Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, serta Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham dan unsur Forkompinda Kota Padang Pariaman.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan meluasnya penggunaan Sepablock dalam pembangunan huntap mandiri menjadi bukti bahwa inovasi perusahaan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan bisnis, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat, khususnya dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Sepablock merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Semen Padang dalam menghadirkan solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tangguh bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap inovasi ini dapat terus mendukung pemulihan daerah serta menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman,” ujar Win.
Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham menambahkan keunggulan Sepablock sebagai material konstruksi yang dirancang khusus untuk efisiensi dan ketahanan bangunan, terutama dalam konteks hunian pascabencana.
Ia menjelaskan, penggunaan Sepablock memungkinkan proses pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30 hari, tanpa mengorbankan kualitas.
“Untuk pembangunan huntap, Sepablock telah memenuhi banyak poin penting. Selain waktu pembangunan yang relatif singkat, serta ramah gempa,” ujar Donny.
Ia menambahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan hunian yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga layak dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana.
“Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan huntap yang tidak asal-asalan, tetapi hunian berkelas bagi masyarakat,” katanya.
Paparan tersebut mendapat perhatian serius dari Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Meski baru pertama kali melihat langsung teknologi Sepablock, ia tampak antusias dan aktif mengajukan sejumlah pertanyaan terkait spesifikasi, daya tahan, hingga efisiensi biaya pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana di daerahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang Panjang siap mendukung penuh pembangunan huntap, baik dari sisi penyediaan lahan maupun kelengkapan administrasi.
“Alhamdulillah, kesiapan lahan sudah kami siapkan, bahkan masih tersedia sekitar 20 titik lagi untuk pengembangan huntap. Kami berharap dukungan dari BNPB terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih jauh, Hendri menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
“Padang Panjang harus menjadi kota yang tangguh terhadap bencana, dengan masyarakat yang kembali bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak,” tambahnya.
Sestama BNPB Rustian mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Ia menyebut penggunaan Sepablock sebagai langkah inovatif yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan huntap secara cepat, efisien, dan berkualitas.
“Rumah yang dibangun bertipe 36 dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 juta per unit. Yang terpenting adalah layak huni, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Rustian.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan proses administrasi di tingkat daerah agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Selain itu, konsep huntap mandiri dinilai mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.
“Rumah contoh dari Sepablock untuk hunian tetap mandiri di Kota Padang Panjang ini menjadi acuan bagi pembangunan ke depan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses pembangunan,” tutupnya.
Dengan meluasnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah di Sumatera Barat, inovasi lokal ini kian menegaskan perannya sebagai solusi strategis dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menghadirkan standar baru bagi hunian yang layak, aman, dan berdaya tahan tinggi.
Editor : melatisan
Tag :Sepablock, Kian Meluas, BNPB, Gunakan, Pembangunan Huntap Mandiri, Padang Panjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PRODUK PADANG PANJANG DISERBU PENGUNJUNG DI PAMERAN HUT DEKRANAS DAN HKG PKK NASIONAL
-
KETUA DEKRANASDA PADANG PANJANG HADIRI HUT DEKRANAS KE 46 DI MAKASSAR
-
KEMENDIKDASMEN PERKUAT PERAN BUNDA PAUD DUKUNG WAJIB BELAJAR 13 TAHUN
-
KELURAHAN GANTIANG, GUNUANG-PADANG PANJANG, GELAR LOMBA LAYANG-LAYANG BARADAIK
-
RATUSAN MODIFIKATOR TRUK DAN BUS ADU KREATIVITAS DI PADANG PANJANG
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG
-
MENJAGA NILAI ABS-SBK DI TENGAH FENOMENA LGBT DI SUMATERA BARAT: ANTARA TANTANGAN SOSIAL, MORAL, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA
-
MENZIARAHI AKAR SEJARAH SEMEN PADANG FC DI LAWANG