HOME KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Senin, 21 Januari 2019
Besok Gubernur Irwan Prayitno Meresmikan Pergantian Nama RSUD Solok Menjadi RSUD Mohammad Natsir
Solok (Minangsatu) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok berganti nama menjadi RSUD Mohammad Natsir. Besok pagi, Selasa (22/1), peresmian nama baru rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) itu akan dilakukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Demikian dikatakan Direktur RSUD Mohammad Natsir, drg Ernoviana, M.Kes kepada Minangsatu, Senin (21/1).
Dikatakan, nama baru tersebut sudah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 63/2018, tanggal 20 Desember 2018 tentang Perubahan Nama RSUD Solok menjadi RSUD Mohammad Natsir.
Nama Pahlawan Nasional Mohammad Natsir, disepakati setelah dilakukan urun rembuk dan diskusi dengan tokoh masyarakat Solok, dan juga proses internal di Pemprov Sumbar.
Berbeda dengan RSUD lainnya di Sumatera Barat, seperti RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi, RSUD Dr Adnaan WD, Payakumbuh, atau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Jamil, Padang, yang menggunakan nama dokter, RSUD Solok justru mengambil nama pahlawan.
Pemilihan nama Mohammad Natsir bukanlah muncul seketika. Prosesnya dimulai pada tahun 2016, dengan mengusulkan ke Gubernur Sumbar untuk mengganti nama RSUD Solok ini. “Gubernur setuju untuk mengganti nama, selanjutnya diundanglah tokoh masyarakat Solok dan Kab Solok untuk meminta masukan dan menyosialisasikan tentang rencana pemberian nama untuk RSUD Solok ini. Juga hadir pejabat dari Biro Organisasi, Biro Hukum Pemprov Sumbar, dan pihak terkait lainnya,” ujar Ernoviana.
Belasan nama muncul dalam rembuk ini, lanjut Ernoviana, termasuk nama Mohammad Natsir. Seluruh usulan diakomodir. Diawali dari nama-nama yang berasal dari dunia kesehatan atau para dokter yang sudah meninggal.
Setelah melalui beberapa proses, akhirnya disepakati untuk mengambil nama Pahlawan Nasional yang lahir di Alahan Panjang, Kabupaten Solok itu sebagai nama baru. Nama ini pun sudah dibahas di DPRD Sumbar dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Sumbar.
“Kita juga sudah mendapatkan izin dari keluarga Mohammad Natsir untuk memakai nama ini,” jelas Ernoviana didampingi Kabag Tata Usaha RSUD Mohammad Natsir, Herman T.
Santun Melayani, Cepat & Tepat Dalam Bertindak
Jika ditelusuri sejarah RSUD Solok ini, jelas Ernoviana didampingi Titin Satriani, dari bagian Sapras RSUD Mohammad Natsir, pada awalnya berupa pelayanan klinik pengobatan Korem 033 Wirayudha dan Rumah Sakit Pemerintah.
Layanan tersebut sudah dimulai pada tahun 40–an, berlokasi di Jl. Sudirman Solok, berdekatan dengan komplek Pasar Raya Solok.
“Ada 40 tempat tidur pada Pelayanan klinik kesehatan ini,” ujar Titin Satriani.
Lalu, pada 1955 Bupati Solok membeli tanah untuk mendirikan sebuah rumah sakit. Pada 1958 mulailah dibangun sebuah bangsal dan sebuah poliklinik. Layanan terus ditingkatkan, apalagi pada pada tahun 1979 mulai tersedianya dokter spesialis anak dan kebidanan. Saat itu sudah tersedia sekitar 60 tempat tidur.
Pada awal 1980, pembangunan gedung RSUD mulai dilakukan. Pembangunan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Dan pada 17 April 1984, RSUD Solok diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat Ir.Azwar Anas.
Sekarang, setelah 35 tahun berlalu, rumah sakit ini semakin dipercaya untuk menjadi rujukan bagi masyarakat Sumatera Barat bagian Selatan. Pasien dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya memilih RSUD Mohammad Natsir Solok ini sebagai pilihan. Ini tidak terlepas dari makin lengkapnya sarana dan prasarana layanan kesehatan dan dokter spesialis yang ada. Pelayanan yang santun, cepat dan tepat menjadi prioritas utama.
"Moto kami, santun dalam melayani, cepat dan tepat dalam bertindak, benar-benar dipraktikkan dan diawasi pelaksanaannya terus menerus. Alhamdulillah, ini membuahkan hasil. Salah satu bukti adalah dengan diperoleh akreditasi A, atau paripurna, tiga tahun berturut-turut," tutur Ernoviana.
Diceritakan, saat ini RSUD Mohammad Natsir sudah menjadi rumah sakit tipe B. Perubahan RSUD dari kelas C menjadi kelas B sudah terjadi sejak 2011, sesuai dengan SK MenKes RI No: HK 03.05/520/2011 dan Ketetapan Gubernur Provinsi Sumatera Barat Nomor : 440 – 343 / 2011, status RSUD Solok dinaikkan dari kelas C menjadi kelas B.
Saat ini, jelas Ernoviana, yang telah menjadi Direktur RSUD Solok ini sejak 2013, RSUD Mohammad Natsir, ada sekitar 700 karyawan di RSUD ini. Mereka berasal dari kalangan ASN, karyawan BLUD maupun outsourcing. Sementara kapasitas tempat tidur yang tersedia mencapai 296 unit. Sekitar 80 persen lebih tempat tidur yang tersedia dihuni oleh pasien.
“Kunjungan mencapai 700 sampai 800 pasien setiap hari,” jelas Ernoviana.
Tingginya tingkat kunjungan ini tidak terlepas dari makin lengkapnya dokter spesialis, sapras kesehatan terbarukan yang terus dilengkapi dan keramahan layanan yang selalu distandarisasi.
"Kita semua berusaha melayani masyarakat dengan santun dan ramah, tetapi tetap sigap dan tepat menangani pasien," ujar Ernoviana.
Beragam layanan, kini bisa dimanfaatkan oleh pasien yang datang ke RSUD Mohammad Natsir ini, seperti Pelayanan Gawat darurat, Pelayanan Farmasi, Pelayanan laboratorium, Pelayanan radiologi, Infeksi nosokomial, Pelayanan perinatologi, Pelayanan kamar operasi, Kebakaran keselamatan kerja dan kewaspadaan bencana. Ada juga radiologi dengan peralatan mutakhir, serta bank darah dan beragam layanan kesehatan lainnya.
“Kita juga memiliki labor patologi klinis dan patologi anatomis, lengkap dengan dokter spesialisnya,” tambah Ernoviana.
Usai meresmikan pergantian nama RSUD Mohammad Natsir Solok, Gubuernur Irwan Prayitno juga dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Mustasyfa yang berada di lingkungan rumah sakit ini. (te)
Editor :
Tag :RSUD Mohammad Natsir-Solok
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
SYAMEL MUHAMMAD RESMI PIMPIN YKI SUMBAR, GUBERNUR MAHYELDI AJAK PERKUAT SINERGI PENANGGULANGAN KANKER
-
GUBERNUR DUKUNG ATLET DISABILITAS INTELEKTUAL DAN APRESIASI LAYANAN KESEHATAN GRATIS ATLET SOINA SUMBAR
-
HARI GIZI NASIONAL, GUBERNUR MAHYELDI, MINTA PEMENUHAN GIZI TERINTEGRASI DENGAN DUNIA PENDIDIKAN
-
FKUI–RSCM PERKUAT LAYANAN BEDAH SARAF DI RSUD M. NATSIR SOLOK, GUBERNUR MAHYELDI BERHARAP KOLABORASI INI TERUS BERJALAN
-
JALAN SANTAI WARGA SUMBAR DI PADANG, MERIAH MENUJU BADAN SEHAT BERSAMA GUBERNUR MAHYELDI
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN