HOME PERISTIWA PROVINSI SUMATERA BARAT
- Selasa, 26 September 2017
150 Wartawan Sumbar Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
PADANG (Minangsatu) – Anggota MPR-RI dari kelompok DPD-RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat, Selasa (26/09) menggelar sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di Auditorium RRI Padang.
Selain Leonardy ikut sebagai narasumber Ksiter Korem 032/Wirabraja Kolonel Inf. Asep Afandi, S.IP, M. Si dan Asisten I Setda Prov. Sumbar Devi Kurnia serta Guru Besar Manajemen Pendidikan UNP, Prof. Syofiarma Marsidin, M.Pd.
Pada acara yang dihadiri lebih 150 peserta dari Kalangan insan Pers Sumatera Barat, Leonardi mengaku tidak lagi meragukan sikap kebangsaan di kalangan Wartawan, Selain itu, ia juga merasa bangga dengan PWI yang peduli terhadap motivasi kebangsaan masyarakat.“PWI adalah wadah kewartawan yang sudah cukup lama berkiprah dan sampai saat ini tetap eksis,” sebutnya.
Sementara itu Ketua PWI Sumatera Barat,H. Heranof Firdaus, S.Sos yang juga di daulat menjadi mederator dalam acara tersebut dalam sambutan nya mengatakan bahwa empat pilar pada dasarnya sudah sering di dengar dan di ikuti oleh kalangan wartawan."Dalam acara yang di gelar ini akan lebih banyak bersifat interaktif atau diskusi saja,karna pada umum nya para watawan sumatera Barat sudah tau dan sering mengikuti pembahasan empat pilar ini"ucapnya.
Materi yang disampaikan para narasumber yang digelar sejak pukul 08.30 hingga 12.00 wib, mengupas tentang empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR. Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Keempat hal penting tersebut adalah prinsip kedaulatan rakyat dan negara hukum, pembatasan kekuasaan organ-organ negara, mengatur hubungan antar lembaga-lembaga negara, dan mengatur hubungan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara dengan warga negara.
Guru Besar Manajemen Pendidikan UNP, Prof. Syofiarma Marsidin, M.Pd dalam materinya menyampaikan tantangan kebangsaan secara internal, seperti masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit, pengabaian kepentingan daerah, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinnekaan serta kemajemukan.“Tantangan kebangsaan secara eksternal muncul dari pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas serta persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia kita harus mampu menghadapi tantangan globalisasi ini,” terangnya.
[ Ing ]
Editor :
Tag :#Empat pilar kebangsaan #Leonardy harmainy #pwi sumbar
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MENDAGRI TEGASKAN AKURASI DATA JADI KUNCI PERCEPATAN PEMULIHAN PASCABENCANA SUMBAR
-
PEMERINTAH TETAPKAN SKEMA BANTUAN RUMAH KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI TIGA PROVINSI
-
GUBERNUR MAHYELDI TERIMA BANTUAN RP4,56 MILIAR DARI BATAM UNTUK WARGA TERDAMPAK BENCANA
-
WAGUB SUMBAR VASKO, SAMPAIKAN ASPIRASI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA KEPADA WAKIL KETUA DPR RI
-
TINJAU JALAN RUSAK TERDAMPAK BENCANA DI TALU, GUBERNUR MAHYELDI MENILAI HARUS DICARI PENGALIHAN JALUR YANG LEBIH AMAN
-
PASAN BURUANG DAN ALAM YANG LUKA: RENUNGAN EKOKRITIK DI TENGAH BENCANA SUMATERA
-
MAHASISWA KKN KEBENCANAAN UNIVERSITAS ANDALAS LAKUKAN PENDATAAN DAMPAK BANJIR DI KAPALO KOTO, PADANG
-
SEDIKIT KEGEMBIRAAN DI TENGAH KECEMASAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS ANDALAS TOBOH GADANG DORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM RAMAH LINGKUNGAN
-
MAHASISWA KKN UNAND MENGAJAR DI DUA TK TOBOH GADANG, KENALKAN RAGAM HIAS MINANGKABAU DAN JEPANG