HOME PENDIDIKAN KABUPATEN TANAH DATAR

  • Rabu, 13 Mei 2026

Sejalan Dengan Pelepasan Pelajar, MTsN 12 Tanah Datar Perpisahan Dengan Guru Pindah Dan Pensiun

 Kepala Sekolah MTsN Yuniarti memberikan sertifikat pada siswa berprestasi. (chandra antoni)
Kepala Sekolah MTsN Yuniarti memberikan sertifikat pada siswa berprestasi. (chandra antoni)

Sejalan dengan Pelepasan Pelajar,  MTsN 12 Tanah Datar Perpisahan dengan Guru Pindah dan Pensiun

Batusangkar (Minangsatu) MTsN 12 Tanahdatar gelar pelepasan pelajar kelas IX, guru pindah tugas dan guru purna tugas, Rabu (13/5) di halaman sekolah tersebut.

Kepala Sekolah Yuniarti S.Pd menyampaikan, jumlah murid keseluruhan 560, kelas IX 191, sisanya kelas VII dan VIII.

Ia juga memberikan apresiasi yang mendalam kepada ketua panitia serta seluruh wali murid. Beliau menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini murni diangkat, didanai, dan disiapkan oleh wali murid.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada wali murid yang telah menyokong, membantu, dan memotivasi. Bahkan sampai sore kemarin, para wali murid masih datang ke madrasah untuk melakukan persiapan. Antusiasme mereka sangat tinggi agar acara ini berjalan dengan baik," ujar Kepala Madrasah Yuniarti.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar H. Hendri Pani Dias mengungkapkan rasa bangga sekaligus selamat kepada para orang tua siswa.

Beliau memaparkan data bahwa dari total 1.228 madrasah di Sumatera Barat, hanya 222 yang berstatus negeri, sementara 1.006 lainnya adalah swasta. Dengan total 157.900 siswa di Sumatera Barat, madrasah selalu menjadi pilihan utama hingga terpaksa menolak sekitar 27.000 calon murid setiap tahunnya.

"Para orang tua harus bersyukur anak-anaknya bisa belajar di madrasah. Di sini, siswa tidak hanya menerima 18 mata pelajaran umum, tetapi juga mendapatkan 8 hingga 12 jam pelajaran agama. Ini modal krusial untuk masa depan mereka," ujar Hendri Pani Dias.

Kriteria Kecerdasan Modern

Lebih lanjut, Hendri menegaskan bahwa definisi anak cerdas saat ini telah bergeser dibanding 10 tahun lalu. Nilai akademik 95 atau 100 tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kejeniusan. Berdasarkan survei Oxford University, kesuksesan tokoh dunia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan otak semata, melainkan 80 persen dipengaruhi oleh ketangguhan karakter.

"Anak yang cerdas hari ini adalah mereka yang menguasai akademik, memiliki karakter tangguh, serta sikap moral yang terpuji. Pelajaran agama di madrasah dirancang untuk menumbuhkan karakter pantang menyerah tersebut," lanjutnya.

Perbedaan Adab dan Akhlak

Kepala Kemenag Tanah Datar ini juga menggarisbawahi pentingnya aspek akhlak di atas ilmu (al-adabu fawqal 'ilmi). Beliau memberikan analogi budaya tertib lalu lintas di negara minoritas muslim yang taat aturan, sebagai bentuk adab yang lahir dari regulasi. Namun, beliau mengingatkan bahwa akhlak memiliki dimensi yang lebih tinggi.

"Orang beradab bertingkah laku baik karena ada aturan atau di tengah keramaian. Sementara orang berakhlak, perilakunya tetap terpuji dan konsisten, baik di tempat ramai maupun saat sunyi sendirian karena fondasi imannya," tegas Hendri.

Dikesempatan itu, Camat Batipuh, Rifka Akbar, S.S.T.P., M.M., saat memberikan arahan di hadapan para siswa dan orang tua murid di MTsN 12 Tanahdatar Dalam penyampaiannya mengajak para siswa untuk merenungkan kembali tujuan utama mereka menuntut ilmu.

"Adik-adik semua, barangkali banyak dari kita yang pergi ke sekolah itu hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban selaku anak-anak. Namun, perlu diketahui bahwasanya di balik kehadiran adik-adik di sekolah, ada harapan besar dari orang tua. Harapan mereka tidak banyak, mereka hanya menginginkan anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang," ujar Rifka Akbar.

Camat Rifka mengapresiasi konsistensi para siswa yang telah berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, TK, Sekolah Dasar, hingga kini berada di jenjang madrasah tsanawiyah. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan belum usai karena masih ada jenjang pendidikan berikutnya yang harus ditempuh demi menggapai cita-cita.

Secara khusus, Rifka menyebutkan bahwa bersekolah di MTsN memberikan nilai plus atau kelebihan tersendiri dibanding sekolah umum, terutama dalam penguatan pondasi karakter dan agama guna menghadapi tantangan zaman.

"Kita akan menginjak pada jenjang pendidikan selanjutnya dengan situasi, kondisi, dan pergaulan yang lebih menantang. Di tingkat SMA atau Aliyah nanti, akan ada perubahan-perubahan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar," lanjutnya.


Wartawan : Zulhafni
Editor : melatisan

Tag :Pelepasan Pelajar, MTsN 12 Tanah Datar, Perpisahan, Guru Pindah, dan Pensiun

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com