HOME SOSIAL BUDAYA KOTA PADANG PANJANG
- Selasa, 31 Desember 2024
Forum Keluarga Aceh Pabasko Gelar Doa Dan Peringatan Dua Dekade Tsunami Aceh
Padang Panjang (Minangsatu) – Forum Keluarga Aceh Padang Panjang, Batipuh, X Koto (FKA Pabasko) menggelar acara Doa dan Peringatan Tsunami Aceh pada Senin (30/12/2024) di Gedung M Syafei. Acara ini digelar untuk mengenang tragedi tsunami Aceh yang terjadi dua dekade lalu, sekaligus memperkuat kebersamaan di antara anggota komunitas Aceh di perantauan.
Acara ini turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, A.P., M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi kepada FKA Pabasko atas inisiatif mereka. Dalam sambutannya, Sonny menekankan pentingnya refleksi dan kebersamaan dalam menghadapi bencana.
“Kami yakin kegiatan ini bukan untuk membuka kembali kesedihan dan luka lama, tetapi sebagai momen refleksi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan, ketangguhan, dan solidaritas dalam menghadapi bencana,” ujar Sonny.
Mengenang Dua Dekade Tragedi Tsunami Aceh
Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu tragedi alam terbesar dalam sejarah dunia. Gelombang tsunami tersebut menghancurkan sebagian besar pesisir barat Aceh, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh dan dunia internasional.
Sonny juga mengingatkan bahwa tragedi ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
“Bencana besar ini tidak hanya menjadi memori kelam bagi masyarakat Aceh, tetapi juga memberikan pelajaran bagi kita semua. Solidaritas global yang muncul dari tragedi ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam mengatasi dampak bencana besar,” lanjutnya.
Peran FKA Pabasko dalam Membangun Kebersamaan
Ketua FKA Pabasko, drh. Wahidin Beruh, menjelaskan bahwa forum ini baru dibentuk pada Juli 2024 dan telah beranggotakan 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa. Forum ini bertujuan untuk menjadi wadah silaturahmi bagi perantau Aceh yang tinggal di wilayah Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto.
“Kami berharap melalui forum ini, kami dapat terus mempererat kebersamaan dan berkontribusi dalam mendukung program Pemerintah Kota Padang Panjang sesuai dengan kemampuan kami,” ungkap Wahidin.
Pesan untuk Para Perantau
Sonny Budaya Putra juga berpesan kepada para perantau Aceh di wilayah Pabasko untuk ikut serta dalam pembangunan Kota Padang Panjang melalui berbagai profesi yang mereka geluti.
Acara Doa dan Peringatan Tsunami Aceh ini menjadi bukti nyata bagaimana tragedi dapat menjadi pengikat solidaritas dan kebersamaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat terus terjaga. (*)
Editor : Benk123
Tag :#padangpanjang
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
PEMKO PADANG PANJANG GELAR ZIARAH DAN TABUR BUNGA DI TMP KUSUMA SAKTI
-
BANK NAGARI PADANG PANJANG SALURKAN DANA KURBAN RP33 JUTA KEPADA BPIC
-
KETUA TP-PKK PADANG PANJANG MONITOR DAPUR MBG DEMI KEAMANAN PANGAN ANAK
-
PENGADILAN NEGERI TINGKATKAN MITIGASI BENCANA BERSAMA DAMKAR
-
WAWAKO ALLEX SAPUTRA LANTIK, PENGURUS BARU KARANG TARUNA
-
DARI PASAR KE TANAH SUCI: KISAH PAK DAS, BURUH ANGKUT BATUSANGKAR YANG MENJEMPUT KEMULIAAN DI KURSI BISNIS GARUDA
-
KOPI MINANG, PERMATA GASTRONOMI YANG LAYAK JADI WAJAH WONDERFUL INDONESIA
-
PERTUMBUHAN EKONOMI SUMBAR MENGUAT DI AWAL 2026
-
HARAPAN DAN REALITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA: ANTARA NARASI KEMAJUAN DAN KRISIS STRUKTURAL
-
KARTINI DI RANTAU: KETIKA SEMANGAT EMANSIPASI BERTEMU FALSAFAH BUNDO KANDUANG