HOME KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT
- Rabu, 11 Juli 2018
1,5 Juta Anak Di Sumbar Perlu Immunisasi Campak Dan Rubella
PADANG (Minangsatu) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dr Merry Yuliesday, MARS mengatakan, sekitar 1,5 juta anak usia 9 bulan sampai 15 tahun (tingkat SMP) ditargetkan terjangkau oleh Immunisasi Massal Campak - Rubella.
Dalam keterangan pers di hadapan para wartawan cetak, elektronik dan online, Rabu (11/7/2018) di Sekretariat PWI Sumbar, Merry, menjelaskan, penyakit campak dan rubella berbahaya bagi masa depan anak. "Karena itu, program immunisasi massal ini menjadi sangat penting bagi anak-anak di Sumbar," jelasnya.
Dijelaskan, penyakit campak menimbulkan radang paru, radang otak, kebutaan, diareh dan gizi buruk, sedangkan rubella menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata (katarak kongenital), tuli, keterlambatan perkembangan anak dan kerusakan jaringan otak. "Itu semua membutuhkan biaya besar untuk pengobatannya," ujar Merry.
Kepala Kesehatan Sumbar itu mengimbau warga di 19 kabupaten dan kota di daerah ini agar peduli pada masa depan anak. Pemberian vaksin untuk campak dan rubella itu dilaksanakan mulai Agustus sampai September 2018, khusus untuk warga di luar pulau Jawa. Dikatakan, pulau Jawa sudah melaksanakan tahun 2017.
Banyak video yang beredar di media sosial yang menunjukkan anak-anak sekolah dasar sedang diimmunisasi dengan cara suntik (injeksi) di lengan. Itu kegiatan yang sudah berjalan di pulau Jawa. Menurut Dr Merry, immunisasi sekarang tidak lagi dengan obat tetes di lidah seperti masa lalu, sekarang langsung disuntikan di bagian lengan atas karena lebih baik dan efektif dari pada dengan obat tetes.
Kepada awak media, Kepala Dinas Kesehatan berharap, dapat menjadi corong penyampai informasi kepada seluruh masarakat terutama para orangtua agar membawa anaknya ke puskesmas dan lokasi tempat dilaksanakan immunisasi pada bulan Agustus dan September nanti.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat, Heranof Firdaus
menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan perwakilan Unicef, yang menggandeng seluruh media di sumbar ini untuk ikut mensosialisaikan immunisasi campak dan rubella ini.
Sementara itu utusan Unicef, Hari Rukmantara, melalui kerjasama dengan pemerintah yang melibatkan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia, ditargetkan pada tahun 2020 Indonesia bebas campak dan rubella bisa dikendalikan.
Dikatakan, pihaknya sudah memiliki data per kabupaten kota di Sumatera Barat. Anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang membutuhkan immunisasi terbanyak di kota Padang, 227 ribu 851 anak dan paling sedikit di kota Padangpanjang, 15 ribu 70 orang.
(Boing)
Editor :
Tag :#ImmunisasiMassaldiSumbar#
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
27-29 APRIL, IASMA 1 LANDBOUW BUKITTINGGI DAN AISYIYAH GELAR BAKTI SOSIAL OPERASI CELAH BIBIR DAN LELANGIT, GUBERNUR MAHYELDI : WUJUD KEPEDULIAN PADA MASYARAKAT
-
SYAMEL MUHAMMAD RESMI PIMPIN YKI SUMBAR, GUBERNUR MAHYELDI AJAK PERKUAT SINERGI PENANGGULANGAN KANKER
-
GUBERNUR DUKUNG ATLET DISABILITAS INTELEKTUAL DAN APRESIASI LAYANAN KESEHATAN GRATIS ATLET SOINA SUMBAR
-
HARI GIZI NASIONAL, GUBERNUR MAHYELDI, MINTA PEMENUHAN GIZI TERINTEGRASI DENGAN DUNIA PENDIDIKAN
-
FKUI–RSCM PERKUAT LAYANAN BEDAH SARAF DI RSUD M. NATSIR SOLOK, GUBERNUR MAHYELDI BERHARAP KOLABORASI INI TERUS BERJALAN
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG