HOME EKONOMI KOTA PADANG PANJANG
- Kamis, 27 Januari 2022
Harga Migor Turun, Pedagang Kuliner Mulai Sedikit Lega
Pd. Panjang (Minangsatu) - Puluhan pedagang kecil atau kuliner di Kota Padang Panjang, kini mulai sedikit bisa bernafas lega setelah Pemerintah keluarkan kebijakan "Satu Harga" untuk jenis minyak goreng subsidi dari harga Rp 19 ribu/liter menjadi Rp 14 ribu/liter.
Menurut, Rita, 45, salah seorang pedagang gorengan, semenjak terjadi kenaikan harga Migor begitu fantastis beberapa waktu lalu. Ia sangat merasakan imbasnya.
"Jangankan untung yang kita harapkan, buat pulang modal saja susah. Mau dinaikan harga jual, omset penjualan sudah pasti turun," tuturnya sedikit lega dengan harga Migor Rp 14 ribu/liter.
Sementara pedagang lain, Eni, 54, berharap Pemerintah tetap lakukan kontrol yang kuat terhadap harga pasar jenis Migor ini.
"Atas nama pedagang yang telah lama di dera harga Migor yang naik menggila, tentu dengan adanya Migor subsidi dengan harga Rp 14 ribu/liter terasa sangat membantu sekali pada pelaku UKM," sebutnya.
Kadis Perdakop UKM Kota Padang Panjang, Jevi Cater Eka Putra secara terpisah menambahkan, mudah-mudahan langkah kebijakan "Satu Harga" jenis Migor ini bisa sedikit ringankan beban warga bergerak di usaha kecil menengah.*
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BANTU WARGA DAPATKAN BAHAN POKOK TERJANGKAU, PEMKO GELAR OPETASI PASAR MURAH
-
TP-PKK PADANG PANJANG BERBAGI TAKJIL, DI BELI KE PEDAGANG KULINER LOKAL
-
PASAR PUSAT PADANG PANJANG, SEJUMLAH KOMODITAS TURUN HARGA
-
HARGA CABAI HIJAU, MERAH, DAN RAWIT TURUN SERENTAK
-
PEDAGANG LOS A PASAR PUSAT MINTA WAKO SIDAK KONDISI PASAR YANG SEPI PEMBELI
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL