HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN AGAM

  • Rabu, 11 September 2019

Bangun Irigasi Dan Jalan Usaha Tani, Pemkab Agam Angarkan Biaya Rp 8 Miliar

Agam (Minangsatu) - Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian Agam menganggarkan sebanyak Rp 8 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi dan jalan usaha tani di daerah setempat.

Kepala Dinas Pertanian Agam, melalui Kabid Prasarana, I Nyoman Gede Karyawan, di ruang kerjanya, Jum'at (10/9) mengatakan, anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5,9 miliyar lebih dan Rp2,2 miliar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Dari dana APBD itu dimanfaatkan untuk pembangunan jaringan irigasi di 13 titik dan pembangunan jalan usaha tani 23 titik, tersebar dibeberapa kawasan," ujarnya.

Dijelaskan, 13 titik pembangunan jaringan irigasi diantaranya, di Kecamatan Lubuk Basung dua titik, Canduang tiga titik, Kamang Magek tiga titik, Matur satu titik, IV Koto satu titik, Baso dua titik dan Ampek Angkek satu titik.

Berikutnya 23 titik pembangunan jalan usaha tani diantaranya, di Kecamatan Matur empat titik, Canduang tiga titik, Ampek Angkek dua titik, Banuhampu dua titik, Baso lima titik, Kamang Magek dua titik, Palupuah satu titik, Sungai Pua satu titik, Tanjung Raya satu titik dan Tilatang Kamang dua titik.

Sementara, DAK dimanfaatkan untuk empat kegiatan yakni pembangunan atau perbaikan dam parit, pembangunan pintu air cetak sawah, pembangunan jalan pertanian dan Kantor Balai Pelatihan Pertanian (BPP) di kecamatan.

Pembangunan dam parit dilakukan tujuh titik tersebar di Kecamatan Lubuk Basung dua titik, Palembayan tiga titik, Canduang satu titik dan Malalak satu titik. Kemudian pembangunan pintu air cetak sawah di Kecamatan Tanjung Mutiara. Pembangunan jalan pertanian di Kecamatan Palembayan, serta pembangunan BPP Sungai Pua dan perbaikan jalan BPP Tilatang Kamang.

"Kegiatan ini sudah mulai dikerjakan sejak Juni 2019, diperkirakan sebelum November tahun ini sudah selesai. Sampai saat ini tidak ada kendala dan kita mengharapkan pengerjaannya berjalan dengan lancar," ujarnya

Untuk itu,lanjut I Nyoman,dia mengharapkan agar pekerja mengutamakan kualitas hasil pekerjaan, sebab ini untuk kepentingan masyarakat yang bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lama. "Sehingga untuk beberapa tahun kedepan masyarakat tidak memikirkan pembangunan dam parit, jalan usaha tani dan sebagainya," pungkas nya.


Wartawan : Muhammad Fadillah
Editor : boing

Tag :#kabupaten agam#irigasi

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com