HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SAWAHLUNTO
- Minggu, 24 Mei 2026
KSB Desa/Kelurahan Se-Kota Sawahlunto Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Penanganan Darurat Bencana
KSB Desa/Kelurahan se-Kota Sawahlunto Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Penanganan Darurat Bencana
Sawahlunto (Minangsatu) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Darurat Bencana di Camping Ground Kandi, Sawahlunto, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari seluruh desa dan kelurahan se-Kota Sawahlunto sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan pembekalan terkait konsep dasar penanganan kedaruratan bencana, mekanisme koordinasi lapangan, peran masyarakat dalam situasi tanggap darurat, hingga pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mempercepat proses penanganan saat bencana terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Sawahlunto, Dedi Satria, mengatakan kegiatan bimbingan teknis tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta unsur terkait lainnya dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih terarah dan efektif.
Menurut Dedi, selama ini penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis, organisasi masyarakat, hingga kelompok masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Bintek ini merupakan langkah awal terbangunnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan darurat bencana di Kota Sawahlunto. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing,” ujar Dedi saat menutup secara resmi kegiatan tersebut
.
Ia menjelaskan, pasca kegiatan bimbingan teknis ini pihaknya akan melanjutkan tahapan berikutnya berupa penyusunan dokumen Rencana Operasi Kedaruratan Bencana sebagai pedoman resmi dalam penanganan keadaan darurat di Kota Sawahlunto.
Dokumen tersebut, kata Dedi, nantinya akan memuat skema koordinasi, alur komando, pembagian tugas serta fungsi masing-masing sektor ketika terjadi situasi kebencanaan.
“Dokumen Rencana Operasi ini sangat penting karena akan menjadi acuan bersama bagi seluruh pihak yang terlibat. Di dalamnya akan dirumuskan siapa berbuat apa, kapan harus bergerak, bagaimana pola koordinasinya, serta bagaimana pengambilan keputusan dilakukan saat kondisi darurat berlangsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi menuturkan bahwa penyusunan dokumen tersebut diharapkan bermuara pada terbentuknya prosedur tetap (protap) penanganan bencana yang jelas, terukur, dan mudah diterapkan di lapangan.
Dengan adanya protap yang tersusun secara sistematis, setiap sektor akan memiliki pedoman kerja yang jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun keterlambatan respons saat terjadi bencana.
“Harapan kita nantinya seluruh sektor memahami fungsi dan perannya masing-masing. Ketika terjadi bencana, semua unsur sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan, sehingga penanganan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, efektif dan terkoordinasi,” tambahnya.
Dedi juga menekankan pentingnya keberadaan Kelompok Siaga Bencana di tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak kesiapsiagaan masyarakat. Menurutnya, KSB memiliki posisi strategis karena menjadi unsur yang paling dekat dengan masyarakat dan sering kali menjadi pihak pertama yang merespons ketika terjadi peristiwa kebencanaan.
“Kami berharap melalui bintek ini kapasitas anggota KSB semakin meningkat, baik dari sisi pemahaman, kemampuan koordinasi, maupun keterampilan dalam penanganan awal keadaan darurat. Semakin kuat kesiapsiagaan di tingkat masyarakat, maka semakin besar pula peluang meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkas Dedi.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kota Sawahlunto berharap terbangun sistem penanganan bencana yang lebih terpadu, responsif, dan berbasis kolaborasi, sehingga mampu meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Editor : melatisan
Tag :KSB Desa/Kelurahan, Kota Sawahlunto, Bintek, Peningkatan Kapasitas, Penanganan Darurat Bencana
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
NELDASWENTI SERAP ASPIRASI SEKOLAH, DORONG PENINGKATAN SARANA PENDIDIKAN DI SAWAHLUNTO
-
RIO MARDANIL HADIR DI TENGAH DUKA KORBAN KEBAKARAN SIKALANG
-
DARI POKIR UNTUK EKONOMI KERAKYATAN, RONALD KARDINAL SALURKAN BANTUAN PERALATAN USAHA BAGI UMKM SAWAHLUNTO
-
USUNG VOLVO B11R, TIGA ARMADA GRAND ULTIMATE MIYOR SIAP GEBRAK RUTE SUMBAR–JABODETABEK
-
LOMBA TONIL BERBAHASA TANGSI MERIAHKAN HUT KE-81 RI DI SAWAHLUNTO
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG