HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL
- Senin, 24 Juli 2023
Materi Khutbah Hendaknya Juga Sentuh Solusi Duniawi, Ini Penjelasan MUI
Jakarta, Minangsatu - Khutbah jumat yang disampaikan para khatib dan dai hendaknya hendaknya tidak hanya menyangkut masalah kesyariatan belaka tetapi juga menyinggung ihwal solusi terhadap persoalan duniawi.
Di depan puluhan peserta sosialisasi panduan khutbah yang terdiri dari para dai dan khatib, Wasekjen MUI, KH Arif Fakhrudin menekankan pentingnya politik khutbah.
Artinya, penting materi khutbah menyinggung adanya pengentasan kemiskinan, penguatan agama, peningkatan pendidikan, dan literasi politik. “Materi khutbah jangan melulu perihal langitan atau mengurusi akhirat sehingga urusan dunia dan keumatan tertinggal."
"Materi khutbah harus menghadirkan kedamaian,” kata dia dalam Halaqoh dan Sosialisasi Buku Khutbah Jumat Islam Washatiyah bersama Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Washati) di Aula Masjid Agung, Jalan al-Jihad, Ciputat, Tangerang (23/7/2023).
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI, Ustadz Ahmad Haramain, mengatakan kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagia halaqoh dakwah Islam.
Dia mengatakan dibutuhkan kejelian dan ketangkasan dalam merespons aneka wacana dan konten keislaman yang tersebar di media sosial. Tidak cukup di situ, para dai dan khatib juga perlu memilah materi muatan dakwah dan khutbah yang moderat yang menghargai adanya keberagaman.
Hal tersebut juga menuntut adanya metode dan cara yang kreatif di ruang-ruang digital. “Masyarakat sekarang lebih fokus pada makanan halal atau tidak. Tetapi mengabaikan konten dakwah keislaman yang berkembang di masyarakat sekarang yang terindikasi radikal dan menyimpang,” kata dia.
Menurut Haramain, masyarakat dituntut cerdas pada saat melakukan interaksi dengan media sosial. Semua dari diri kita, kata dia, harus bisa memilih dan memilah aneka konten yang bertebaran, terlebih muatan materi konten yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
LPBKI sendiri, lanjutnya, terus mentashih konten-konten dakwah, baik cetak maupun elektronik. Harapannya, masyarakat bisa mengkases dengan mudah sumber dan keaslian konten yang tersebar di media sosial.
“(Dengan ini) keragaman yan ada bisa bersama dalam suatu negara. Dengan keberagaman itu (kita) tetap sepakat kepada kesatuan. Salah satu upayanya adalah buku khutbah Islam washatiyah,” terangnya. (*)
Editor : Siska Afriani
Tag :Khutbah, MUI, Islam,
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PWI PUSAT GELAR TAKZIAH DAN DOA BERSAMA, SEKJEN ZULMANSYAH SEKEDANG DIKENANG SOSOK TOTAL DAN BERDEDIKASI
-
SAH! LAMPUNG RESMI JADI TUAN RUMAH HPN DAN PORWANAS 2027
-
ANGKAT TEMA “ENERGI BERDAULAT UNTUK INDONESIA KUAT”, PLN JURNALIS AWARDS 2025 APRESIASI 18 KARYA TERBAIK
-
SENGAJA BUDI SYUKUR TOREH SEJARAH, TERIMA PWI AWARD PEDULI OLAHRAGA DI HPN
-
DITUTUP MENKO ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR, HPN 2026 BERAKHIR
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA