HOME SOSIAL BUDAYA KOTA SAWAHLUNTO
- Selasa, 30 Maret 2021
Gubernur Mahyeldi Upayakan Satu Desa Satu Hafidz Alquran
Talawi (Minangsatu) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi Ansharullah, SP memberikan sertifikat tanda kelulusan sebanyak 75 bagi para penghafal Qur’an yang merupakan santri-santriwati dari SDIT Cahaya Pelangi tahun 2021.
Wisuda digelar di di Gedung Pertemuan Masyarakat Talawi, Selasa (30/3/2021). Mereka tergabung dalam angkatan kelima program Hafal Qur’an dengan tema "Membumikan Qur'an dan Menghadiahkan Mahkota Surga Untuk Ayah Bunda".
Gubernur Mahyeldi yang biasa dipanggil "Buya" ini mengapresiasi acara wisuda para hafidz (penghafal Alquran) mulai dari usia anak dari SDIT Angkatan V.
"Saya bangga anak-anak kita sudah bisa hafal Al-qur'an. Selamat kepada anak-anakku sekalian yang hari ini diwisuda menjadi hafidz Quran. Mudah-mudahan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa depan dan menjadi ulama-ulama hebat di masa depan," ucapnya.
Wisuda para penghafal Alquran ini tentunya sejalan dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar yakni Satu Desa Satu Hafidz Alquran. Untuk itu, Mahyeldi mengajak pemerintah daerah yang ada di Sumbar bisa bekerjasama demi memaksimalkan program Sadesa ini.
Seorang Hafidz atau Penghafal Al-Quran 30 juz bisa menyelematkan 10 anggota keluarganya dari siksa api neraka di akhirat kelak.
"Jika di suatu negeri ada anak yang mampu menghafal 30 juz Al-Quran, maka negeri itu akan diberkahi oleh Allah SWT, seperti halnya Mekkah, Madinah dan Palestina," sebut Buya Mahyeldi.
Buya Mahyeldi mengatakan, kewajiban mengajarkan anak membaca Al-Qur'an ada pada orangtuanya dan Al-Qur'an bisa diajarkan kepada anak sejak masih dalam kandungan.
"Anak yang mampu menghafal 30 jus Al-Quran bisa menyelamatkan 10 orang keluarganya kelak di akhirat dari siksaan api neraka," ucapnya.
Mulianya seseorang itu tergantung bagaimana ia memuliakan Al-Quran. Ada lebih dari 40 hadis nabi yang membahas soal Al-Quran, salah satunya menyebutkan membaca Al-Quran di dalam shalat lebih baik daripada di luar shalat.
Al-Quran sebagai mukjizat Rasulullah SAW merupakan satu dari dua bekal yang diberikan nabi kepada umatnya. "Setelah Rasul, Al-Quran yang akan menjadi syafaat kita di akhirat. Bukan cuma di akhirat, juga menjadi penjaga di alam kubur," ujarnya.
Dengan menghafal Al Quran, umat Islam akan memiliki sinar cahaya yang lebih indah dari matahari. Nabi Muhammad SAW bersabda, " Barang siapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka dipakaikan lah mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya lebih indah dibanding cahaya matahari di dunia."
Untuk kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Maka Kedua orang tuanya bertanya: ’Mengapa kami diberi pakian kemuliaan seperti ini?’ Dijawab: ’Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an.’ (Mustadrak Al Hakim 1/568. Dihasankan Al Albani dlm As Shahihah no.2914).
Untuk itu Gubernur Sumbar mengajak orangtua bisa mengutamakan pendidikan Al-qur’an, agar kelak anak-anaknya dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan orang tuanya di dunia dan akhirat.*
Editor : Benk123
Tag :#mahyeldi
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
RIO MARDANIL HADIR DI TENGAH DUKA KORBAN KEBAKARAN SIKALANG
-
DARI POKIR UNTUK EKONOMI KERAKYATAN, RONALD KARDINAL SALURKAN BANTUAN PERALATAN USAHA BAGI UMKM SAWAHLUNTO
-
USUNG VOLVO B11R, TIGA ARMADA GRAND ULTIMATE MIYOR SIAP GEBRAK RUTE SUMBAR–JABODETABEK
-
LOMBA TONIL BERBAHASA TANGSI MERIAHKAN HUT KE-81 RI DI SAWAHLUNTO
-
FESTIVAL SENI BUDAYA SILUNGKANG OSO JADI WADAH PELESTARIAN WARISAN BUDAYA, WALI KOTA: TRADISI HARUS TERUS HIDUP
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG