- Selasa, 12 November 2019
Mirip Ariel Noah, Hendra Musisi Siap Ramaikan Belantika Musik Tanah Air
Bandung (Minangsatu) - Seseorang bisa saja ada kemiripan dengan seseorang yang lainnya. Namun kemiripan Hendra Musisi dengan Ariel Noah juga dibarengi kesamaan bakat di dunia musik. Hendra Musisi penyanyi asal Ciparay, Jawa Barat baru saja merilis lagu perdananya yang berjudul Tanda Tanya Cinta di Streaming Hub IslamicTunes.
Saat diwawancarai, Selasa (12/11), Hendra Musisi mengatakan, "Ini adalah lagu solois pertama saya, baru dirilis pada tanggal 09 November 2019," katanya.
Mengenai banyaknya orang yang mengatakan wajahnya mirip dengan Ariel, Hendra Musisi mengatakan, “Teman-teman waktu sekolah yang pertama kali memanggil saya Ariel, berlanjut pada teman-teman di kampus saat kuliah dulu. Hingga teman-teman kerja pun memanggil saya dengan sebutan itu. Kadang orang pertama kali ketemu dengan saya juga begitu. Sudah sejak tahun 2007 hingga saat ini terjadi.”
“Saat saya ikut berbagai audisi di stasiun televisi nasional swasta, orang-orang juga pada manggil saya Ariel. Apalagi sejak saya berkesempatan untuk ketemu dan bertatap muka langsung dengan Ariel. Bagi saya, itu hak mereka untuk berpendapat, dan saya tidak merasa tersindir,” kata Hendra Musisi.
Hendra Musisi juga mengatakan, “Saya telah menulis syair lagu satu buku penuh, dalam kemasan lirik berpuisi, menurut saya hanya cocok di bawakan oleh Ariel dengan bandnya. Kalau saya yang menyanyikanya, orang-orang mengatakan karakter saya jadi sama dengan Ariel. Memasuki belantika musik Indonesia saya tak ingin terperangkap dengan situasi ini, saya ingin memiliki karakter sendiri, dengan lirik-lirik lagu yang lebih lugas.”
Mengenai single perdananya Tanda Tanya Cinta, Hendra Musisi mengatakan, “Alhamdulillah, dari sekian banyak penyanyi yang bisa bawakan lagu ini, saya yang dapat amanah untuk menyanyikannya. Padahal, saya juga yakin Sugiri Jafar akan sangat baik membawakan lagu ini. Mungkin takdir yang memilih saya untuk menyanyikannya. Saya sangat berterimakasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dari beliau untuk menyanyikan karya lagunya.“
“Lagu Tanda Tanya Cinta punya makna tersendiri bagi saya. Selain sebagai single perdana, juga jadi realisasi dari istiqamahnya saya untuk menempuh jalur lagu religi sebagai karakter saya di dunia musik. Sebelumnya saya lebih cenderung menulis lagu-lagu umum, bergenre pop yang hanya bertema kisah percintaan. Ini adalah warisan hidayah dari Christ Chandra, sahabat yang saya sayangi, namun ia kini telah tiada. Saya mulai mengenal beliau pada tahun 2017 lalu. Atas inspirasi dari beliau, akhirnya saya memilih untuk menjadi penyanyi nasyid atau lagu-lagu yang berlirik positif,” kata Hendra Musisi.
Lebih lanjut Hendra Musisi mengatakan, “Tantangan terberat saat saya menjalani proses produksi lagu ini hanya pada jarak domisili yang cukup jauh dari studio. Apalagi sempat ulang take vokal. Selain itu, saya harus optimal dalam penghayatan saat membawakan lagu ini, meskipun tidak mudah. Tapi saya ingin lagu solo pertama saya ini punya rasa untuk meyentuh hati pendengarnya. Alhamdulillah, saya suka dengan hasilnya, Fadly Sutyarahman begitu matang mengaransemen musiknya. Semoga lagu ini dapat memberi manfaat bagi belantika musik di Tanahair.”
Editor : sc.astra
Tag :#hendra musisi
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR SUMBAR BERTAKZIAH KE RUMAH DUKA JENDERAL (PURN) TRY SUTRISNO DI JAKARTA
-
IWAN FALS: HUKUM SEBERAT- BERATNYA PEMBALAK LIAR
-
PENGURUS JMSI SULSEL 2025-2030 RESMI DILANTIK, TEGUH SANTOSA TEKANKAN PROFESIONALISME MEDIA
-
KABAN PENGHUBUNG SUMBAR TERPILIH SECARA AKLAMASI MENJADI KETUA FORKAPPSI
-
CHAIRUL TANJUNG BANGGAKAN SOSOK VASKO RUSEIMY DI DEPAN RIBUAN ALUMNI SMAN 1 JAKARTA
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI