HOME PARIWISATA KOTA PADANG
- Sabtu, 27 Desember 2025
10 Orang Turis Dari Hongkong Belajar Membuat Deta Dan Bermain Musik Di Galeri Permata Hati Grup
10 Orang Turis dari Hongkong Belajar Membuat Deta dan Bermain Musik di Galeri Permata Hati Grup
Padang (Minangsatu) - 10 (sepuluh) orang remaja, ibu-ibu rumah tangga dan Bapak-bapak dari Hongkong datang berkunjung ke Galeri Permata Hati Sabtu (27/12/2025). Kedatangan mereka untuk belajar ilmu membuat Deta Rancak dan Tingkuluak Kreasi serta juga belajar alat musik tradisional seperti bansi dan saluang.
Kedatangan mereka tentu saja disambut gembira Ibu Welly Nofi Sastera selaku Pimpinan dan sekaligus pemilik Galeri Permata Hati Grup. Sesuai keinginan dari orang-orang Hongkong yaitu belajar membuat deta dan tingkuluak serta belajar musik tradisional, ia pun menyediakannya.
"Alhamdulillah apa yang mereka kehendaki bisa kita sediakan. Awalnya juga ada yang ingin belajar tari tradisional Minangkabau. Namun mungkin karena waktu tak memadai sehingga mereka hanya belajar membuat Deta dan Tingkuluak serta bermain musik," ujar Ibu Welly.
Dijelaskannya, galerinya yang berasal dari Sanggar Permata Hati, pada prinsipnya siap menerima kedatangan tamu-tamu lokal maupun internasional untuk belajar. Hal itu karena sejauh ini Permata Hati memang bergerak di bidang kriya, musik, kuliner dan juga literasi.
"Makanya kita tak kesulitan menghadapi mereka. Sebab semua yang mereka butuhkan memang kita punya," ujar Ibu Welly.
Selama proses belajar hari itu, ada dua kelompok yang terbentuk. Untuk belajar Deta dan Tingkuluak, mereka diajar oleh Eni Emilia, staf Ibu Welly. Sementara untuk musik tradisional, mereka dilatih oleh Irwandi, jebolan Fakultas Sastera Universitas Andalas Padang.
"Sulit belajar saluang. Karena memainkan saluang dengan bibir saja, sudah demikian sulitnya. Hahaha..." ujar Iven Wong yang belajar musik dan didampingi isterinya Cherry.
Koordinator tim Hongkong Tang Chang Yan yang memang sudah hampir 10 tahun tinggal di Indonesia mengaku kedatangan teman-temannya dari Hongkong memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dan kedatangan ke Galeri Permata Hati Grup juga sudah direncanakan, karena mereka biasanya ke Sawahlunto dan Bukittinggi.
"Kita memang tidak mau memaksakan mereka ingin belajar apa. Tapi prinsipnya semua yang berbau kebudayaan Minangkabau mereka suka. Karena itu sesuai dengan keadaan Sumatera Barat yang saat ini berduka karena ada bencana banjir dan longsor, maka mereka hanya berkunjung ke Galeri Permata Hati dan ke Pariaman," ujar Tang Chang Yan, atau akrab dipanggil Jum, dengan bahasa Indonesia yang fasih.
Cuma karena waktu belajar yang tidak lama, akhirnya mereka hanya bisa menerima "kulit-kulit" luarnya. Akhirnya mereka memanfaatkan waktunya untuk berfoto dan membeli oleh-oleh dari Galeri Permata Hati Grup.
"Memang tidak gampang belajar budaya dan musik Minang. Tapi Alhamdulillah, mereka sudah berkunjung dan mau belajar. Lebih dari itu, mereka juga belanja oleh-oleh Minang," ujar Ibu Welly mengakhiri.
Editor : ranof
Tag :#Membuat deta #Galeri permata hati #Padang #Turis hongkong
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
BPPD DAN TP2 DEWI SEPAKAT BOM RUN 2026 JADI MOTOR SPORT TOURISM SUMBAR
-
PT SEMEN PADANG TUAN RUMAH JAMBORE POKDARWIS SUMBAR
-
SUMBAR MENUJU PANGGUNG DUNIA: WIES 2025 JADI GERBANG EMAS PARIWISATA DAN EKONOMI SYARIAH
-
BAWA MISI SILATURAHMI DAN SURVEI PASAR, SPMC TOURING KE KUANSING SAKSIKAN FESTIVAL PACU JALUR
-
LESTARIKAN BUDAYA ANTARETNIS DI PADANG, GUBERNUR MAHYELDI BUKA FESTIVAL SITI NURBAYA DAN CAP GO MEH 2025
-
IKATAN MAHASISWA TIGO LURAH (IKMTL) GELAR FESTIVAL SENI OLAHRAGA TIGO LURAH 2026, BERTEMA "RASO KA KAMPUANG, KARYA UNTUAK NAGARI"
-
FENOMENA BARU KAWASAN WISATA ALAHAN PANJANG YANG MERISAUKAN
-
LMJ BERBAGI: SEDERHANA, TETAPI PENUH MAKNA
-
SUJUD DI AMBANG LAILATUL QADAR: MENJEMPUT DAMAI DI TANAH HARAM BERSAMA SIANOK TOUR DALAM BAYANG KETEGANGAN DUNIA
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK