HOME PENDIDIKAN KOTA BUKITINGGI
- Sabtu, 28 Februari 2026
Semesta Spensa: Bukan Pesantren Ramadhan Biasa
Bukittinggi (Minangsatu) – Bukan Pesantren Ramadhan biasa, SMPN 1 Bukittinggi giatkan agenda yang berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya di Bukittinggi. Bertajuk 'Semesta Spensa' (Semangat Mewujudkan Siswa Bertakwa dan SMP Negeri 1 Bukittinggi), sekolah di jantung Kota Bukitinggi ini menggelar rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang variatif dan syarat dengan nilai-nilai spiritual.
Kepala SMPN 1 Bukittinggi, Neldawati S. Pd ditemui di Sekolah, Sabtu (28/02/2026), mengatakan kegiatan tersebut berawal dari program Dinas Pendidikan yang mendorong sekolah menyelenggarakan pesantren khusus selama Ramadan disertai agenda ‘Ramadan Ceria’ yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Tujuan utama kegiatan ini tentu untuk meningkatkan kualitas ibadah anak-anak, terutama dalam membaca Al-Qur’an dan tilawah. Kita juga punya program satu hari khatam Al-Qur’an berjamaahh (Sahaja) dengan membagi siswa kelas VII dan VIII. Untuk kelas IX tidak kita libatkan karena mereka sedang ujian,” ujarnya.
Ditegaskan Nelda, Sahaja menjadi ikon dari Pesantren Ramadhan di SMPN 1 Bukittinggi. Melalui Sahaja, siswa kelas VII dan VIII dibagi ke dalam beberapa kelompok bacaan hingga mampu menuntaskan 30 juz Al-Qur’an dalam satu hari secara bersama-sama. Skema ini tidak hanya mendorong peningkatan kemampuan membaca dan tilawah, tetapi juga menanamkan semangat kebersamaan dalam beribadah.
“Dengan Sahaja, anak-anak belajar bahwa khatam Al-Qur’an bukan sekadar target, tetapi proses kebersamaan dan kesungguhan. Kita ingin menumbuhkan niat baca yang kuat dan konsisten,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan sekolah, sehingga pembiasaan membaca tidak hanya berlangsung saat Ramadan, tetapi berlanjut dalam keseharian.
Rangkaian pesantren diawali dengan tadarus, dilanjutkan shalat dhuha berjamaah sebagai upaya membiasakan kembali siswa melaksanakan ibadah sunnah tersebut. Sekolah juga menghadirkan ustadz dan ustazah untuk memperkaya materi keagamaan.
Kegiatan dipusatkan di tiga titik, yakni dua kelas di lingkungan sekolah serta satu lokasi di Masjid Al Barkah Belakang Balok Kota Bukittinggi. Namun untuk pelaksanaan pesantren tahun ini, kegiatan di masjid difokuskan di satu tempat guna menyesuaikan jadwal ujian siswa kelas IX.
“Kalau tahun lalu kita laksanakan di tiga masjid, tahun ini cukup satu masjid saja agar lebih efektif, apalagi kelas IX sedang ujian. Dari evaluasi, pelaksanaan di satu masjid justru lebih efektif tanpa mengurangi kekhidmatan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Ramadan berlangsung selama satu pekan. Senin hingga Rabu diisi dengan agenda ‘Ramadan Ceria’ berupa lomba nasyid, lomba azan, dan lomba cerdas Al-Qur’an. Sementara Kamis hingga Sabtu dilanjutkan dengan pesantren Ramadan yang berlangsung selama tiga hari.
Menurut Neldawati, kegiatan tahun ini dikemas lebih menarik dan apik berkat kerja sama tim yang solid.
Wakil kurikulum yang merancang kegiatan, mulai dari membuatkan jadwal ujian praktek, mengatur jadwal guru yang bertugas pada masing-masing kegiatan dan bersama wakil sarana memfasilitasi menentukan ruangan dan masjid yang dipakai lalu guru PAI beserta majelis guru yang menjalankan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sementara untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai sistem, wakil kesiswaan yang sering bolak balik dari sekolah ke masjid untuk memastikan kegiatan pada kedua lokasi tersebut berjalan sesuai program yang sudah dijadwalkan sembari memastikan ujian praktik kelas IX tetap berjalan sesuai jadwal.
Di balik kelancaran kegiatan, sekolah menghadapi tantangan dalam pembagian tenaga pengajar.
Tak hanya fokus pada ibadah, pesantren Ramadan tahun ini juga menghadirkan Inyiak Datuak untuk memperkuat pemahaman nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, khususnya terkait sumbang 12.
Sekolah berharap nilai-nilai tersebut mampu membentuk karakter siswa, termasuk dalam bertutur kata.
“Kita berharap tidak ada lagi kata-kata kasar yang sering dipakai anak-anak dalam bahasa Minang. Mereka harus bisa membedakan mana yang patut dan tidak patut, baik untuk diri sendiri, teman, maupun masyarakat secara umum,” tegasnya.
Melalui tema Semesta Spensa dan penguatan Program sahaja, SMPN 1 Bukittinggi menargetkan tumbuhnya kesadaran beribadah dari dalam diri siswa. Meski pembiasaan ini berlangsung dalam waktu terbatas selama Ramadan, sekolah optimis nilai-nilai ibadah, kedisiplinan, dan adab akan terus melekat dalam keseharian peserta didik, baik di kelas maupun di musala sekolah.
Editor : melatisan
Tag :Semesta Spensa, Pesantren Ramadhan
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KADISDIKBUD BUKITTINGGI TARGETKAN PERTAHANKAN PRESTASI ASSESMEN NASIONAL
-
DISDIKBUD BUKITTINGGI SEBUT PELAKSANAAN TKA BUKITTINGGI BERLANGSUNG LANCAR
-
TKA DI SMPN 1 BUKITTINGGI BERLANGSUNG LANCAR, KEPSEK SEBUT DUA TARGET UTAMA
-
INI ALASAN PEMKO BUKITTINGGI KEMBALIKAN SEKOLAH MENJADI ENAM HARI SEMINGGU
-
SDIT MASYITHAH BUKITTTINGGI GELAR WISUDA KHATAM DAN TAHFIZ KE-XXX, WAWAKO IBNU ASIS AJAK ORANG TUA JADI TAULADAN BAGI ANAK-ANAKNYA
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK