HOME OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Minggu, 1 September 2024
Dua Veteran PON Papua Bertekad Pertahankan Medali Di Aceh
Padang (Minangsatu) - Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Sumatera Barat meloloskan dua atlet terbaiknya ke Pelan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Multi Iven terakbar di Indonesia ini telah kini tengah berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Untuk PON kali ini PABSI Sumbar diperkuat dua atlet senior eks PON Papua. Mereka adalah Pardani yang mengoleksi medali Perak di Papua.
Satu atlet lagi adalah Mayang Sari gagal memberikan hasil maksimal karena faktor kesehatan.
Pelatih Angkat Besi Sumbar Muhidin Sadar mengatakan, kondisi dua atlet saat ini dalam kondisi baik dan siap bertanding.
"Khusus untuk Mayang Sari saat ini sudah kita siapkan secara maksimal. Target kita di PON ini adalah kembali menyumbang medali."
"Sesuai arahan Ketua KONI Sumbar, kita akan bertanding dan fokus memberikan hasil maksimal," ujarnya saat pelepasan atlet di BIM, Minggu (1/9)
Ia menyebut, baik atlet dan pelatih tidak memikirkan keterbatasan dan hambatan selama ini terkait persiapan.
"Itu tidak penting. Kita akan fokus pada kejuaraan," ungkapnya.
Cabor Angkat Besi berlangsung di Aceh dengan venue yang sama dengan Angkat Berat. (*)
Editor : Benk123
Tag :#konisumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERSIAPAN LIGA 4 SUMBAR MUSIM 2025/2026, PSP PADANG MULAI SELEKSI PEMAIN
-
IPSI SUMBAR SIAPKAN GEBRAKAN BESAR 2026, WAGUB VASKO TEKANKAN KEBANGKITAN SILEK TRADISI
-
GUBERNUR MAHYELDI SERAHKAN BONUS RP9 KEPADA ATLET DAN PELATIH BERPRESTASI DI SUMBAR; KOMPAK TERUS
-
MAHYELDI AJAK KONI SUMBAR KOMPAK DAN BERSATU MAJUKAN OLAHRAGA
-
PSSI SUMBAR GELAR KONGRES BIASA TAHUNAN 2025, BERIKUT POIN-POIN PENTINGNYA
-
PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN PADA FURNITURE BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
-
DIMANA MUSEUM KOTA BUKITTINGGI?
-
"ANAK DARO" DIKLAIM KOPI KERINCI JAMBI OLEH ROEMAH KOFFIE, POTENSI PENCAPLOKAN BUDAYA MINANG PICU KONTROVERSI
-
MEMBUMIKAN KOPI MINANG: DARI SEJARAH 1840 HINGGA GERAKAN MENANAM KAUM
-
FWK MEMBISIKKAN KEBANGSAAN DARI DISKUSI-DISKUSI KECIL