HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 24 Juli 2019
Jambore PRB Tingkat Sumbar Di Mentawai, Jadi Ajang Promosi Wisata
Tuapeijat (Minangsatu) — Sebagai Daerah yang tertinggal dan terisolir ternyata Kepulauan Mentawai memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan dan diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Masyarakat setempat, sehingga bisa lepas dari ketertinggalan.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Nasrul Abit saat membuka kegiatan Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang ke—VI, Selasa (23/07) di kawasan wisata pantai Mapadegat desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara.
Ia menyebutkan disamping merupakan ajang saling berbagi pengalaman antar petugas kebencanaan Se-sumbar, kegiatan tersebut juga merupakan momen untuk memperkenalkan potensi pariwisata Mentawai, yang mana alam Mentawai yang terbentang indah itu banyak dikunjungi wisatawan asing.
"Satu-satu kita melihat wisatawan asing lewat di sini, mereka datang ke Mentawai untuk berenang-senang menikmati gulungan ombak, bermain selancar, itu baru yang kita lihat di sini, belum lagi di Pulau Siberut dan Sikakap banyak orang asing berdatangan di Mentawai, " tuturnya.
Menurutnya untuk keluar dari status daerah 3T yakin Tertinggal, Terdepan dan Terluar, Masyarakat Mentawai perlu membuka diri dan mendukung pembanguan dan program pemerintah salah satunya pembangunan jalan trans Mentawai, dimana jalan diyakini merupakan urat nadi pembangunan.
"Mentawai harus membuka diri untuk menerima pembangunan terutama pembangunan jalan trans Mentawai, kalau Mentawai ingin keluar dari ketertinggalan maka yang harus dilakukan adalah percepatan pembangunan Jalan Trans Mentawai, jadi untuk membangun jalan Trans Mentawai tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD Kabupaten dan juga tidak cukup dengan mengandalkan APBD Provinsi, tetapi pak Bupati bersama kami di Provinsi melakukan pendekatan ke Pusat, agar mendapatkan didukung anggaran pusat, " timpalnya
Ia menambahkan bahwa keinginan untuk maju telah dibuktikan oleh Masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, kendati demikian kemajuan tidak menghilangkan Adat dan Budaya Mentawai, karena hal itu merupakan tradisi budaya yang tidak bisa dihilangkan dan harus dipertahankan menjadi iconnya Mentawai.
Disamping keindahan alam Mentawai juga ada potensi bencana yang tidak bisa dipungkiri untuk itu pemerintah melalui instansi terkait kebencanaan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan stakeholder lainnya. "Bagaimana prinsip-prinsip penanggulangan bencana perlu kita tindaklanjuti apa-apa saja yang harus kita lakukan, terutama untuk kegiatan pengurangan resiko bencana," imbuhnya.
Dalam acara pembukaan tersebut turut hadir Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, Unsur Forkopimda Mentawai, Sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Mentawai, ratusan peserta Jambore PRB dan Masyarakat setempat.
Editor : ranof
Tag :Mentawai #Jambore PRB
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MUDIK LEBARAN 2026, PEMPROV SUMBAR TERAPKAN ONE WAY DAN BATASI ANGKUTAN BARANG
-
GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DARI MASYARAKAT SUMBAR UNTUK RAKYAT PALESTINA
-
LEWAT SAFARI RAMADAN, SEMEN PADANG SALURKAN RP22,5 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MDA DAN PENGEMBANGAN MASJID DI SOLOK–PADANG
-
SAFARI RAMADAN SIG DI PT SEMEN PADANG: “CAHAYA RAMADAN, HARMONI KEBERSAMAAN”
-
BERKAH DAUN RAMADHAN FEST 2026 BAGI MASYARAKAT SUMBAR
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL