HOME BIROKRASI KOTA PAYAKUMBUH
- Senin, 11 Oktober 2021
Percepatan Vaksinasi, Wako Payakumbuh Gelar Rapat Bersama Satgas Covid-19
Payakumbuh, (Minangsatu) - Dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menggelar rapat bersama tim satgas Covid-19, Senin (11/10) di ruang kerja kepala Dinas Kesehatan setempat.
Dalam rapat itu ada inovasi baru yang di pesankan Riza Falepi kepada tim satgas Covid-19. Pertama, Walikota minta kepada seluruh OPD agar setiap ASN dan THL-nya untuk membawa/mengajak satu orang yang belum mendapat suntikam vaksin covid-19 setiap harinya.
Kedua, Walikota minta agar mendata setiap warga yang belum divaksin, kemudian ditindak lanjuti dengan mengundang warga tersebut untuk segera datang ke gerai vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah. Dan yang ketiga, dalam mensukseskan program vaksinasi Sapujagat yang sebelumnya telah berjalan, Walikota melalui Dinas Kesehatan akan menyediakan pelayanan vaksinasi secara mobile.
“Dengan adanya vaksinasi mobile ini, warga yang belum divaksin jika tidak bisa datang ke lokasi yang telah disediakan, maka pihak petugas akan datang langsung ke lokasi untuk memberikan vaksin kepada warga tersebut,” ungkap Wako Riza
“Saat ini, baru 35 persen warga yang sudah di vaksin, dan dibulan oktober ini kita akan bekerja lebih ekstra lagi untuk mencapai target 70 persen warga kota Payakumbuh yang telah ikut vaksinasi covid-19. Hal ini dilakukan agar kita semua di kota Payakumbuh kedepannya lebih kebal dengan varian covid-19 ini,” sebutnya.
Wako Riza berharap serta menghimbau kepada warga yang sudah di vaksin, agar juga turut untuk membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada warga yang belum divaksin tentang bahaya covid-19 yang semakin hari semakin banyak varian baru yang bermunculan.
Saat pelaksanaan apel pagi di halaman balaikota, Riza juga tak wanti-wanti mengingatkan betapa pentingnya vaksinasi Covid-19. Bahkan Riza menyebut bahwa bulan Oktober ini adalah Bulan Vaksinasi Sapu Jagad di Kota Payakumbuh.
"Saya tegaskan, kita harus mempercepat pekerjaan mencapai target vaksinasi. Bisa kita lihat di data, kalau Provinsi Sumbar persentasenya terendah di nasional, ini menjadi catatan. Meski sumbar demikian, namun saya tegaskan tidak dengan kita. Saya meminta kepada kita semua, keadaan ini harus cepat diputus dan diselesaikan, biar bisa beralih ke persoalan lain," kata Riza saat memimpin apel, Senin (11/10) pagi tersebut.
Riza mengaku miris dengan kesadaran orang-orang untuk divaksin yang masih rendah. Entah itu laki-laki yang melihat jarum suntik takut, atau alasan konyol lain yang dilontarkan karena tak mau disuntik vaksin.
"Saya tegaskan saja disini bagi ASN yang belum divaksin tak boleh ngantor, dan guru yang tidak mau divaksin juga takkan diberi jam mengajar, kecuali mereka yang direkomendasikan dokter untuk tidak divaksin," kata Riza.
"Mari kita menjadi yang terdepan dalam mengurus vaksinasi ini," tambahnya.
Tersisa Satu Kasus Aktif
Sementara itu, perkembangan kasus aktif Covid-19 di Payakumbuh terus membaik. Sampai saat ini tidak ada lagi masyarakat terkonfirmasi positif yang mendapat perawatan di Rumah Sakit.
"Saat ini hanya satu RT di Kelurahan Tiakar yang masih berstatus zona kuning dan selebihnya sudah berstatus zona hijau. Alhamdulillah, melihat perkembangan status kita, kemungkinan minggu depan kita bisa kembali ke zona hijau," kata Kadinkes Bakrizal, Senin (11/10) di Payakumbuh.
"Serta untuk kembali ke zona hijau, kuncinya itu ya peran aktif semua masyarakat itu sendiri untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan ikuti vaksinasi," tambahnya.
Walaupun demikian, dr. Bek terus berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan jangan sampai lengah apalagi sampai menyepelekan penerapan protokol kesehatan tersebut. Karena apabila itu terjadi alamat kasus positif akan kembali melejit. Ia berpesan agar masyarakat yang belum divaksin agar segera mendaftarkan diri ke posko vaksinasi yang sudah disediakan.
"Kita laksanakan di dua kelurahan disetiap kecamatan setiap harinya, kalau tidak sempat hadir bisa datang ke kelurahan tetangganya. Untuk jadwalnya bisa dilihat di kantor kelurahan," ucapnya.
"Sementara untuk remaja berusia 12-17 tahun bisa vaksin di sekolah masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dengan syarat ada izin dari orang tua," pungkasnya.
Berikut data Covid-19 Kota Payakumbuh sampai, Senin (11/10) kasus Suspek (0), kasus Baru (0), total kasus konfirmasi (2697), sembuh (2638), isolasi (1), rawat (0), meninggal (53), dan kontak erat (0).*
Editor : Benk123
Tag :#payakumbuh
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
ASN PAYAKUMBUH IKUTI UJIAN KENAIKAN PANGKAT
-
BPBD PAYAKUMBUH GELAR SOSIALISASI MITIGASI BENCANA DI SLB
-
WALI KOTA PAYAKUMBUH ZULMAETA BONGKAR KINERJA ANAK BUAHNYA
-
KADER GALAMAI PAYAKUMBUH GARDA TERDEPAN PERLINDUNGAN JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN
-
TEGAS.! WALI KOTA ZULMAETA TIDAK INGIN ADA WARGA MENGELUH SOAL SAMPAH
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK