HOME OLAHRAGA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

  • Rabu, 17 Juni 2026

Bupati Kep.Mentawai Diwakili Sekda Kab.Kep.Mentawai Martinus Dahlan Sekaligus Sebagai Ketua ASKAB PSSI Daerah Kab. Kep.Mentawai Membuka Pelatihan Pelatih Sepak Bola Lisensi D

Sekda Martinus sekaligus Ketua ASKAB PSSI Daerah Kep.Mentawai dalam Sambutan nya dan membuka kegiatan Kursus Pelatih Lisensi D
Sekda Martinus sekaligus Ketua ASKAB PSSI Daerah Kep.Mentawai dalam Sambutan nya dan membuka kegiatan Kursus Pelatih Lisensi D

Tuapeijat (Minangsatu) - ASKAB PSSI Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi membuka Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D yang berlangsung di Bundo House Km 7 Tuapeijat, Senin (16/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai teknik kepelatihan sepak bola dari instruktur berlisensi nasional, Muhammad Hanaping Ibrahim, SE, yang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Panitia Pelaksana, Rinaldi Kaslan, A.Md, yang juga menjabat sebagai Sekretaris ASKAB PSSI Kepulauan Mentawai, menjelaskan bahwa kursus ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang sepak bola daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Mentawai yang diwakili oleh Sekretaris Disparpora, Robertius, S.Sos, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Robertius menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Disparpora tidak dapat hadir. Ia juga berharap seluruh peserta mengikuti kursus dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk kemajuan sepak bola Mentawai.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Asprov PSSI Sumatera Barat yang diwakili H. April, M.Pd. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai program ASKAB PSSI Kepulauan Mentawai, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas pelatih dan pengembangan sepak bola usia dini.

Menurutnya, pelaksanaan kursus lisensi pelatih ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Asprov PSSI Sumbar yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Sekretaris Daerah Kepulauan Mentawai yang juga menjabat sebagai Ketua ASKAB PSSI Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, S.Sos, MM, mengatakan bahwa sepak bola Mentawai masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam aspek pembinaan pelatih dan regenerasi wasit.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar Mentawai tidak tertinggal dari daerah lain di Sumatera Barat maupun tingkat nasional. Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti kursus ini secara maksimal.

Martinus juga menegaskan komitmen ASKAB PSSI Mentawai untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana olahraga. Selain itu, pihaknya akan mengupayakan peningkatan anggaran pada tahun mendatang guna mendukung pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur.

“Kami menyadari anggaran saat ini masih terbatas. Namun, untuk kemajuan sepak bola Mentawai, kami akan berupaya meningkatkan dukungan anggaran agar lebih banyak turnamen dan kompetisi kelompok umur dapat diselenggarakan,” ujarnya.

Dalam konferensi pers, Martinus menjelaskan bahwa kepengurusan ASKAB PSSI Kepulauan Mentawai periode 2024–2028 yang baru berjalan sekitar dua tahun telah melaksanakan berbagai program dan kejuaraan.

Beberapa agenda yang telah dan akan dilaksanakan antara lain Liga Anak Mentawai kategori usia 11, 13, 15, 16, dan 17 tahun, Piala Bupati antar-kecamatan, Liga ASKAB antar-klub se-Kabupaten Mentawai, Piala Soeratin tingkat Sumatera Barat, serta turnamen Oldstar untuk pemain berusia di atas 35 tahun.

Selain kompetisi, ASKAB PSSI Mentawai juga menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas, seperti kursus Lisensi D Diploma, pengiriman perwakilan untuk mengikuti Lisensi C Diploma di Padang, pelatihan Wasit C-1, hingga program beasiswa bagi pemain usia 15 tahun untuk masuk Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sumatera Barat.

Di akhir keterangannya, Martinus mengajak seluruh pecinta sepak bola di Kepulauan Mentawai untuk bersama-sama mendukung program dan kegiatan yang telah disusun selama masa kepengurusan 2024–2028 demi kemajuan sepak bola daerah.(*)


Wartawan : Rijon
Editor : boing

Tag :#mentawai

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com