HOME OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Rabu, 19 November 2025

IPSI Sumbar Siapkan Gebrakan Besar 2026, Wagub Vasko Tekankan Kebangkitan Silek Tradisi

Wakil Gubernur yang juga Ketua Umum IPSI Sumbar, bersama pengurus yang mengikuti Rapat Kerja di Padang. Foto Adpsb.
Wakil Gubernur yang juga Ketua Umum IPSI Sumbar, bersama pengurus yang mengikuti Rapat Kerja di Padang. Foto Adpsb.

IPSI Sumbar Siapkan Gebrakan Besar 2026, Wagub Vasko Tekankan Kebangkitan Silek Tradisi

 

 

Padang (Minangsatu) - IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Sumatera Barat, 17-18 November 2025 selesai menggelar Rapat Kerja Pengurus IPSI dengan tema “Satu Gerak, Satu Langkah Menuju Pengembangan Silek dan IPSI Sumbar 2026” di Padang. 

Pertemuan dua hari itu menjadi ruang konsolidasi bagi hampir 100 peserta yang mewakili pengurus provinsi dan kabupaten/kota dengan tingkat kehadiran mencapai 90 persen.

Wakil Gubernur (Wagub) yang juga Ketua Umum IPSI Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa silat merupakan salah satu tonggak budaya Minangkabau.

"IPSI memiliki peran strategis dalam memperkokoh identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet," katanya.

Salah satu program yang tengah didorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar adalah integrasi silat ke dalam kegiatan pendidikan.

"Ekstrakurikuler silat tradisi diwajibkan di sekolah-sekolah tingkat SMA yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi, guna memastikan regenerasi pesilat tradisi terus berjalan," katanya.

Vasko menyebutkan bahwa dari sekitar 200 aliran silek yang pernah ada, kini hanya tersisa sekitar 50 aliran. Hal tersebut menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat bahwa upaya pelestarian harus dilakukan secara serius.

Dengan adanya kebijakan ini, para guru silek dan tuo-tuo tradisi kembali dicari oleh sekolah untuk mengajarkan ilmu. “Jika generasi muda bangga dengan budaya lokalnya, maka silat akan hidup kembali,” katanya.

Vasko mengusulkan agar IPSI Sumbar membuat agenda yang menghadirkan seluruh atlet silat di Sumbar dalam satu kegiatan besar di ruang terbuka, bukan di matras agar nilai-nilai tradisi dapat dirasakan secara lebih nyata.

“Kita ingin tercatat dalam sejarah sebagai generasi yang kembali menghidupkan silek tradisi di Sumbar,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah menuntaskan pembayaran bonus atlet dari tahun sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Vasko Ruseimy juga menyinggung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026 mendatang.

"IPSI diharapkan mengambil peran besar dan turut memperkuat posisi pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan sekaligus kebanggaan daerah," katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Sumbar, Alvira, menekankan bahwa pembangunan olahraga tidak bisa berhenti pada pencapaian prestasi semata.

"Keberlanjutan ekonomi atlet perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar para atlet berprestasi tidak berpindah ke daerah lain karena alasan kesejahteraan. Regulasi mengenai perpindahan atlet memang ada, namun aspek pembinaan jangka panjang tetap menjadi hal yang lebih penting," katamya.

Alvira menjelaskan bahwa indikator keberhasilan olahraga setidaknya terdiri atas tiga komponen, yakni perkembangan cabang olahraga, tumbuhnya industri olahraga, dan kontribusi ekonomi kepada masyarakat.

Perwira Menengah (Pamen) Polri itu mengatakan, pengelolaan olahraga modern tidak bisa hanya mengandalkan individu yang berlatar belakang olahraga.

"Dibutuhkan pula dukungan dari mereka yang bergerak di bidang manajemen, ekonomi kreatif, budaya, hingga pemasaran agar olahraga dapat berkembang secara utuh. Saya berharap raker tahun ini mampu menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia silat di Sumbar," tuturnya.

 

 

 

 


Wartawan : Adpsb
Editor : ranof

Tag :#silek minang #raker pengurus ipsi sumbar #wagub vasko #sumbar

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com