HOME PENDIDIKAN KOTA SOLOK
- Rabu, 25 April 2018
Penyuluh Agama, Perlu Waspadai Bahaya Radikalisme
KOTA SOLOK (Minangsatu) - Para Penyuluh Agama di Kabupaten/Kota menjadi salah satu tokoh kunci yang akan membantu mewujudkan terkendalinya sikap radikal. Sikap radikal, pada hakekatnya biasa saja tetapi paham radikal yang menjadi radikalisme bisa merusak tatanan masyarakat yang mestinya tentram dan damai.
“Radikalisme bisa berujung pada terorisme. Oleh karena itu para penyuluh agama di daerah diminta untuk ikut mendorong ketenteraman dengan memberi penjelasan tentang bahaya radikalisme dan terorisme,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili Kepala Bagian Data dan Pelaporan BNPT, Dr.H. Muslih Nashoha, M.A, Rabu (25/4/2018) pada acara Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama dalam Menangkal Radikalisme yang digelar BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar di hotel Toufina Kota Solok.
Acara yang diikuti oleh 110 penyuluh semua agama itu merupakan satu dari lima kegiatan yang dilaksanakan oleh FKPT Sumbar sepanjang tahun 2018.
Menurut Muslih Nashoha, pilihan yang tepat lah bagi BNPT untuk menumpangkan harapan kepada para penyuluh untuk mencegah dan menangkal bahaya radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat. “Karena para penyuluh berhadapan langsung secara face to face dengan masyarakatnya,” ujar dia.
Sementara itu Ketua FKPT Sumbar Dr. Zaim Rais menyebutkan upaya melakukan deradikalisasi ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh BNPT dan FKPT saja, melainkan memerlukan sinergi antarelemen dan bahkan antarinstitusi.
Acara yang bertema Ayat-Ayat Damai ini berlangsung sehari penuh dengan menghadirkan para pembicara antara lain Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Drs. Khoirudin, Guru Besar UIN Sumuatera Utara Prof. Syahrin Harahap dan Kakanwil Kemenag Sumatera Barat.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Khoirudin mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BNPT dan FKPT di seluruh Indonesia ini. Menurutnya, penyuluh agama di tiap daerah itu cukup banyak, baik yang struktural berdasarkan SK Kementerian Agama maupun yang non-struktural. “Kami berterimakasih kepada para kepala daerah yang juga telah membantu menyisihkan anggaran untuk para penyuluh yang di SK kan oleh para kepala daerah itu,” ujar Khoruddin.
Narasumber yang lain adalah Prof. Syahrin Harahap dari UIN Sumatera Utara. Guru besar ini memaparkan soal bahaya radikalisme di tengah masyarakat. Menurut dia ada lima ciri paham radikal, yaitu berpikiran sempit, fundamentalis, eksklusivisme dan bersikap keras, dan selalu cenderung korektif atas paham orang lain.
"Ciri-ciri ini harus mampu dipahami oleh para penyuluh bahkan tokoh agama, agar bisa mencegah tumbuhnya benih-benih radikalisme di masing-masing agama," ujar Syahrin. Pengurus MUI Sumatera Utara ini mengatakan, tokoh agama punya peran penting dalam menangkal paham radikal ini dan meluruskan kembali mereka yang sudah tarsasar paham itu.
Untuk melaksanakan kegiatan ini di Kota Solok menurut Kabid Agama dan Dakwah FKPT, Agus Rianto, sudah dilakukan persiapan sejak lama. “Pilihan tempat di kota ini adalah keputusan Rakernas FKPT se Indonesia pada bulan Februari lalu di Jakarta,” kata Agus. Biasanya hanya dilaksanakan di ibukota Provinsi, sekarang diminta untuk disebar ke daerah-daerah.
FKPT di Sumatera Barat sudah dibentuk sejak empat tahun yang silam. “Saat ini adalah kepengurusan masa bakti kedua hingga tahun 2020 nanti,” kata Kepala Bidang Media FKPT Sumbar, Eko Yanche Edrie. Ia menyebutkan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan penelitian oleh Bidang Penelitian FKPT untuk mencari tahu seberapa kuat daya tangkal masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman radikalisme dan terorisme.
Untuk Bidang Pemuda serta Bidang Sosisla Budaya akan dilaksanakan di Bukittinggi dan Batusangkar pada pertengahan tahun ini. Sedangkan Bidang Media akan dilaksanakn di Padang untuk para blogger dan pegiat media sosial.
(Rel/Batuah)
Editor :
Tag :#TangkalRadikalisme_di_Sumbar#
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
NONGKRONG DI WARUNG SAAT JAM BELAJAR, TIGA SISWA SMP TERJARING RAZIA SATPOL PP KOTA SOLOK
-
WALIKOTA DAN KETUA DPRD KOTA SOLOK HADIRI KHATAM ALQUR'AN MDTA MASJID AL AQSA GAWAN
-
DIIKUTI RATUSAN PERSERTA, SOLOK CAMPUS EDUCATION FESTIVAL 2026 WALIKOTA RAMADHANI KIRANA PUTRA
-
WALIKOTA SOLOK RAMADHANI KIRANA PUTRA RESMIKAN PEMAKAIAN GEDUNG AL AZHAR INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL DI AMPANG KUALO
-
PELATIHAN LITERASI DIGITAL AI UNTUK PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DI SMAN 2 KOTA SOLOK
-
TABUAH: INGATAN SILUNGKANG
-
PELANTIKAN PWI & IKWI SUMBAR: LANGKAH MAJU, HARAPAN BARU, SEJARAH BARU
-
MAHASISWA KKN UNAND 2026 GELAR PENYULUHAN DAN PRAKTIK PEMBUATAN UMMB SEBAGAI SUPLEMENT TERNAK RUMINANSIA DI NAGARI LABUH, KECAMATAN LIMA KAUM, TANAH DATAR
-
PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG MENJADI BOKASHI RAMAH LINGKUNGAN DI NAGARI LABUH
-
PRESIDEN KENA OLAH, OLEH MIKO KAMAL