HOME KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 11 Maret 2020
Dialog Publik Di TVRI, Wagub NA Bicara Kewaspadaan Terhadap COVID-19
Padang (Minangsatu) - Dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona/covid-19, pemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan pengetatan di jalur masuk dan keluar. Terlebih Iran, Korea Selatan, Italia, dan Jepang yang dilarang masuk untuk sementara waktu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat Dialog Publik pada Selasa (10/3) di studio TVRI Sumbar.
Dialog Publik yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumbar itu adalah sebagai salah satu bentuk kinerja terkait Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas informasi publik. Tidak hanya Wagub, Linarni Jamil sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumbar juga turut dihadirkan.
Lebih lanjut, Wagub Sumbar menjelaskan bahwa di Bandara Internasional Minangkabau telah dipasang satu alat untuk memonitor para penumpang. Bagi penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, akan dikirim langsung ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang dengan bantuan tim medis.
Pengetatan juga dilakukan di Teluk Bayur sebagai jalur masuk dan keluar transportasi laut. Dalam hal ini, pemprov Sumbar menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Tidak ketinggalan, pengetatan di Muara Padang dan Bunguih, meskipun belum dilakukan sedemikian rupa.
Hingga saat ini, RSUP M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan utama untuk penanganan pasien suspect covid-19 di Sumbar sudah menyediakan delapan ruang isolasi bertekanan negatif guna menahan udara di dalam tidak mengalir keluar. Tidak ketinggalan, tim khusus dan 200 Alat Pelindung Diri (APD) yang siap sedia.
Di samping itu, perlu bagi setiap orang meningkatkan imunitas tubuh demi mencegah atau mengantisipasi diri terinfeksi covid-19. Pasalnya, vaksin untuk covid-19 ini belum ditemukan. Beberapa upaya preventif yang dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Berperilaku hidup bersih dan sehat.
2. Mencuci tangan debgan sabun dan air mengalir.
3. Terapkan etika batuk, yaitu menutup mulut dan hidung dengan bagian dalam siku atau tisu.
4. Gunakan masker bagi yang sakit.
5. Mengonsumsi gizi seimbang, terutama sayur dan buah.
6. Kurangi mengonsumsi Garam, Gula, dan Lemak (GGL).
7. Hindari memegang sarana umum secara sembarangan, seperti eskalator.
8. Segera datangi layanan kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi covid-19. Terlebih bagi yang baru pulang dari perjalanan luar negeri dan berkemungkinan melakukan interaksi dengan penderita.
Sebagai penutup, Wagub Sumbar mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilisasi ke luar negeri. Demikian pula halnya dengan penggerak pariwisata agar dapat bersabar terlebih dahulu. "Tingkat kesehatan jauh lebih penting dibandingkan memasukkan devisa ke sini. Jika devisa masuk dan ekonomi baik, tetapi kita semua sakit, juga tidak akan ada gunanya" pungkasnya. ( HMS-SUMBAR)
Editor : boing
Tag :#sumbar #waspadacorona #tvrisumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SYAMEL MUHAMMAD RESMI PIMPIN YKI SUMBAR, GUBERNUR MAHYELDI AJAK PERKUAT SINERGI PENANGGULANGAN KANKER
-
GUBERNUR DUKUNG ATLET DISABILITAS INTELEKTUAL DAN APRESIASI LAYANAN KESEHATAN GRATIS ATLET SOINA SUMBAR
-
HARI GIZI NASIONAL, GUBERNUR MAHYELDI, MINTA PEMENUHAN GIZI TERINTEGRASI DENGAN DUNIA PENDIDIKAN
-
FKUI–RSCM PERKUAT LAYANAN BEDAH SARAF DI RSUD M. NATSIR SOLOK, GUBERNUR MAHYELDI BERHARAP KOLABORASI INI TERUS BERJALAN
-
JALAN SANTAI WARGA SUMBAR DI PADANG, MERIAH MENUJU BADAN SEHAT BERSAMA GUBERNUR MAHYELDI
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI