HOME KESEHATAN PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Kamis, 20 Februari 2020

Peringati World Cancer Day, RSMN Gelar Seminar Membahas Kanker Serviks, Payudara Dan Paru

Seminar tentang kanker di RSMN
Seminar tentang kanker di RSMN

Solok (Minangsatu) - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Dunia (World Cancer Day), Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir (RSMN) menggelar seminar dengan narasumber dr Sari Nikmawati.Sp.P (K) FISR, dr Santy Saberko, Sp.PA, dan dr Irsal Munandar, Sp.B, bertempat di Aula Gedung Pusako, Kamis (20/2).

Seminar yang diikuti para dokter, paramedis dan sejumlah undangan itu dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur (Wadir) SDM & Umum RSMN dr Elfahmi, Sp.THT.

Santy Saberko, dengan presentasi berjudul Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim mengatakan bahwa 95 persen penyebab Kanker Serviks itu adalah Human Papilloma Virus (HPV). Sedangkan faktor resiko yang berperan untuk berkembangnya HPV adalah melakukan hubungan seksual di bawah usia 20 tahun, berganti-ganti pasangan, kurangnya kebersihan kewanitaan, dan pasangan membawa HPV.

"Untuk mencegahnya, adalah menghindari faktor resiko, vaksinasi dan rutin mengikuti pemeriksaan atau skrining. Skrining hendaknya dilakukan setelah tiga tahun melakukan hubungan seksual. Dan hendaknya dilakukan setiap tiga tahun bagi wanita yang berumur 25 hingga 60 tahun," ujar Santy Saberko yang sehari-hari adalah Kepala Laboratorium Patologi Anatomik RSMN.

Sedangkan Irsal Munandar yang membahas tentang Kanker Payudara menyebutkan bahwa pertambahan usia, faktor genetik dan pengaruh hormon merupakan faktor resiko kanker yang membunuh lebih 18 orang tiap 100 ribu perempuan. 

"Kontrasepsi oral dan terapi sulih hormon meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Begitu pula perempuan yang mengalami menstruasi dan monopause terlambat meningkatkan faktor resiko. Tetapi ibu yang menyusui lebih setahun mengurangi faktor resiko," kata Irsal Munandar.

Adapun Sari Nikmawati menjelaskan tentang Lung Cancer Awareness, atau Kesadaran Terhadap Kanker Paru. "Merokok, terpapar gas radioaktif, khususnya radon, dan polusi merupakan faktor resiko terkena kanker paru. Untuk menghindarinya adalah melakukan upaya preventif dan mengendalikan faktor resiko," ujar Sari Nikmawati.


Wartawan : te
Editor : sc.astra

Tag :#rsmn #seminarkanker #worldcancerday

Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News

Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com