HOME SOSIAL BUDAYA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Kamis, 16 Juli 2020
Istilah Baru Covid-19, Pakar Linguistik: Kadar Maknanya Lebih Halus
Padang (Minangsatu)-Terkait Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, ada sejumlah penggantian istilah operasional lama menjadi istilah operasional baru.
Kepada Minangsatu, Kamis (16/7), pakar linguistik/ilmu bahasa dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. menyatakan bahwa istilah baru yang digunakan memiliki kadar makna yang lebih halus atau di dalam linguistik/ilmu bahasa dikenal dengan eufemisme.
"Sudut pandang melihat bahasa itu ada dua. Pertama perskriptif yaitu bertolak dari benar salah, tetapi sebagai linguis tidak menganut pandangan itu. Kedua yaitu deskriptif yaitu menganalisis dan mencermati semua data kebahasaan seperti apa adanya. Yang menjadi pertanyaannya ialah mengapa itu terjadi? Jawabannya nanti akan keluar dalam bentuk kaidah linguistik", tuturnya.
Lebih lanjut, beliau menerangkan bahwa kedua istilah tersebut bisa digunakan. Namun, perbedannya terletak pada stigma yang dihadirkan dari suatu penggunaan bahasa. Ada yang dapat merusak rasa, di samping ada juga yang dapat menjaga rasa.
"Kadar makna istilah baru ini lebih halus. Mislanya kasus suspek lebih halus dibandingkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Karena begini, Covid-19 itu kan menimbulkan stigma negatif. Keras, berbahaya, dan menakutkan. Penggunaan istilah baru menurunkan kadar makna menjadi lebih halus dan lebih lunak. Hal ini berperan untuk menetralisir agar situasi yang menakutkan itu menjadi tidak begitu keras. ", jelasnya.
"Jika dipakai teori, Geoffrey Leech, yang satu kadar emotifnya lebih tinggi sedangkan satunya lagi lebih rendah."
Adapun daftar istilah baru yang digunakan dalam operasional kasus Covid-19 sebagai berikut.
1. Kasus Suspek
2. Kasus Probable
3. Kasus Konfirmasi
4. Kontak Erat
5. Pelaku Perjalanan
6. Discarded
7. Selesai Isolasi
8. Kematian
Editor : melatisan
Tag :#Linguistik #Covid 19
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI IMBAU MASYARAKAT TETAP BIJAK DAN TIDAK PANIK TERHADAP ISU KENAIKAN HARGA BBM
-
SHELL KILN NAROGONG 2 DILEPAS, BUKTI TRANSFORMASI BESAR PT SEMEN PADANG DILUAR BISNIS SEMEN
-
JAJAKI PENGGUNAAN SEPABLOCK UNTUK KONSTRUKSI, DIREKTUR HUTAMA KARYA BERTANDANG KE SEMEN PADANG
-
GUBERNUR MAHYELDI LEPAS PESERTA PROGRAM BALIK GRATIS KEMBALI KE JAKARTA
-
SISTEM ONE WAY JALUR PADANG BUKITTINGGI MULAI BERLAKU, PENGENDARA DIMINTA PATUH
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK