HOME EKONOMI NASIONAL

  • Rabu, 1 April 2026

Harga Emas April Berpeluang Bangkit, Sinyal Teknikal Tunjukkan Arah Bullish Kuat

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Naik Tipis
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Maret 2026 Naik Tipis

Harga Emas April Berpeluang Bangkit, Sinyal Teknikal Tunjukkan Arah Bullish Kuat

Bandung - Harga emas kembali menjadi sorotan setelah lonjakan harga energi global memicu ketidakpastian ekonomi. Dalam sebulan terakhir, harga minyak jenis Brent crude oil melonjak hingga 43,38 persen akibat eskalasi perang yang memicu kekhawatiran pasokan. Lonjakan ini bukan hanya memukul sektor energi, tetapi juga memperbesar risiko inflasi di berbagai negara dan memengaruhi arah kebijakan moneter global.

Kenaikan harga energi membuat tekanan inflasi semakin nyata. Kondisi ini menyulitkan bank sentral di banyak negara untuk melonggarkan kebijakan suku bunga. Harapan penurunan suku bunga acuan pun semakin samar. Dalam situasi seperti ini, emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai justru kehilangan sebagian daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset, yang biasanya bersinar saat suku bunga rendah.

Meski secara fundamental emas menghadapi tantangan dari sisi kebijakan moneter, analisis teknikal menunjukkan gambaran yang berbeda. Dalam perspektif bulanan atau monthly time frame, tren harga emas masih berada dalam jalur bullish yang kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 hari berada di level 75. Angka ini menandakan bahwa emas masih berada dalam tren naik, meskipun sudah memasuki wilayah jenuh beli atau overbought.

Sinyal menarik datang dari indikator Stochastic RSI 14 hari yang justru menyentuh angka 0. Posisi ini menunjukkan kondisi sangat jenuh jual atau oversold. Kombinasi RSI tinggi dan Stochastic RSI sangat rendah sering kali menjadi pertanda potensi pembalikan arah naik dalam waktu dekat.

Pivot Harga Emas Jadi Kunci Pergerakan

Untuk perdagangan bulan April, pivot point penting berada di level US$ 4.738 per troy ons. Level ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu bertahan di atas titik ini, maka peluang kenaikan semakin terbuka.

Resisten pertama berada di US$ 4.772 per troy ons yang juga bertepatan dengan Moving Average (MA) 5. Jika mampu menembus level ini, emas berpeluang melanjutkan penguatan ke area US$ 4.817 hingga US$ 5.377 per troy ons. Dalam skenario paling optimistis, target resisten terjauh berada di level US$ 6.698 per troy ons.

Namun, skenario penurunan tetap perlu diwaspadai. Jika harga justru melemah dan menembus support US$ 4.575 per troy ons, maka tekanan jual bisa membawa harga turun ke rentang US$ 4.234 hingga US$ 3.737 per troy ons. Bahkan dalam skenario paling pesimistis, harga berisiko menuju US$ 2.0715 per troy ons.

Dengan kombinasi tekanan fundamental dari lonjakan harga energi dan sinyal teknikal yang masih mengarah bullish, pergerakan harga emas pada April menjadi fase krusial. Investor dan pelaku pasar perlu mencermati level pivot serta respons harga di area resisten dan support untuk membaca arah tren selanjutnya.


Wartawan : ads
Editor : boing

Tag :harga emas, analisis teknikal emas, RSI emas, pivot point emas, harga minyak brent, inflasi global, kebijakan suku bunga, investasi emas

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com