HOME PEMBANGUNAN KABUPATEN SOLOK
- Jumat, 27 Januari 2017
DPMN Kab. Solok Terbitkan Lima Perbup
AROSUKA (Minangsatu) – Mensiasati kemungkinan terjadinya salah kaprah pengelolaan anggaran nagari yang bersumber dari APBD dan Dana Desa, Pemerintah Kabupaten ini menguncinya dengan menerbitkan sedikitnya lima Peraturan Bupati. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Medison menyebutkan, dua diantara Perbup dimaksud berupa pengaturan dan tiga berupa ketetapan. “ Ini dilakukan agar pengelolaan keuangan nagari yang begitu besar mampu mendukung kegiatan nagari parallel dengan program Kabupaten, “ kata Medison.
Kepada Minangsatu.com, Jumat (27/1), kepala DPMN Medison menyebutkan, ke lima Perbup yang menjadi pranata bagi pelaksanaan kepemerintahan nagari adalah Perbup nomor 25/2016 tentang pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada camat, Perbup Tentang pengelolan keuangan nagari, Perbup tentang penetapan dana alokasi dana nagari (ADN) yg berasal dari APBD, Perbup tentang Penetapan Penghasilan Tetap Wali Nagari, Perangkat Nagari dan Tunjangan BMN, kemudian Perbup tentang Standar Biaya Nagari Tahun 2017.
Menurut Medison, pelimpahan kewenangan bupati kepada camat, urgensinya lebih untuk mempercepat pelayanan dan sekaligus memberi kewenangan lebih kepada camat. Bila selama ini masalah APB nagari mendapatkan ferivikasi dari bupati, mulai tahun 2017 ini kewenangannya diserahkan kepada camat.
Dalam hal melakukan evaluasi APB Nagari dari bupati kepada camat, sekaligus dilakukan pelimpahan pengawasan, pengendalian monitoring terhadap pemerintahan nagari. Karena ini tugas teknis, ulas Kepala DPMN, maka dalam urusan evaluasi pengawasan dan pengendalian, peran camat tetap dibawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari. “ Karena alasan itu, kita di tingkat Kabupaten juga membentuk tim koordinasi. Karena lebih 30 item aturan yang menyangkut teknis,” ujar Medison.
Kemudian Perbup Tentang Pengelolan Keuangan Nagari, kalusulnya lebih memuat pedoman pengelolaan keuangan nagari secara umum. Mulai perencanaan, penggunaan dan kemudian pelaporan keuangan. Sedangkan alur pencairan dana nagari dari pemerintah pusat, disebutkan melalui APBD Kabupaten Solok, tetapi tidak akan menganggu nilai dan alokasinya untuk apa. “ Besarnya sudah ditentukan dari Jakarta, jadi tidak bisa diutak-atik, kecuali numpang lewat saja ke APBD Kabupaten,” ulasnya.
Dalam hal menentukan jumlah Dana Desa yang akan diterima oleh nagari, ditentukan oleh pemerintah pusat dengan mengacu kepada rumus jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah penduduk miskin. Dana Desa dari APBN ini hanya bisa dibelanjakan untuk kebutuhan pembangunan, seperti infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan ekonomi produktif dan mendirikan BUM Nagari. “ Peran camat dalam hal hanya kepada penggunaan anggaran, tidak boleh mencampuri pembagian internal nagari,” ujarnya.
Soal pengalokasikan anggaran nagari ini, lebih mengacu kepada hasil musyawarah nagari. Karena itu diperlukan Musrenbang untuk menentukan kegiatannya. “ Perencanaan nagari itu disusun melalui musrenbang, yang kemudian dimasukkan kepada Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) Tahunan Nagari. Sebelum adanya ini, camat harus melakukan evaluasi terhadap APB Nagari tersebut, “ jelasnya.
[Verizal Sarosa ]
Editor :
Tag :#Perbub
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR: PERCEPATAN REHABILITASI INFRASTRUKTUR JADI KUNCI KEBANGKITAN EKONOMI KABUPATEN SOLOK
-
PEMPROV SIAPKAN ANGGARAN 2 MILIAR UNTUK PEMBENAHAN SALURAN IRIGASI BANDA GADANG KABUPATEN SOLOK
-
BUPATI SOLOK TINJAU JALAN RIMBO DATA - KAPUJAN SEPANJANG 9 KILOMETER YANG DITINGKATKAN
-
GUBERNUR MAHYELDI TINJAU LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN DI KOTO BARU AIE DINGIN
-
GUBERNUR MAHYELDI PASTIKAN TAHUN INI JARINGAN IRIGASI DI NAGARI JAWI-JAWI SOLOK DIPERBAIKI
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN