- Jumat, 27 Februari 2026
Dari “Lorong Waktu” Ke Indarung: Megahnya Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Yang Menghidupkan Syiar Islam
Dari “Lorong Waktu” ke Indarung: Megahnya Masjid Jabal Rahmah Semen Padang yang Menghidupkan Syiar Islam
Padang (Minangsatu) - Bagi generasi 90-an, Masjid Siti Rawani di Jatiasih—yang menjadi latar utama sinetron Lorong Waktu—bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan ruang kenangan spiritual. Namun, jika Anda berkunjung ke Indarung, Padang, ada masjid yang menghadirkan aura serupa—bahkan dalam skala yang lebih megah. Itulah Masjid Jabal Rahmah Semen Padang, masjid besar dan indah yang menjadi ikon syiar Islam di jantung kawasan industri.
Kubahnya berdiri anggun, garis bangunannya tegas namun teduh, dan ruang dalamnya menghadirkan kesan lapang yang khusyuk. Sekilas, ia seperti membawa memori kolektif publik pada sinetron religi legendaris itu. Namun masjid ini bukan sekadar nostalgia visual. Ia adalah simbol komitmen panjang PT Semen Padang dalam menegakkan syiar Islam di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar.
Masjid Jabal Rahmah berkapasitas 1.000 jamaah itu dibangun pada awal 1990-an, ketika kebutuhan akan fasilitas ibadah yang lebih representatif semakin mendesak. Saat itu, Masjid Raya Al-Ittihad di Simpang Indarung tak lagi mampu menampung lonjakan jamaah, seiring bertambahnya jumlah karyawan dan berkembangnya kawasan sekitar pabrik.
Mantan Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Chairinal Chaidir, mengungkapkan bahwa masjid itu dibangun saat perusahaan dipimpin oleh Drs. Abu Bakar sebagai Direktur Utama. Pembangunan masjid dilatarbelakangi kebutuhan akan fasilitas ibadah yang lebih representatif, menyusul meningkatnya jumlah karyawan dan masyarakat di sekitar perusahaan.
“Sebelumnya, Masjid Raya Al-Ittihad di Simpang Indarung menjadi pusat kegiatan ibadah bagi karyawan PT Semen Padang. Namun karena kapasitasnya tidak lagi mencukupi untuk menampung lonjakan jamaah, perusahaan membangun masjid baru yang berlokasi di dekat SPBU Indarung dan diberi nama Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang,” katanya.
Jabal Rahmah bermakna “Bukit Kasih” dalam bahasa Arab. Menurut tradisi Islam, bukit ini dianggap sebagai tempat di mana Nabi Adam dan Hawa bersatu setelah diusir dari surga. Bukit ini terletak di sebelah timur Padang Arafah dan memiliki tinggi sekitar 70 meter.
Nama Jabal Rahmah juga merujuk pada batu sebagai bahan utama semen yang dimaknai sebagai rahmat bagi umat manusia. Masjid ini mengusung konsep modern pada masanya, dengan fasilitas parkir yang luas, akses khusus bagi karyawan dari kawasan perusahaan, serta akses terbuka bagi masyarakat umum.
Dari sisi arsitektur, masjid ini memadukan nilai-nilai Islam dengan filosofi adat Minangkabau. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah yang berlandaskan lima Rukun Islam, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pembinaan keagamaan bagi karyawan maupun warga sekitar perusahaan.
Menurut Chairinal Chaidir, desain bangunan mencerminkan filosofi mendalam. Empat sudut menonjol pada struktur masjid melambangkan empat bacaan utama dalam Islam, yakni Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Filosofi ini sejalan dengan konsep “asal diri nan ampek” yang terdiri dari roh, jiwa, akal, dan jasad.
Nilai tersebut juga diperkaya dengan prinsip “kato nan ampek” dalam budaya Minangkabau, yakni pedoman etika komunikasi berdasarkan posisi lawan bicara: kato mandaki (kepada yang lebih tua atau dihormati), kato mandata (kepada sebaya), kato manurun (kepada yang lebih muda), dan kato malereang (kepada besan atau ipar).
“Prinsip ini menegaskan pentingnya harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, lima kubah yang berdiri di atas masjid menjadi simbol lima Rukun Islam: mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan salat lima waktu, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu,” ujarnya.
Dengan perpaduan arsitektur, filosofi Islam, dan nilai adat Minangkabau, Masjid Raya Jabal Rahmah tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ikon religius dan kultural di lingkungan PT Semen Padang—sekaligus menghadirkan kembali kenangan manis akan “Lorong Waktu” bagi para penggemarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Muhammad Thariq, menyampaikan bahwa selama Ramadan, Masjid Jabal Rahmah rutin menggelar kajian Subuh, Zuhur, dan Tarawih; kajian malam dengan menghadirkan berbagai ustaz di Kota Padang; i’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadan; serta kelas tahfiz ba’da Asar selama Ramadan.
“Kemudian juga ada kegiatan Pesantren Ramadan. Bahkan pada tahun lalu, Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang meraih Juara I Pelaksanaan Pesantren Ramadan Terbaik Tingkat Kota Padang. Kami berharap tahun ini bisa kembali meraih penghargaan serupa,” kata Muhammad Thariq.
Di luar bulan suci Ramadan, katanya, Masjid Jabal Rahmah juga rutin menggelar kajian ba’da Zuhur setiap Senin dan Rabu, kajian Jumat ba’da Magrib, serta kajian muslimah pada Senin pagi. Selain itu, masjid juga menggelar kajian pada hari Sabtu setelah salat Subuh.
"Di samping itu, ada kegiatan TPQ untuk siswa SD serta Darul Qur’an khusus kelas tahfiz. Kelas tahfiz ini kami buka untuk umum. Bahkan, sudah banyak murid tahfiz kami yang sudah hafal Al-Qur’an delapan juz,” pungkas Muhammad Thariq.
Masjid Jabal Rahmah bukan sekadar bangunan ibadah. Ia adalah representasi wajah spiritual perusahaan. Di sana, nilai-nilai Islam dirawat, kebersamaan dipupuk, dan harmoni sosial dijaga. Seperti “Lorong Waktu” yang mengajarkan makna iman melalui kisah sederhana, masjid ini pun menghadirkan pesan yang sama—bahwa di tengah deru mesin dan kerasnya batu kapur, syiar Islam tetap ditegakkan dengan tenang dan penuh rahmah. (*)
Editor : melatisan
Tag :Megahnya, Masjid Jabal Rahmah, Semen Padang
Baca Juga Informasi Terbaru MinangSatu di Google News
Ingin Mendapatkan Update Berita Terkini, Ayu Bergabung di Channel Minangsatu.com
-
MAHYELDI: RAMADAN MOMENTUM PERKUAT KETAKWAAN DAN SOLIDARITAS SOSIAL
-
GUBERNUR MAHYELDI LAKSANAKAN TARAWIH PERDANA RAMADAN 1447 H DI MASJID MUHAJIRIN, WISMA INDAH 3, KOTA PADANG
-
MANTAN KETUA PP RRI PADANG H. "ALEX" LINCOLN MENINGGAL DUNIA, HERANOF: KITA KEHILANGAN SOSOK PANUTAN
-
USTADZ ZEN HOKI UNGKAP RAHASIA LIPAT GANDA PAHALA DI BULAN RAJAB, SIAPKAN DIRI MENUJU RAMADAN
-
WAKIL WALIKOTA PADANG H. MAIGUS NASIR TAUSIAH SUBUH MUBARAKAH DI MASJID AMAL MUSLIMIN WISMA INDAH PARUPUK TABING
-
RUMAH GADANG MAU DIPUGAR, BANYAK YANG AMBRUK
-
SURAT KEPADA NAHKODA SUMBAR, YANG BAHTERANYA KOYAK DI HANTAM GALODO
-
DUA JALAN KEBIJAKAN KOPI: INDONESIA DAN ETHIOPIA DI PERSIMPANGAN STRATEGI
-
ROSITA MEDINA, BUNDO KANDUANG DI RANTAU PUNYA TANGGUNGJAWAB MORAL
-
MAKNA KETIDAKHADIRAN PRESIDEN DI HPN 2026 BANTEN