- Sabtu, 19 Maret 2022
Jusuf Kalla Resmikan Masjid Tablighiyah Garegeh, Bukittinggi
Bukittinggi (Minangsatu) - Masjid Tablighiyah Garegeh, Koto Salayan, Kota Bukittinggi kembali mengukir sejarah baru. Setelah sebelumnya pada 1970 silam diresmikan shalat Jumat pertama di lantai 1 bangunan masjid yang lama oleh Wakil Presiden Muhammad Hatta, pada Jumat (18/3/2022), kembali diresmikan shalat Jumat pertama di bangunan masjid yang baru, oleh mantan Wapres RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla.
Bersama Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia itu juga sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali MDTA, Pondok Tahfiz, TK Assalam, dan Gedung Serbaguna Tablighiyah.
Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyampaikan rasa syukur atas dibangunnya masjid yang menurutnya telah menjadi satu dari 3 tiga modal dasar bagi orang Minangkabau selain sekolah (pendidikan) dan pasar (usaha).
"Modal orang Minangkabau ada tiga, masjid, sekolah dan pasar. Tapi menurut saya ada yang perlu dievaluasi. Saya melihat tokoh agama asal Sumbar yang tampil di nasional sudah berkurang, sulit dicari. Banyak orang Bugis yang ceramah di televisi. Jadi saya berharap jangan hanya bangun masjid tapi juga harus disiapkan program-programnya," ujar Jusuf Kalla.
"Meski begitu saya merasa bersyukur kepada Allah SWT, kecintaan kepada masjid akan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Terbukti bahwa kita semua bergotong royong membangun masjid ini, itulah harapan saya," lanjutnya.Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Jusuf Kalla hadir ke Sumbar. Menurutnya, keberadaan masjid memang fundamental bagi orang Minangkabau, setiap suku di nagari juga punya masjid. "Karena itu Pemprov Sumbar juga telah menjadikan masjid sebagai pusat implementasi ABS-SBK, semoga bisa diikuti oleh kabupaten dan kota yang lain," harap gubernur.
Sebelumnya, Walikota Bukittinggi, Erman Safar secara simbolis juga menyerahkan dana hibah Rp260 juta dari dana pokir anggota DPRD dan Rp740 juta dana program prioritas hibah Walikota Bukittinggi. Selain itu juga diserahkan bantuan untuk MDTA Rp250 juta dana program prioritas hibah dan Rp200 juta dana pokir DPRD Kota Bukittinggi.
Secara khusus Erman juga sampaikan terima kasih banyak kepada Dra.Hj. Nurhelmi Djamaan dan keluarga besar yang telah menyerahkan tanah untuk pembangunan masjid, serta seluruh donatur pembangunan masjid yang juga pernah diresmikan shalat Jumat pertamanya di lantai II pada tanggal 20 Februari 1981 oleh Ketua MUI pertama RI, Buya Hamka.
Salah seorang putri Hj. Nurhelmi Djamaan, Patra Rina Dewi, mengatakan, tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid sudah menjadi kesepakatan orangtuanya bersaudara. "Tanah wakaf ini sudah kesepakatan Mama bersaudara, mengajak adik-adiknya bermufakat menyerahkan tanah untuk pembangunan masjid. Hanya berharap Allah SWT bukakan jalan menuju surga-Nya," kata Patra.
Setelah peresmian dilanjutkan dengan shalat jumat berjemaah dengan Khatib Jumat oleh Buya Mas'oed Abidin dan Imam Sholat oleh Buya Mahyeldi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolda Sumbar Teddy Minahasa Putra, Sekdaprov Sumbar Hansastri, Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar, serta tokoh masyarakat Garegeh.
Editor : ranof
Tag :#Jusuf kalla remikan masjid tablighiyah #Garegeh bukittinggi #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMKO BUKITTINGGI IMBAU PENUNDAAN UMRAH IMBAS KONFLIK TIMUR TENGAH
-
WAKO RAMLAN BUKA TSR 1447 HIJRIAH DI MASJID JAMI’ MANDIANGIN SURAU GADANG
-
BANK NAGARI DUKUNG IBADAH HAJI 2025 DENGAN TABUNGAN HAJI MUDA DI SUMATERA BARAT
-
SAFARI RAMADHAN DI BUKITTINGGI, GUBERNUR MAHYELDI INGATKAN PENTINGNYA MENJAUHKAN GENERASI MUDA DARI PERILAKU MENYIMPANG
-
VASKO RUSEIMY: MARI JADIKAN MASJID SEBAGAI PUSAT AKTIVITAS POSITIF MASYARAKAT
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI