HOME SOSIAL BUDAYA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
- Jumat, 22 Mei 2026
Bupati Kep.Mentawai DR.Rinto Wardana Menutup Gelaran Mentawai Surfing Competition Bupati Cup 1 Road QS6000
Tuapeijat Mentawai (Minangsatu) - Pergelaran Surfing Competision Bupati Cup 1 Road QS 6000 yang berlangsung 3 hari di Pantai Mapaddegat lokasi tandingnya di Spot Ombak Teleskop Pantai Paddegat resmi ditutup Bupati Mentawai DR.Rinto Wardana pukul 20.00 wib, Kamis (21/05/2026) di Homestay Paddegat Sipora Utara.
Penutupan yang berlangsung sukses dan sangat meriah ini diawali sambutan Bupati Kep.Mentawai DR.Rinto Wardana, yang mengatakan mohon maaf atas tidak sempatnya saya hadir pada saat pembukaan gelaran Surfing Bupati Cup Competision Mentawai pada hari selasa yang lalu hingga pembukaan oleh Wabup Jakop Saguruk ucap Bupati.
Bupati sangat meng apresiasi kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan terima kasih kepada Penyelenggara Dinas Pariwisata dan beserta segala unsur yang terlibat hingga sukses nya kegiatan Surfing Kompetision Bupari Cup QS 6000 Pro 2026 ,lanjutnya Bupati menyapa seluruh hadirin dan masyarakat tuapeijat, Bupati Katakan bahwa nanti ditempat ini Homestay padddegat ini akan kita tempatkan sebagai pusat kegiatan ucap Bupati dimana nantinya akan membangkitkan ekonomi masyarakat karena masyarakat bisa berjualan disini , Dengan Dimulai nya kegitan Surfing ini merupakan awal dari salah satu kegiatan yang dapat menjadikan Mentawai sebagai pusat kunjungan wisata Surfing Dunia kedepan nya Mèntawai akan menjadi pusat tujuan Dunia bagi pemain pemain surfing internasional.
Bupati nantinya akan.menkalaborisasi kegiaatan surfing dan pertunjukan Budaya sikerei
Dengan adanya kegiatan seperti ini sudah jelas akan dapat nanti menambah pemasukan ekonomi masyarakat kita, dan Bupati juga tekan kan kegiatan seperti ini akan kita adakan disetiap pulau nantinya , bisa saja tahun depan di Sikakap tahun depan nya lagi di Sibeurut ujar Bupati dan juga mengucapkan selamat kepada para pemenang dalam lomba Surfing Kompetision Bupati Cup1 QS 6000 tahun 2026 di Sipora utara .
Setelah sambuatan Bupati DR. Rinto Wardana langsung menutup kegiatan Surfing Kompetision Bupati Cup 1 secara Resmi dengan memukul gong dan didampingi para pimpinan Forkopimda Mentawai.
Peraih juara dalam pertandingan Surfing Kompetision Bupati Cup 1 sebagai berikut :
Juara
Result Man Shortboard
1. Izrel sababalat
2. Jayden wilcoxen
3. Rivalto
Harapan man
1. Eli Azar
2. Ifran saepu
3. Agustian Riko
Result Women Shortboard
1. Aura Zeflin
2. ?Celine Waoma
3. Jeni
Harapan Women
1. Riris Aritonang
![]() |
Dandim Mentawai Letkol Bambang Budi Ariyanto bersama Bupati menyerahkan Hadiah Pemenang Putra Surfing Bupati Cup 1 qs 6000 Mentawai
Pada kesempatan berbeda setelah selesai penutupan dapat mewawancarai Ketua PSOI Provinsi Sumbar Hari Agamar ,apa penilaian kusus dan masukan apa yang dapat bapak simpulkan dalam kegiatan Surfing Kompetision Bupati Cup 1 Mentawai ini Bapak Ketua ???
Ketua PSOI mengatakan : Surfing qs3000 menuju Mentawai Pro 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Pengprov PSOI Sumatera Barat, Harry Algamar. Menurutnya, pelaksanaan kompetisi tahun ini menunjukkan kesiapan Mentawai sebagai destinasi selancar kelas dunia sekaligus pusat lahirnya atlet-atlet surfing masa depan Indonesia.
Event yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama PSOI Mentawai dan didukung Dinas Pariwisata serta unsur olahraga daerah itu dinilai berjalan sangat baik sejak pembukaan hingga pelaksanaan babak awal kompetisi.
Harry Algamar menegaskan, jalannya pertandingan dari round pertama hingga round kedua berlangsung lancar dengan dukungan cuaca cerah dan kualitas ombak yang sangat mendukung penampilan para atlet.
“Persiapannya sangat bagus. Panitia bekerja maksimal, mulai dari Dinas Pariwisata, pengurus olahraga daerah, hingga tim PSOI lokal yang memang sudah berpengalaman menangani event surfing. Dari pembukaan sampai round 1 dan round 2 semuanya berjalan lancar,” ujarnya saat ditemui awak Indomen di Kawasan Wisata homestay Mapadeggat (19/05/2026).
Menurut Harry, pengalaman panjang PSOI dan panitia lokal menjadi faktor penting keberhasilan event. Ia menilai Mentawai sudah memiliki fondasi kuat untuk terus mengembangkan kompetisi surfing bertaraf nasional hingga internasional.
Selain faktor teknis penyelenggaraan, kualitas para peserta juga menjadi sorotan utama. Sejumlah surfer tampil agresif dengan manuver-manuver yang menghasilkan skor tinggi. Bahkan, sejak hari pertama pelaksanaan, sejumlah nama mulai terlihat sebagai kandidat kuat juara.
“Peserta menampilkan skill yang luar biasa. Ada beberapa heat dengan skor tinggi dan sebenarnya calon-calon pemenang sudah mulai kelihatan dari performa hari ini,” katanya.
Ia juga menyinggung hadirnya sejumlah atlet berpengalaman yang telah memiliki jam terbang internasional seperti Dilan, Kia, dan Alin. Kehadiran para surfer berlevel dunia itu dinilai memberi warna tersendiri bagi kompetisi sekaligus menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda Mentawai.
Menurut Harry, kompetisi seperti ini sangat penting untuk mempercepat regenerasi atlet surfing daerah. Ia melihat banyak bibit muda lokal memiliki potensi besar apabila diberikan ruang kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
“Mentawai ini gudangnya ombak dunia. Potensinya luar biasa. Tinggal bagaimana kompetisi diperbanyak supaya anak-anak lokal punya pengalaman bertanding. Dari sini nanti bisa lahir atlet untuk level QS, nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Namun di balik suksesnya pelaksanaan event, Harry juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan surfing competition di Mentawai, terutama terkait akses lokasi ombak yang mayoritas berada dilaut
![]() |
Bupati Kep Mentawai DR.Rinto Wardana Menyerahkan Hadiah Pertama Kepada women Aura Zeflin dengan Hadiah uang tunai Rp 5.000.000 ( lima juta rupiah)
Ketua Umum Pengprov PSOI Sumbar, Harry Algamar : “Jangan Biarkan Anak Mentawai Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Mentawai Gelaran event surfing bertajuk Mentawai Surfing Competition Bupati Cup Road QS6000 Mentawai Pro 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum Pengprov PSOI Sumatera Barat, Harry Algamar. Menurutnya, pelaksanaan kompetisi tahun ini menunjukkan kesiapan Mentawai sebagai destinasi selancar kelas dunia sekaligus pusat lahirnya atlet-atlet surfing masa depan Indonesia.
Event yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama PSOI Mentawai dan didukung Dinas Pariwisata serta unsur olahraga daerah itu dinilai berjalan sangat baik sejak pembukaan hingga pelaksanaan babak awal kompetisi.
Harry Algamar menegaskan, jalannya pertandingan dari round pertama hingga round kedua berlangsung lancar dengan dukungan cuaca cerah dan kualitas ombak yang sangat mendukung penampilan para atlet.
“Persiapannya sangat bagus. Panitia bekerja maksimal, mulai dari Dinas Pariwisata, pengurus olahraga daerah, hingga tim PSOI lokal yang memang sudah berpengalaman menangani event surfing. Dari pembukaan sampai round 1 dan round 2 semuanya berjalan lancar,” ujarnya saat ditemui awak Indomen di Kawasan Wisata homestay Mapadeggat (19/05/2026).
Menurut Harry, pengalaman panjang PSOI dan panitia lokal menjadi faktor penting keberhasilan event. Ia menilai Mentawai sudah memiliki fondasi kuat untuk terus mengembangkan kompetisi surfing bertaraf nasional hingga internasional.
Selain faktor teknis penyelenggaraan, kualitas para peserta juga menjadi sorotan utama. Sejumlah surfer tampil agresif dengan manuver-manuver yang menghasilkan skor tinggi. Bahkan, sejak hari pertama pelaksanaan, sejumlah nama mulai terlihat sebagai kandidat kuat juara.
“Peserta menampilkan skill yang luar biasa. Ada beberapa heat dengan skor tinggi dan sebenarnya calon-calon pemenang sudah mulai kelihatan dari performa hari ini,” katanya.
Ia juga menyinggung hadirnya sejumlah atlet berpengalaman yang telah memiliki jam terbang internasional seperti Dilan, Kia, dan Alin. Kehadiran para surfer berlevel dunia itu dinilai memberi warna tersendiri bagi kompetisi sekaligus menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda Mentawai.
Menurut Harry, kompetisi seperti ini sangat penting untuk mempercepat regenerasi atlet surfing daerah. Ia melihat banyak bibit muda lokal memiliki potensi besar apabila diberikan ruang kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.
“Mentawai ini gudangnya ombak dunia. Potensinya luar biasa. Tinggal bagaimana kompetisi diperbanyak supaya anak-anak lokal punya pengalaman bertanding. Dari sini nanti bisa lahir atlet untuk level QS, nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Namun di balik suksesnya pelaksanaan event, Harry juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan surfing competition di Mentawai, terutama terkait akses lokasi ombak yang mayoritas berada jauh dari daratan.
Menurutnya, karakteristik spot surfing di Mentawai berbeda dengan banyak daerah lain karena membutuhkan mobilisasi menggunakan bot. Hal itu membuat kebutuhan logistik dan operasional menjadi lebih kompleks.
“Sebagian besar spot ombak di Mentawai harus ditempuh menggunakan bot. Juri, panitia, kru dokumentasi semua harus bergerak di laut. Ini tantangan besar dibanding event di darat,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap pelaksanaan live streaming dan dokumentasi pertandingan. Harry menjelaskan, upaya menayangkan kompetisi secara penuh dari pagi hingga sore bukan perkara mudah karena kru harus bertahan seharian di tengah laut.
“Kalau mau live streaming penuh, kameramen dan peralatan harus berada di bot terus. Itu tidak mudah karena ada risiko mabuk laut dan kondisi ombak yang berubah-ubah. Kameramen juga harus punya basic surfing supaya tahu angle dan feel pengambilan gambar,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap mendorong adanya penguatan dokumentasi digital sebagai bagian dari promosi pariwisata Mentawai ke dunia internasional. Ia menyarankan agar Kominfo maupun media dapat ikut melakukan pengambilan gambar langsung di tengah laut untuk kebutuhan dokumentasi tertentu.
“Kalau belum bisa full streaming seharian, minimal ada dokumentasi one-two hits di tengah. Itu sudah sangat membantu promosi event dan pariwisata Mentawai,” katanya.
Harry juga menjelaskan bahwa tidak semua spot surfing sulit dijangkau. Beberapa lokasi seperti Semelu dan Katiet masih memungkinkan diakses dari pinggir pantai. Namun secara umum, karakter ombak Mentawai memang identik dengan spot laut lepas yang memerlukan kesiapan transportasi laut dan keamanan ekstra.
Selain berbicara soal kompetisi, Harry Algamar turut menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur penunjang pariwisata olahraga di Mentawai. Menurutnya, kemajuan yang terjadi saat ini sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, namun masih membutuhkan pembenahan serius.
Ia menilai kebutuhan mendesak meliputi akses jalan, komunikasi dan jaringan internet, sanitasi, pengolahan sampah, hingga fasilitas toilet dan sistem keselamatan di lokasi wisata surfing.
“Kalau dibanding 2018 memang sudah jauh lebih baik, tetapi Mentawai masih perlu peningkatan fasilitas penunjang. Infrastruktur harus mengikuti perkembangan event internasional,” ujarnya.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting. Menurut Harry, karakter ombak dan karang di Mentawai menuntut kesiapsiagaan yang tinggi untuk mengantisipasi kecelakaan selama kompetisi berlangsung.
“Keselamatan atlet dan pengunjung harus jadi prioritas. Infrastruktur keamanan dan kesiapan evakuasi harus terus diperkuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Harry turut mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan event surfing di Mentawai. Ia menyebut Piala Bupati terakhir digelar pada 2018, sementara agenda surfing dunia terakhir berlangsung pada 2016.
Karena itu, ia berharap event seperti Mentawai Surfing Competition tidak berhenti sebagai agenda seremonial sesaat, tetapi bisa masuk kalender rutin tahunan bahkan dikembangkan menjadi seri kompetisi di beberapa wilayah Mentawai seperti Siberut, Sipora, dan Sikakap.
“Harapan kita event ini bisa rutin setiap tahun, bahkan kalau memungkinkan dibuat seri tiga kali setahun di beberapa pulau. Semakin sering kompetisi digelar, semakin cepat pengalaman atlet lokal meningkat,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Harry Algamar memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan PSOI lokal atas komitmen mereka menghidupkan kembali atmosfer kompetisi surfing di daerah yang dikenal sebagai salah satu surga ombak terbaik dunia tersebut.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Mentawai harus diberikan ruang dan fasilitas agar mampu bersaing di panggung nasional hingga internasional.
“Jangan biarkan anak Mentawai hanya jadi? penonton di rumah sendiri. Mereka harus difasilitasi, diberi kesempatan, dibina, supaya bisa tampil dan berprestasi di level dunia Ini masukan dan pandangan ketua PSOI Provinsi Sumbar. (*)
Editor : Benk123
Tag :#mentawai
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
TNI AD GELAR KARYA BHAKTI BERSKALA BESAR 2026 DI MENTAWAI, FOKUS PADA INFRASTRUKTUR DAN KESEJAHTERAAN
-
BUPATI RINTO WARDANA SAKSIKAN PENGUKUHAN PENGURUS KONI KEPULAUAN MENTAWAI 2025-2030
-
WAKIL BUPATI JAKOB SAGURUK, SE SAMBUT KEDATANGAN PANGDAM XX TUANKU IMAM BONJOL MAYJEN ARIEF GAJAH MADA DI KANTOR BUPATI MENTAWAI
-
ASRAMA LKSA KAUM SP2 SIPORA JAYA DIRESMIKAN BUPATI DR.RINTO WARDANA
-
PERINGATI HARI KARTINI, POLWAN POLRES KEPULAUAN MENTAWAI UNJUK KEBOLEHAN TAMPIL ANGGUN DENGAN BATIK SAAT APEL PAGI
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG

