- Selasa, 24 November 2020
Diterima Nono Sampono, Parlemen Korsel Kunjungi DPD RI
Jakarta (Minangsatu) - DPD RI menyambut baik hubungan yang makin erat antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan baik dalam bidang ekonomi maupun kesehatan selama Pandemi Covid 19.
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono menyatakan hubungan kerjasama antara Korea Selatan dengan Indonesia lebih baik terutama saat menghadapi pandemi Covid-19. ”Kedua negara bekerja sama dalam pengadaan alat-alat kesehatan sehingga dampak penyebaran pandemi Covid-19 dapat ditekan,” ujarnya saat menerima kunjungan Parlemen Korea Selatan di Ruang Delegasi, Komplek Parlemen Senayan, Selasa (24/11).
Lebih lanjut Nono menyampaikan dengan ditandatanganinya IK-CEPA (Indonesian-Korean Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership), maka kerja sama intensif kedua negara bisa terus ditingkatkan.
“Kami juga ingin terus bekerja sama dalam bidang sosial dan pendidikan. Untuk bidang pariwisata Indonesia juga sudah mulai dibuka dan kami berharap wisatawan Korea Selatan bisa datang ke Indonesia,” terang Nono.
Nono yang juga Senator asal Provinsi Maluku juga memberi perhatian khusus pada bidang pertahanan dan keamanan. “Indonesia masih membeli alutsista (alat utama sistem pertahanan) dari Korea Selatan untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Ke depan juga penting untuk peningkatan kerjasama coastguard Korea Selatan dan Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Parlemen DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman menyambut baik kunjungan delegasi Korea Selatan ke DPD RI. “Kami sangat berterima kasih dan ingin segera membalas kunjungan ini dengan berangkat ke Korea secepatnya untuk membawa nota kesepakatan tertulis kerjasama antara DPD RI dengan Parlemen Korea Selatan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kim Sanghee, Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan atau Deputy Speaker of the National Assembly Republic of Korea menyatakan memilih Indonesia sebagai negara kunjungan pertama setelah dilantik. Kim menjelaskan Korea Selatan dan Indonesia memiliki kemitraan strategis khusus pada 2017.
“IK-CEPA sudah ada hasilnya dengan memperluas Free Trade Agreement (FTA) antara Korea dan Indonesia. Sejak 2017 semakin banyak perusahaan yang ingin membangun pabrik di Indonesia, tetapi kami mohon dukungan kebijakan terutama pengurangan PPN (Pajak Pengurangan Nilai) untuk barang mewah bagi pabrik yang kendaraan listrik, dan kerjasama kerjasama pengadaan pesawat tempur yang sedang mandeg agar bisa diteruskan kembali,” harapnya.
Anggota Parlemen Korea Selatan, Nam Insoon berharap kerjasama di bidang kesehatan akan dipererat. “Untuk riset mengenai vaksin dan pengembangan obat-obatan alat kesehatan dapat terus dilakukan ke depan,” pungkasnya.
Editor : sc.astra
Tag :#DPDRI #ParlemenKorsel
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
GUBERNUR MAHYELDI; PERLUASAN AKSES KEUANGAN MEMBUKA PELUANG BAGI UMKM, PETANI, NELAYAN, DAN KELOMPOK MASYARAKAT LAINNYA
-
UUS BANK NAGARI BORONG DUA PENGHARGAAN BERGENGSI DI INFOBANK SHARIA AWARDS 2026
-
PLTS 100 GWP DILUNCURKAN, PLN SIAP DUKUNG AKSELERASI PENGEMBANGAN EBT MENUJU SWASEMBADA ENERGI
-
SINERGI DAN REGENERASI NASIONALISME WARNAI UPACARA HUT KE-81 RI DI TAPIN
-
ANDRE ROSIADE SEBUT 2 KEBIJAKAN INI BERDAMPAK PADA PENGUATAN NILAI RUPIAH
-
SEMEN PADANG FC DAN BAN KAPTEN: KETIKA PENGALAMAN SAJA TAK CUKUP, KABAU SIRAH BUTUH JIWA YANG MENGIKAT
-
MEMBACA DATA DENGAN BENAR, LANGKAH AWAL MELINDUNGI STATUS GIZI ANAK
-
BAJANJANG NAIAK, BATANGGO TURUN: PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT DI MINANGKABAU
-
WAYANG SAWAHLUNTO MENGANGKAT KISAH TAMBANG OMBILIN DENGAN BAHASA TANGSI
-
ALU KATENTONG PADANG LAWEH, KESENIAN PEREMPUAN MINANGKABAU YANG LAHIR DARI AKTIVITAS MENUMBUK PADI