HOME PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Selasa, 14 September 2021
Gubernur Sumbar; Semua Harus Berperan Menekan Korupsi Di Daerah
Padang (Minangsatu) - Peran masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penting untuk diperkuat guna meminimalkan potensi dan celah terjadinya tindakan melanggar hukum tersebut di daerah.
"Untuk menekan korupsi di daerah tidak bisa hanya melibatkan satu komponen atau satu lembaga saja. Semuanya harus ikut berperan dan memiliki pemahaman yang sama untuk memeranginya termasuk masyarakat," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan Peningkatan Kapabilitas dan Pemberdayaan Masyarakat Antikorupsi yang digelar KPK RI di Padang, Selasa (14/9/2021).
Gubernur mengatakan peran masyarakat itu dijamin oleh PP Nomor 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peranserta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam PP itu disebutkan masyarakat dapat berperan membantu upaya pencegahan dan mengatasi tindak pidana korupsi. Peranserta dilakukan dalam bentuk mencari, memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan tindak pidana korupsi.
Hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak hukum yang menangani perkara tindak pidana korupsi, dan hak untuk mendapatkan jawaban atas laporan yang diberikan kepada penegak hukum serta hak untuk mendapatkan perlindungan. "Kami berterima kasih kepada KPK yang memilih Sumatera Barat dari lima provinsi di Indonesia untuk pelaksanaan bimbingan teknis dan penyuluhan ini," ujarnya.
Plt Deputi Bidang Pendidikan dan Peranserta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana mengatakan saat ini lembaganya memiliki tiga strategi dalam upaya pemberantasan korupsi.
Pertama penindakan. Selama ini sebagian besar orang menganggap tugas KPK itu adalah menangkap orang. Namun harus diakui bahwa penindakan saja tidak bisa menyelesaikan semua masalah apalagi jumlah personel KPK secara total hanya 1.600 orang dengan 300 orang penyidik.
Dibandingkan luas Indonesia, jumlah personel itu tentu tidak memadai. Karena itu perlu upaya lain yang dilakukan untuk memerangi korupsi. Upaya itu masuk dalam langkah kedua dan ketiga yaitu pencegahan dan pendidikan.
Pencegahan dilakukan dengan cara memperbaiki sistem administrasi pemerintahan baik pusat maupun daerah untuk menutup celah-celah kemungkinan orang melakukan tindak pidana korupsi. Untuk strategi pendidikan adalah bagaimana mendorong masyarakat memiliki nilai-nilai anti korupsi dan integritas sejak dini. "Tiga strategi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh KPK karena itu butuh dukungan bersama," ujarnya. Ia berharap setelah mendapatkan bimbingan teknis peran masyarakat Sumbar untuk mencegah tindak pidana korupsi bisa dimaksimalkan.
Bimbingan teknis itu digelar selama tiga hari 14-16 Sepetember 2021 diikuti oleh masyarakat yang terpilih termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan kaum perempuan.
Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Hansastri, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat Brigjen Pol Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Anwarudin Sulistyono, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumbar, Bustavidia, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar, Jefrinal Arifin serta seluruh peserta bimbingan teknis.
Editor : ranof
Tag :#kok#masyarakat anti korupsi#bimtek#gubernur#sumbar#mahyeldi#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR SUMBAR: SEMANGAT PDRI JADI INSPIRASI PERJUANGAN DUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA
-
LEPAS 340 PENERIMA BEASISWA SAWIT, GUBERNUR MAHYELDI : JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN
-
LUASNYA PLATFORM DIGITAL, GUBERNUR MAHYELDI : TINGKATKAN PENGAWASAN DAN BERIKAN LINGKUNGAN YANG BAIK BUAT ANAK
-
MENANAM BENIH WAKAF DAN SPIRIT HAJI MUDA: MERAJUT KARAKTER DAN LITERASI SYARIAH GENERASI EMAS SUMBAR
-
GUBERNUR MAHYELDI DORONG UNAND JADI PUSAT INOVASI ENERGI MASA DEPAN
-
UJIAN HAKIM: ANTARA KASAR, KASIR, DAN KASUR
-
JEJAK PENGABDIAN HAN LAKSANAKAN KEGIATAN DISKUSI TERBUKA TERKAIT HUNIAN TETAP DI NAGARI SUNGAI BATANG
-
LILIPALY MENJADI PEMBEDA, TETAPI KONSISTENSI HARUS MENYUSUL
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK