- Kamis, 5 November 2020
Jadikan Momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Perekat Persatuan Umat
Payakumbuh (Minangsatu) - Silang pendapat tentang boleh tidaknya peringatan maulid Nabi SAW kembali hangat dibicarakan di masyarakat. Sebahagian berpendapat, hal ini adalah bid'ah atau perkara mengada-ada yang tidak pernah dibuat oleh orang-orang terdahulu. Namun sebahagian masyarakat malah menjadikan peringatan Maulid Nabi SAW sebagai agenda tahunan yang ditunggu-tunggu. Biasanya diadakan wirid pengajian untuk mengupas perjalanan hidup Nabi SAW.
Ketua MUI Payakumbuh Selatan, Ustadz H Hannan Putra Lc MA berpesan, jangan sampai perbedaan pendapat tersebut merusak ukhuwah Islamiyah antar umat Islam.
"Intinya jangan saling menyalahkan. Mari kita belajar untuk menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengan kita. Bagi yang tidak memperingati maulid Nabi, silahkan. Namun jangan pula menyalahkan orang yang memperingatinya. Begitu juga sebaliknya," paparnya ketika berdiskusi bersama OPD dan unsur pimpinan di lingkungan Kantor Balai Kota Payakumbuh, Kamis (5/11) dalam rangka mengisi acara Peringatan Maulid Nabi SAW.
Sang Ustadz yang merupakan pimpinan Pesantren ICBS Payakumbuh tersebut juga mengatakan bahwa agenda besar umat Islam saat ini yakni bagaimana merajut persatuan umat. Jangan sampai isu-isu khilafiyah menjadi duri yang melukai satu sama lain sehingga memecah-belah umat Islam.
Beliau mengutip nasehat salah seorang ulama besar bergelar Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidha Ila Shiratul Mustaqim.
"Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara tahunan, hal ini sungguh dilakukan oleh sebagian orang. Mereka pun bisa mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah SAW." (Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim, 2/123-124).
"Lihat bagaimana indahnya toleransi yang diperlihatkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau dan murid-muridnya tidak memperingati maulid. Tetapi beliau menghormati orang-orang yang melakukannya. Mental itulah yang kita butuhkan saat ini," tambah beliau.
Ustadz Hannan juga menekankan, peringatan maulid Nabi SAW yang dilakukan di Indonesia hanyalah berupa tabligh akbar, pengajian, dan ceramah agama. "Tidak ada seremonial apapun, hanya berupa ceramah agama saja. Jadi berbesar hatilah, masa ceramah juga dilarang," pungkasnya.
Editor : sc.astra
Tag :#MaulidNabi #MUIPayakumbuh
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MASYARAKAT PAYAKUMBUH DIAJAK MEMPERBANYAK AMAL IBADAH DI BULAN MUHARRAMÂ
-
HEWAN KURBAN BANTUAN PRESIDEN PRABOWO DISEMBELIH DI PAYAKUMBUH
-
RIBUAN JAMAAH PADATI HALAMAN KANTOR WALI KOTA TUNAIKAN SHALAT IDUL ADHA
-
JEMAAH CALON HAJI KLOTER 13 DAN KLOTER 14 DARI PAYAKUMBUH BERANGKAT KE TANAH SUCI MAKKAH
-
175 JEMAAH CALON HAJI ASAL KOTA PAYAKUMBUH DILEPAS KE TANAH SUCI MAKKAH
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 SUSUN 23 PETA UNTUK MENDUKUNG PEMETAAN WILAYAH NAGARI BUNGO TANJUANG
-
MAHASISWA KKN UNP 2026 EDUKASI MASYARAKAT JORONG KAPUAH TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI GIZI SEIMBANG DAN PHBS
-
RME SUDAH DIGUNAKAN, TETAPI APAKAH SUDAH BENAR-BENAR BERMANFAAT?
-
PERAWATAN GIGI ANAK TANPA RASA TAKUT: MENGENAL KEDOKTERAN GIGI MINIMAL INVASIF
-
MAHASISWA KKN REGULER II UNAND DEMONSTRASIKAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI BERSAMA KWT KORONG KOTO PANJANG