HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
- Sabtu, 15 Agustus 2020
Bupati Mentawai Temu Ramah Dengan Yayasan BUMN Untuk Indonesia
Mentawai (MInangsatu) - Bupati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Yudas Sabaggalet menceritakan bagaimana terbentuknya Daerah Kabupaten Mentawai dengan jumlah penduduk saat ini 93 ribu jiwa lebih.
Kronologis terbentuknya daerah adminstratif Kepualauan Mentawai yang keluar dari Kabupaten induknya, Kabupaten Padang Pariaman, dipaparkan Yudas Sabaggalet dihadapapan Yayasan BUMN dalam serangkaian temu ramah di Sekretariatan kantor Bupati Mentawai, Jumat (14/8/2020).
" Pertama berdiri, Kabupaten Kepulauan Mentawai terdiri dari 4 kecamatan. Saat ini tekah berkembang menjadi 10 kecamatan," papar Bupati Mentawai.
Kunjungan rombongan Yayasan BUMN Jakarta ke Mentawai karena daerah kepualauan tersebut merupakan Pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Negara Luar. Karena letak geografis itulah, Mnetawai harus menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Pusat .
Ketua Yayasan BUMN Arjawan selain memperkenalkan rombongan, dirinya juga menjelaskan soal organisasi yang dibentuk pada 10 januari 2019 oleh Menteri BUMN Erik Tohir. " Pendirian Yayasan BUMN ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita di daerah terpencil dan terluar, seperti Mentawai ," kata Arjawan
Dihadapan rombongan yang terdiri dari Dr. Nanang yang bertugas di Wisma Atlit Jakarta sebagai dokter Covid 19, Ketua Yayasan BUMN Jakarta untuk Indonesia mengajak, dalam Pademi Covid 19 semua harus sangat mematuhi protokoler kesehatan. Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mentawai yang telah menerima dengan hangat dan menyampaikan profil daerah Mentawai.
Menandai kunjungan itu, Ketua Yayasan BUMN Untuk Indonesia Arjawan selain memperkenalkan program, juga menyerahkan 2000 buah Kelambu Untuk di sumbangkan kepada masyarakat guna mengatasi gigitan nyamuk.
" Kita menyerahkan kelambu sebagai ole-ole dari Jakarta," ucap Arjawan.
Ia menyebutkan, ke depan Yayasan BUMN Untuk Indonesia juga akan memberikan bantuan mesin untuk memproses kelapa sampai menjadi minyak kelapa. Produksi hulu ke hilir tentu saja ini harus ada seorang penjaga dalam pengoperasiannya.
Mengakhiri pertemuan, rombongan Yayasan BUMN Untuk Indonesia berkesempatan makan malam bersama Bupati Mentawai dan jajaran, serta melakukan konprensi Pers terrkait Kunjungannya di Mentawai.
Arjawan mengatakan, kehadirannya ke Mentawai untuk membantu masyarakat melalui kelompok UMKM dengan memberikan dua buah mesin Pemarut kelapa hingga menjadi minyak goreng. Mesin tersebut untuk memproses minyak kopra, sehingga kelak penghasilan masyarakat akan bertambah.
Editor : melatisan
Tag :#Mentawai #Yayasan BUMN #Sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PERERAT SILATURAHMI RAMADHAN, KAPOLRES MENTAWAI GELAR BUKA BERSAMA FORKOPIMDA DAN WARTAWAN
-
KAPOLRES KEPULAUAN MENTAWAI PIMPIN SERTIJAB KABAG SDM HINGGA KAPOLSEK SIKAKAP
-
KAJARI MENTAWAI DAN DISKOPERINDAG GELAR PASAR MURAH "RAMADHAN BERKAH" DI PASAR IBU KM 7
-
GEBRAKAN LAYANAN KESEHATAN! MENTAWAI TERIMA BANTUAN KAPAL BOAT AMBULANS SENILAI RP300 JUTA DARI YAMAHA
-
LISTRIK DI SIPORA: PERTEMUAN PEMDA MENTAWAI DAN PLN UP3 PADANG BELUM TEMUI TITIK TEMU PERMANEN
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL