HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN SIJUNJUNG
- Sabtu, 22 Juni 2019
Konservasi Rumah Gadang Jorong Padang Ranah, Sijunjung
Sijunjung (Minangsatu) - Setidaknya sepuluh rumah gadang tradisional, di Jorong Padang Ranah, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, menjadi sasaran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, untuk dikonservasi. Hal itu merupakan kepedulian dan program BPCB dalam pelestarian nilai-nilai sejarah budaya.
Seperti yang disebutkan Kapokja Dokumentasi dan Publikasi BPCB Sumbar, Rafki. SS, Sabtu (22/6) program konservasi rumah gadang perkampungan tradisional di Padang Ranah, merupakan tindak lanjut dari program pelestarian nilai-nilai budaya yang ada di wilayah kerja BPCB Sumbar. "Salah satunya melakukan konservasi rumah gadang tradisional di Sijunjung," ujar Rafki.
Ditetapkan Jorong Padang Ranah sebagai perkampungan adat, selain penetapan dengan SK pusat, suasana dan kondisi rumah gadang yang ada masih dalam kondisi asli dan masih ditempati. Letaknya saling berhadapan yang dibatasi dengan jalan umum. Selain itu, si pemilik masih menjaga keaslian dan tidak ada bangunan lain di halamannya.
Keaslian itu, sambung Rafki, tidak hanya tampilan rumah gadang saja. Malahan aktivitas kebiasaan adat dan budaya masyarakat masih terjaga, seperti batoboh kongsi, bakaua adat, mambantai adat, basiriah tando, maanta marapulai, baralek adat dan batagak gala.
Tak salah dihadapan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman diwakili Kasubdit Pelestarian R. Widiati, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, walinagari dan ninik mamak serta bundo kanduang Sijunjung, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, merasa bangga dan mengucapkan terimakasih atas perhatian dari BPCB, sehingga Perkampungan Adat Nagari telah masuk dalam daftar tentatif warisan dunia Unesco.
Kawasan perkampungan adat (Perkampungan Tradisional-red) yang luasnya 150 hektar, dan memiliki 76 unit rumah gadang, membuat Kepala BPCB Sumatera Barat, memprogramkan konservasi rumah gadang Perkampungan Tradisional di Nagari Sijunjung ini selama lima hari, dari 20 – 24 Juni 2019.
Kegiatan konservasi ini, diawali dengan sosialisasi menghadirkan narasumber Universitas Bung Hatta Dr.Jhony Wongso, Universitas Gajah Mada Dr. Yustinus Suranto dan Balai Konservasi Borobudur, Heni Kusuma Wati.
Editor : T E
Tag :BPCB Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KANTOR PERTANAHAN SIJUNJUNG GELAR INTERNALISASI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
-
RESPONS CEPAT BANJIR SUMPUR KUDUS, PEMPROV SUMBAR SALURKAN 2.800 KG BERAS UNTUK WARGA
-
MERAWAT TRADISI MINANGKABAU: PRODI SASTRA MINANGKABAU MENGADAKAN PEMBINAAN ORGANISASI BUDAYA DI SIJUNJUNG
-
TANGISAN NETRI TAK TERBENDUNG, SETELAH TERIMA RUMAH BANTUAN PROGRAM TMMD DARI SEMEN PADANG
-
SINGGAH SAHUR KE RUMAH KELUARGA KURANG MAMPU DI JORONG TANJUNG RAYA SIJUNJUNG, GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN BATUAN RTLH
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL