HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Senin, 11 April 2022
Komunitas Coklat Kita Suguhkan Hiburan Jelang Berbuka Di Pasar Pusat Padang Panjang
Pd.Panjang (Minangsatu) - Memberikan suasana baru di bulan Ramadan jelang datang waktu berbuka. Komunitas Coklat Kita beranggotakan alumni kampus ISI Kota Padang Panjang hibur warga Padang Panjang dengan penampilan seni musik, Senin (11/4/2022) di kawasan Pasar Pusat.
"Kita mengadakan pertunjukan seni musik ini, sengaja dilakukan secara outdoor di pasar. Dengan tujuan untuk menghidupkan kembali seni musik di Padang Panjang, dan bisa menghibur warga yang sedang berbelanja di Pasar Pusat Padang Panjang jelang berbuka puasa," tutur Andi Rajo Batuah salah satu anggota Komunitas Coklat Kita.
Andi mengatakan, selama bulan puasa, Coklat Kita akan melakukan pertunjukan di 14 titik di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, dan 50 Kota.
"Coklat Kita merupakan komunitas seni asli Kota Padang Panjang yang berisikan mahasiswa dan alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang," tukuknya Andi.
Sementara, Eni, 35, salah seorang warga mengatakan, ini cukup menghibur jelang masuk waktu berbuka. "Dan ini, juga bisa dijadikan ajang penyaluran bakat anak muda kita dibidang seni," ujarnya.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
KEJARI GELAR BAZAR RAMADAN, SEDIAKAN SEMBAKO MURAH
-
PEMKO–BPOM UJI 18 SAMPEL TAKJIL DI PASAR PUSAT, HASILNYA AMAN
-
NY. MARIA FERONIKA HENDRI PIMPIN PMI PADANG PANJANG GANTIKAN HERKI TONI
-
TRADISI BUKA RAMADAN DI MUSHALLA AN NUR SURAU BANCAH
-
ENAM DARI 10 UNIT HUNTAP DARI WILLIE SALIM DAN USTAZ DERY SULAIMAN DISERAHKAN
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL