HOME SOSIAL BUDAYA KOTA BUKITINGGI

  • Rabu, 24 Maret 2021
Komnas HAM Sumbar adakan semiloka dukung Bukittinggi Kota Pariwisata Iklusif
Semiloka dukung Bukittinggi Kota Pariwisata Iklusif

Bukittinggi, (Minangsatu) - Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova mengatakan pariwisata di Bukittinggi adalah sektor yang menjadi andalan. Bukittinggi tidak punya sumber potensial lain selain pariwisata.

Dengan kondisi kota kecil memiliki luas hanya 25 km persegi dengan penduduk hampir 130 ribu jiwa, Bukittinggi dihuni beberapa ras dan beberapa agama.

Sejauh ini masyarakat Bukittinggi hidup dengan situasi nyaman dan damai. Akan tetapi persoalan inklusif dan ekslusifitas ini sudah menjadi masalah dunia.hal ini dikatakan Sekda Yuen Karnova ketika pembukaan Semiloka bertempat di Hotel Novotel, Rabu (24/03).

Dijelaskan, persoalan besar bangsa kita dengan ribuan pulai dan ribuan bahasa dan suku bangsa, jika tidak dikelola dengan baik maka akan merugikan diri sendiri. Kami yakin semiloka ini akan merumuskan berbagai program kegiatan yang dibutuhkan Bukittinggi, teeutama dalam penyusunan RPJMD 2021-2026. 

"Berbagai masukan informasi yang didapat dari semiloka ini akan menambah kazanah informasi yang bisa kami masukkan dalam RPJMD," ujar Yuen Karnova.

Sementara itu Direktur Imparsial, Hardiman, mengatakan judul pariwisata inklusif sengaja dipilih, karena ia melihat Bukittinggi sebagai icon wisata penting di Sumbar. Tidak lengkap rasanya berwisata ke Sumbar kalau belum singgah ke Bukittinggi.

"Inklusif yang dimaksud adalah seluruh tempat wisata di Bukittinggi dapat dijangkau oleh berbagai pihak dan  bermanfaat bagi seluruh masyarakat," jelasnya.

Semiloka ini, lanjutnya, akan mendiskusikan apa saja hal yang perlu dirumuskan dan apa rekomendasi terkait pariwisata inklusif, yang hasilnya akan disampaikan kepada Pemko Bukittinggi.

Kementrian Pariwisata saat ini berusaha mendorong tempat-tempat wisata untuk menjadi wisata ekslusif tapi memiliki keterjangkauan dan memberikan manfaat seluas-luas nya bagi masyakat yang menjadi tujuan utama. Wisata inklusif menjadi keniscayaan untuk menjadi lingkungan kedepan dan Bukittinggi diharapkan melangkah maju mewujudkan pariwisata yang inklusif.

Sedangkan, Wakil Ketua Komnas HAM RI, Amiruddin, dalam sambutannyan  mengatakan, dengan pariwisata inklusif diharapkan pelayanan publik semakin membaik.

"Saya melihat potensi wisata di Bukittinggi sangat luar biasa dengan keindahan alamnya. Karena itu pengembangan ecowisata di Bukittinggi dirasa lebih cocok. Apalagi dengan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Saat ini kita diberi kesempatan untuk menciptakan kondisi di masing-masing wilayah lebih baik. Hal itu harus dimanfaatkan sebaik nya demi kemajuan wilayah," kata Amiruddin.

Semiloka yang di Inisiasi Komnas HAM Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, dengan tema "Menuju Bukittinggi sebagai Kota Pariwisata Inklusif".*


Wartawan : Anasrul
Editor : Benk123

Tag :#bukittinggi, #komnasham