HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN DHARMASRAYA

  • Jumat, 8 Mei 2026

Korban Kebarakan Di Pulau Punjung Dapat Bantuan Dari Pemkab Dharmasraya Dan Baznas

Korban Kebarakan di Pulau Punjung Dapat Bantuan Dari Pemkab Dharmasraya dan Baznas
Korban Kebarakan di Pulau Punjung Dapat Bantuan Dari Pemkab Dharmasraya dan Baznas

Dharmasraya (Minangsatu) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serahkan santunan kepada pihak korban kebakaran terjadi sekira pukul 10.00 Wib, Rabu (6/5/2026), berlokasi di Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmaraya, Provinsi Sumatera Barat. 

Kejadian tersebut, menimpa 3 unit rumah warga. Salah satunya rumah korban atas nama Dahlia. Bahkan  korban Dahlia  telah dinyatakan meninggal dunia, satu hari sesudah kejadian. Walaupun sudah mendapatkan perawatan secara intensif dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. 

Lawatan tersebut, dihadiri Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Kepala Dinas Kesehatan, Komisioner Baznas, Camat Pulau Punjung dan pemerintah nagari, sebagai mewakiki Bupati Dharmasraya, Kamis (7/5/2026/

Menurut Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya Martin Effendi, menjelaskan bahwa. Semenjak malam kejadian, pihaknya bersama Dinas Kesehatan, langsung turun ke RSUD Sungai Dareh  melihat kondisi korban. Bahkan memastikan, segala bentuk kebutuhan keluarga korban kebakaran.

“Kami bersama Dinas Kesehatan langsung membesuk korban di RSUD Sungai Dareh malam itu. Keesokan harinya kami bersama Baznas, camat, dan wali nagari turun ke lokasi kebakaran membawa bantuan darurat bagi keluarga terdampak,” ujarnya.

Bantuan darurat disalurkan untuk tiga kepala keluarga terdampak, meliputi enam buah kasur, sembilan lembar selimut, tiga paket peralatan dapur, 22 paket makanan siap saji, 37 paket lauk pauk siap saji, enam lembar terpal, 15 dus air mineral, 30 kilogram beras, tiga kilogram minyak goreng, tiga dus mi instan, enam kaleng sarden, tiga kilogram gula pasir, serta telur sebanyak tiga karpet. 

Selain bantuan logistik, Baznas Dharmasraya juga menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komisioner Baznas Dharmasraya, Ardios Monti Malano, kepada suami korban, Maidil Risko (40), disaksikan Camat Pulau Punjung Erik Harja serta Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung David Iskan.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, menyampaikan pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban maupun warga terdampak lainnya.

“Sesuai dengan intruksi Bupati. Kami akan terus berkoordinasi bersama seluruh pihak untuk memastikan kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi,” katanya.

Dari rumah korban kebakaran atas nama Dahlia Agus Safitri, 33 th. Duka mendalam sangat terasa bagi seorang suaminya Maidil Risko. Pasalnya, selain rumah hangus terbakar, istri juga meninggal dunia. Rasa haru dan pilu bergelayut dalam pikiran. Gundah gulana, bergelantungan di benaknya.

Kenapa tidak, ibu dari anaknya. Juga merupakan orang yang di sayang, telah tiada. 
Duka mendalam menyelimuti diri beserta keluarga nya. Dahlia Agus Safitri, dinyatakan meninggal dunia oleh Tim medis RSUD Sungai Dareh, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh, Kamis (07/05/2026).

Menurut Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, bahwasanya Dahlia mengalami luka bakar ditubuhnya, setelah nekat kembali masuk kedalam kobaran api, kembali ke rumah demi menyelamatkan anaknya.

"Padahal, anak korban sudah berhasil dievakuasi oleh petugas dan warga. Karena tidak puas, dan tidak melihat anaknya berada didekatnya saat itu. Maka, naluri keibuan sangat keras. Maka, dirinya nekat masuk ke dalam kobaran api." Terang David Iskan Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung. 

Naas bagi dirinya. Ketika korban berada didalam rumah, dirinya tertimpa balok kayu terbakar api. Sehingga, menyebabkan luka bakar serius sebagian besar tubuhnya.

“Sebetulnya Damkar datang cukup cepat, sekira  15 menit paling lama, dari awal kejadian. Pihak Damkar sudah berada di lokasi kejadian. Hal ini, dapat dibuktikan, dengan kondisi rumah tidak hangus secara menyeluruh dimamah si jago merah itu, ". Jelas David. 

Ia juga menanbahjan, selesai korban Dahlia di evakuasi. Dirinya langsung dilarikan ke IGD RSUD Sungai Dareh, sekira pukul 10.10 Wib, Rabu (06/05/2026). Sesuai dengan diagnosa mesis, korban mengalami luka bakar pada bagian wajah, dada, punggung, dan kedua kaki. Korban mengalami luka bakar derajat dua dengan persentase mencapai 63 persen.

Kepala RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan maksimal terhadap korban sejak pertama kali tiba di rumah sakit.

“Atas perintah Bupati, pihak medis telah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Mulai dari awal masuk, hingga dilakukan tindakan operasi dan perawatan intensif,” ujarnya.

Korban menjalani operasi pada Kamis pagi mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB dan sempat dalam kondisi stabil usai tindakan medis. Namun setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, kondisi korban mendadak menurun. Sekira pukul 13.25 WIB korban mengalami sesak napas disertai penurunan kesadaran.

Tim medis langsung memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebanyak lima siklus. Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga serta petugas medis.

Almarhumah Dahlia Agus Safitri meninggalkan seorang suami dan dua orang anak, yang salah seorang juga merupakan korban kebakaran dan saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Sungai Dareh. (*)


Wartawan : Syaiful Hanif
Editor : Benk123

Tag :#dharmasraya

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com