HOME PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH

  • Kamis, 28 Maret 2019

Tim Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Datangi SMP IT Insan Cendekia Boarding School

Tim penilai disambut di ICBS
Tim penilai disambut di ICBS

Payakumbuh (Minangsatu) - Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menggelar kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) tingkat SMP se-Kota Payakumbuh. Penilaian dilakukan sejak Februari lalu, dengan mengunjungi langsung lokasi sekolah yang bersangkutan. Kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan terhadap Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

"Ada 17 kepala sekolah yang dinilai se-Kota Payakumbuh. dan ICBS ini sudah yang ke 14 kami kunjungi untuk dinilai,  Berarti tinggal tiga sekolah lagi yang akan segera kami kunjungi," ujar Ketua Tim Penilai PKKS Jon Afrizal bersama jajaran, Delfizal, Armi, Refrizal Sam, Awalismi,  Irmatati, Sefri Firman, dan Dalsisup, saat berkunjung ke SMP IT Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Rabu (27/3).

Jon menyampaikan, PKKS ini sudah digelar memasuki tahun kedua berdasarkan Permendikbud No. 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. "Acuan penilaian juga berdasarkan Permendikbud tersebut, apakah kepala sekolah sudah bekerja sesuai dengan panduan tersebut, baik itu kepala sekolah negeri maupun swasta," tuturnya.

Dalam Permendikbud tersebut, penilaian kinerja kepala sekolah meliputi Sasaran Kerja Pegawai (SKP), perilaku, dan kehadiran. Termasuk beberapa komponen seperti hasil pelaksanaan tugas manajerial, hasil pengembangan kewirausahaan, hasil pelaksanaan  supervisi kepada guru, hasil  pelaksanaan Pengembangan  Keprofesian Berkelanjutan dan tugas  tambahan di luar tugas pokok. "Penilaian prestasi kerja dilakukan  berbasis bukti fisik peningkatan mutu 8 standar nasional pendidikan," ucap Jon.

Jon berharap, dari penilaian yang dilakukan dapat menghasilkan evaluasi dan perbaikan demi kemajuan pendidikan Payakumbuh. "Karena penilaian ini digelar setiap tahun, maka harus ada tindak lanjut dari kepala sekolah sendiri terhadap hasil penilaian secara berkesinambungan," tuturnya.

Sementara itu Kepala SMP IT ICBS Payakumbuh Ustadz Eddi Rusydi Arrasyidi menyambut baik adanya PKKS ini. Bagi dia, PKKS ini menjadi ajang untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri untuk lebih baik lagi dalam hal yang bersifat administratif, program ataupun kegiatan sekolah. "Kami berharap ini tidak hanya penilaian saja namun juga memberikan masukan-masukan agar program sekolah ke depan bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Alumni Pasca Sarjana IAIN Batusangkar itu mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari karena semua yang ditanya oleh tim penilai merupakan suatu hal yang sudah menjadi kewajibannya sebagai kepala sekolah. "Jadi tidak banyak persiapan hanya merekap semua kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama ini baik secara manajerial maupun kewajiban sebagai guru secara proses hingga pembuktian secara fisik maupun administrasi yang dilakukan oleh tim penilai hari ini," tuturnya.

Selama menjadi kepala sekolah lebih kurang satu tahun, sudah banyak inovasi yang dilakukan Ustadz Eddi demi kemajuan sekolah. Inovasi dilakukan terutama menyangkut dengan perkembangan Information Technology (IT). Hampir setiap komponen yang ada di ICBS memanfaatkan kemajuan IT mulai dari proses belajar mengajar bahkan hingga urusan kantin dan laundry.

"Dalam proses pembelajaran kami menggunakan teknologi-teknologi terbaru. Misalnya dalam bimbingan belajar tidak lagi dilakukan secara offline melainkan online. Tak hanya dalam pembelajaran, dalam urusan kantin dan laundry, anak didik kami tak lagi membayar berupa uang, namun memakai sistem yang bisa dikontrol langsung oleh orang tua ataupun walinya. Termasuk bimbel tadi juga bisa dikontrol langsung oleh orang tua melalui aplikasi, sampai sejauh mana proses pembelajaran anak-anaknya di sekolah," tuturnya.

Dalam memimpin, Ustadz Eddi mengaku lebih memakai gaya kepemimpinan yang merangkul para guru dan karyawan. Dia tak ingin seorang pemimpin menjadi jauh dari yang dipimpinnya. Menurutnya, seorang kepala sekolah harus menerapkan kepemimpinan pembelajaran dimana kepala sekolah juga seorang guru yang mengetahui bagaimana kinerja bawahannya, bagaimana suasana di kelas, termasuk di sudut sudut sekolahnya. "Jadi bukan kepemimpinan yang jauh dari yang dipimpin. Karena kami sadar, kepala sekolah itu sebenarnya adalah seorang guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah," katanya.

Melakui penilaian ini, Ustadz Eddi berharap akan ada perbaikan-perbaikan yang bisa didapatkan untuk sekolah agar jadi lebih baik lagi. "Secara kepribadian dan sosial jadi masukan bagi diri pribadi kami agar lebih baik lagi dalam memposisikan diri sebagai pemimpin di sekolah ini," ucapnya. 


Wartawan : Fegi AP
Editor : T E

Tag :SMO IT ICBS

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com