HOME SOSIAL BUDAYA NASIONAL
- Sabtu, 31 Agustus 2019
Karhutla Dominan Terjadi Sepanjang Agustus 2019
Jakarta (Minangsatu) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan kejadian bencana paling dominan sepanjang Agustus 2019. Insiden ini dipicu cuaca kering yang masih akan berlangsung hingga Oktober nanti.
Berdasarkan data Petugas Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Adi Ripaldi pada Jumat (30/8) di Graha BNPB, Jakarta, sebanyak 97% wilayah zona musim Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
" Kemungkinan musim hujan di Jawa bagian barat akan terjadi pada akhir Oktober, sedangkan wilayah lain pada November hingga Desember," terang Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya yang diterima Minangsatu.com, Jum'at (30/8) malam.
Dikatakan, kondisi musim kemarau masih terus diwaspadai terhadap potensi karhutla yang meluas khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Menurut Perwakilan LAPAN Indah Prasasti pada Jumat (30/8), indikator kemudahan kebakaran pada beberapa wilayah di Indonesia perlu mendapatkan perhatian. Indah menyampaikan provinsi yang masih perlu menjadi perhatian dalam Penangangan karhutla adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sementara itu, catatan BNPB pada awal hingga akhir Agustus 2019 telah terjadi 151 bencana yang berdampak pada korban meninggal 13 jiwa, luka-luka 7 dan mengungsi atau terdampak sejumlah 10.533. Sedangkan kerusakan, sebanyak 1.498 rumah mengalami kerusakan dengan kategori berbeda. Korban meninggal timbul dipicu oleh gempa bumi, sedangkan rumah rusak dominan oleh gempa bumi dan disusul puting beliung serta banjir.
Sebaran kejadian bencana tertinggi masih di Pulau Jawa, disusul Sumatera dan Kalimantan. BNPB memonitor tiga wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi dan berurutan yaitu Jawa Timur dengan 43 kejadian, Jawa Tengah 20, Jawa Barat 13. Sedangkan wilayah Sumatera, jumlah kejadian tertinggi di Provinsi Aceh dengan 18 kejadian. Kejadian bencana tertinggi pada wilayah Kalimantan yaitu di Kalimantan Selatan dengan 11 kejadian.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Agustus 2019 ini sebanyak 2.524 kejadian bencana terjadi di wilayah nusantara. Dari sederet kejadian, korban meninggal mencapai 402 jiwa dan hilang 27, sedangkan kerusakan rumah 37.906 unit. Kerusakan rumah tersebut dengan kategori berbeda, dengan rincian rusak berat 7.644 unit, rusak sedang 6.575, dan rusak ringan 23.687. Sedangkan jumlah warga yang menderita akibat bencana mencapai 3.464.347 jiwa.
Dilihat dari jenis bencana, puting beliung, banjir, dan tanah longsor, jumlah kejadian bencana pada 2019 lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu. " Puting beliung pada 2019 berjumlah 816 kejadian, sedangkan 2018 pada angka 793. Demikian juga kejadian banjir pada 2019 berjumlah 647, sedangkan tahun sebelumnya 582 dan longor 2019 pada 614 kejadian dan 2018 404 kejadian, "ungkapnya.
Editor : melatisan
Tag :#karhutla
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PWI PUSAT GELAR TAKZIAH DAN DOA BERSAMA, SEKJEN ZULMANSYAH SEKEDANG DIKENANG SOSOK TOTAL DAN BERDEDIKASI
-
SAH! LAMPUNG RESMI JADI TUAN RUMAH HPN DAN PORWANAS 2027
-
ANGKAT TEMA “ENERGI BERDAULAT UNTUK INDONESIA KUAT”, PLN JURNALIS AWARDS 2025 APRESIASI 18 KARYA TERBAIK
-
SENGAJA BUDI SYUKUR TOREH SEJARAH, TERIMA PWI AWARD PEDULI OLAHRAGA DI HPN
-
DITUTUP MENKO ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR, HPN 2026 BERAKHIR
-
MEMELIHARA HARAPAN, CATATAN HENDRY CH BANGUN
-
DARI SUNGAI BATANGHARI KE RANTAI LOGISTIK NASIONAL, PTP NONPETIKEMAS JAMBI MENJAGA ARUS DISTRIBUSI DAN MENGGERAKKAN EKONOMI
-
MERATAPI SEMEN PADANG FC, MERAYAKAN ANAK-ANAK MINANG DI PANGGUNG NASIONAL
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA