HOME BIROKRASI KABUPATEN DHARMASRAYA
- Senin, 25 November 2019
Ikuti Arahan Presiden, Bupati Dharmasraya Kaji Ulang Target Perda Tahun 2020
Dharmasraya (Minangsatu)--Bupati Dharmasraya Sutan Riska Perintahkan Kabag Hukum Setda Irwan Zamrud, SH, MH, untuk kaji ulang target Peraturan daerah (Perda) tahun 2020. Semula, Pemkab sudah sepakat dengan DPRD bahwa pada tahun depan, target pembuatan Perda dipatok sebanyak 17 buah, termasuk Perda APBD 2021 dan Perda Perubahan APBD 2020.
Namun setelah mendapat arahan dari presiden, maka bupati, mengurungkan niatnya untuk membatalkan kembali 19 macam rencana pembentukan Perda tahun 2020, tersebut.
"Saya minta Kabag Hukum mengkaji ulang target pembuatan Perda tahun 2020. Saya minta tujuh saja, yang lainnya dibatalkan. Bila perlu tujuh Perda itu termasuk Perda pembatalan Perda yang bergesekan dengan hambatan investasi," kata Sutan Riska saat memberi arahan dalam rapat kerja Forkopimda dengan jajaran Pemkab Dharmasraya, beberapa waktu lalu di Auditorium kantor bupati setempat.
Menurut Sutan Riska, rencana pembuatan Perda untuk tahun 2020 mendatang perlu kiranya dilakukan negosiasi ulang, karena dinilai adanya dugaan sejumlah Perda akan di ajukan tersebut, memiliki potansi menghambat investasi.
Ia juga menyebutkan bahwa, cukup lama Dharmasraya paceklik investasi, baik di sektor pertanian, pertambangan maupun perdagangan. Investasi di Dharmasraya belakangan didominasi oleh investasi pemerintah, seperti pembangunan GI di Sungai Rumbai oleh PLN, Pembangunan jalan nasional dan sejumlah jembatan oleh Kementerian PUPR dan juga replanting kebun kelapa sawit dan juga pembangunan infrastruktur yang dananya berasal dari APBD.
Bupati menduga, paceklik investasi ini salah satunya disebabkan oleh adanya Perda dan sikap birokrasi yang masih belum ramah dengan investor. Dan ternyata dugaan bupati itu diamini oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulau Pulau Punjung Hari Wahyudi, SH. Menurutnya, salah satu penyebab seretnya investasi masuk ke daerah disebabkan oleh adanya banyak aturan termasuk Perda yang bergesekan dengan investasi.
Ia menegaskan kejaksaan yang dia pimpin akan membantu upaya Pemkab Dharmasraya untuk meneliti Perda bermasalah yang menghambat investasi.
Sementara itu, Kapolres AKBP Imran Amir juga menyatakan kesediaannya untuk menciptakan rasa aman berinvestasi di Dharmasraya. Menurutnya, sepanjang tidak menimbulkan dampak lingkungan dan tidak meresahkan masyarakat, investor tidak boleh diganggu. Jika ada pihak pihak yang mengganggu investasi, maka akan berhadapan dengan aparat keamanan. Hal tersebut juga akan dilaksanakan oleh aparat TNI yang ada di Dharmasraya, pungkasnya.
Editor : melatisan
Tag :#perda #kaji ulang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BENTUK GARDA PANCASILA, KESBANGPOL DHARMASRAYA PERKUAT KARAKTER GENERASI BANGSA
-
UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA BERLANGSUNG KIDMAT. WAKIL BUPATI DHARMASRAYA AMBIL KENDALI IRUP
-
BUPATI ANNISA GERAK CEPAT MENANGANI JALAN AMBLAS DI KURNIA SELATAN
-
KABUPATEN DHARMASRAYA RAIH WTP MURNI ATAS LKPD TAHUN 2025 DARI BPK-RI
-
BUPATI DHARMASRAYA INGATKAN PKS MEMBELI TBS AGAR BERPEDOMAN KEPADA PENETAPAN HARGA PEMBELIAN DIKELUARKAN DISBUN SUMBAR
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA