- Sabtu, 11 April 2026
Menelisik Jejak Sejarah Dan Alasan Kenapa Dinamakan Gunung Pangilun Di Padang
Menelisik Jejak Sejarah dan Alasan Kenapa Dinamakan Gunung Pangilun di Padang
Oleh: Andika Putra Wardana
Kalau kita melintasi kawasan Kecamatan Padang Utara, pandangan mata pasti akan langsung tertuju pada sebuah perbukitan hijau yang berdiri tenang di tengah rapatnya permukiman penduduk. Masyarakat setempat sudah sejak lama akrab menyebut kawasan yang tak jauh dari pusat kota ini dengan nama Gunung Pangilun. Tapi bagi pendatang atau bahkan anak muda zaman sekarang, mungkin sering muncul rasa penasaran soal kenapa dinamakan Gunung Pangilun padahal secara geografis tempat ini ukurannya tidak sebesar gunung pada umumnya.
Dataran Tinggi di Tengah Wilayah Lapang
Secara fakta geografis, bentang alam wilayah Kota Padang sebenarnya sangat didominasi oleh dataran rendah yang melampar luas di sepanjang pinggir pantai. Karena lokasinya yang sangat datar itulah, bukit kecil dengan ketinggian sekitar 70 meter di atas permukaan laut ini jadi terlihat sangat menjulang sejauh mata memandang dari pusat kota.
Kebiasaan masyarakat lokal di masa lalulah yang pada akhirnya secara spontan menyebut setiap dataran tinggi yang menonjol di sekitar tempat tinggal mereka dengan sebutan "gunung". Kebiasaan membesarkan skala penamaan geografi ini bukanlah hal baru, karena fenomena serupa juga bisa kita temukan pada penamaan Gunung Padang yang aslinya adalah bukit di kawasan Muaro.
Mengingat Sosok Sakti Angku Pangilun
Lalu dari mana asal kata Pangilun itu disematkan? Dari cerita lisan yang berkembang turun-temurun di tengah warga sekitar, kawasan ini punya ikatan kuat dengan sosok pria tua di masa lampau. Cerita masyarakat meyakini kalau dulu ada seorang tokoh yang sangat dihormati sekaligus disegani bernama Angku Pangilun atau sering juga disebut Nek Ilun.
Ia hidup menyendiri di lereng perbukitan tersebut dan konon dikenal memiliki kesaktian. Ketika sang kakek ini tutup usia, ia dimakamkan di bagian atas bukit. Seiring berjalannya waktu, nama Angku Pangilun perlahan melekat menjadi identitas tempat tersebut dan terus diwariskan secara lisan hingga dikenal luas seperti sekarang.
Benteng Pertahanan Strategis Era Perang Dunia II
Selain menyimpan cerita legenda soal penamaan tempat, perbukitan di tengah permukiman ini nyatanya juga merekam jejak sejarah militer dunia yang lumayan kelam. Di balik rindangnya pepohonan bukit ini, tersembunyi lorong-lorong atau bungker peninggalan tentara penjajah Jepang. Titik ini sengaja dipilih dan digali oleh militer Jepang sebagai basis pertahanan sekaligus pos pengintaian udara.
Posisinya yang lumayan tinggi dinilai sangat ideal untuk mengawasi langsung arah pesisir pantai barat Kota Padang guna mengantisipasi datangnya serangan dari armada pasukan Sekutu. Di dalam area perbukitan ini, masih bisa ditemukan sisa-sisa lorong berbatu dan ventilasi udara yang dulunya sibuk dipakai oleh serdadu Jepang.
Kawasan perbukitan tersebut kini memang terlihat tenang dan terus menjalankan tugas alaminya sebagai paru-paru kota bagi warga Padang. Menyusuri lagi cerita di balik nama dan peninggalan sejarahnya membuktikan bahwa setiap sudut tata ruang kota ini punya memorinya sendiri, sebuah jejak yang sayang rasanya kalau cuma dibiarkan menguap begitu saja ditelan laju zaman.
Editor : melatisan
Tag :Menelisik, Jejak Sejarah , Alasan, Kenapa Dinamakan, Gunung Pangilun, Padang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAKNA SIMBOLIK SUNTIANG DALAM PERKAWINAN MINANGKABAU
-
ANAK PISANG DAN HUBUNGAN KEKERABATAN DALAM ADAT MINANGKABAU
-
MALAKOK, TRADISI PENDATANG MENJADI BAGIAN DARI SUKU DI MINANGKABAU
-
TANAH ULAYAT DAN KONFLIK KEPEMILIKAN DI NAGARI MINANGKABAU
-
SEJARAH GELAR DATUK DAN PROSES PEWARISANNYA DALAM ADAT MINANGKABAU
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG