HOME PARIWISATA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
- Rabu, 19 Juli 2017
Pemkab Mentawai Tetap Tampilkan Atraksi Meracik Panah Beracun

Mentawai (Minangsatu) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) akan tetap menampilkan atraksi meracik panah beracun dalam ajang Festival Panah Tradisional Mentawai yang akan digelar pada 26 sampai 28 Juli di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mentawai yang juga Ketua Pelaksana kegiatan, Aban Barnabas Sikaraja di Tuapejat mengatakan seluruh rangkaian kegiatan pada ajang tersebut tidak ada perubahan dan sesuai dengan rencana.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat, dan semuanya tidak mempermasalahkan jika racikan panah beracun dari Mentawai ditampilkan pada ajang itu," katanya di Tuapejat, Selasa.
Ia menjelaskan, sebelumnya memang ada beberapa pihak yang mempersoalkan tentang atraksi membuat racikan panah beracun tersebut karena dinilai membuka rahasia racikan dan mengurangi nilai sakral racun tersebut.
Namun katanya, masyarakat sepakat hal itu tetap dipublikasikan dengan batasan-batasannya dan tetap menjaga kerahasian terhadap bahan-bahan tertentu dari ramuan racun tersebut.
"Tentunya atraksi tersebut tidak dirinci secara vulgar, tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta hal-hal tertentu yang dijaga kerahasiaannya supaya tidak digunakan dalam hal yang negatif," katanya.
Ia menambahkan, panah beracun yang digunakan masyarakat Mentawai dalam berburu merupakan salah satu keunggulan dan budaya lokal yang harus tetap terjaga, atraksi itu mempunyai nilai untuk menjaga dan melestarikan sekaligus menjadi keunggulan serta keunikan dari masyarakat Mentawai dalam berburu hewan.
"Konsep yang kami tawarkan dari wisata budaya di Mentawai ini adalah salah satunya, tidak cukup dengan hanya cerita, tentu ada atraksi nantinya untuk menunjukan racikan panah beracun tersebut," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, panah beracun yang digunakan masyarakat Mentawai, bertujuan untuk mempercepat kematian hewan buruannya, proses pembuatan racun tersebut sebenarnya juga membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan kadar racun yang kuat.
"Kami ingin nilai-nilai budaya ini tetap terjaga dan tidak terpengaruh modernisasi alat," katanya.
Tujuan kegiatan tersebut katanya, adalah salah satu bagian promosi budaya Mentawai, selain keindahan pesona alam "Bumi Sikerei".
"Ada juga peluang dari ajang ini untuk mencari atlet yang akan diturunkan pada pertandingan panah tradisional," katanya.
Ia juga meyakini, dari kegiatan tersebut akan meningkatkan perekonimian masyrakat dari kunjungan wisatawan dan pencinta wisata budaya dari luar Mentawai.(ant)
Editor :
Tag :#PemkabMentawai #FestivalPanahTradisionalMentawai
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
-
Pariwisata Mentawai Berbenah,TIC Hadir Mendata Pelancong
-
Basarnas Mentawai Pantau Keselamatan Kapal Di West Sumatra Yacht Rally 2022
-
Kapolres Jamin Keamanan Kapal Turis Yang Berlabuh Di Tuapejat
-
Menyelam Di Konservasi Bungo Rayo, Gubernur Mahyeldi Takjub Keindahan Alam Bawah Laut Mentawai
-
Gunakan Jet Ski, Wagub, Audy, Explore Potensi Wisata Kepulauan Mentawai
-
PERBEDAAN PERAN DAN FUNGSI PEREMPUAN DI MINANGKABAU DAN MENTAWAI SUMATRA BARAT
-
Musik Minang Populer Yang Viral Di Media Sosial
-
REFLEKSI MATRILINEAL DALAM CERPEN DI JEMPUT MAMAK
-
Mitos Hari Api Di Tandikek
-
MERANTAU DALAM KARYA HAMKA