HOME OPINI OPINI

  • Minggu, 16 Desember 2018
Mestinya, Berkah Setiap Perayaan HUT Daerah
Taufik Effendi

Ada dua daerah di Sumatera Barat yang merayakan ulang tahun mereka di bulan Desember ini. Yakni Kota Payakumbuh dan Kota Solok. Kedua-duanya sama-sama merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48. 
Seperti diberitakan, kedua kota ini tengah sibuk menggelar berbagai kegiatan untuk merayakan hari jadi mereka. Beragam acara dihelat. Mulai dari yang berbau budaya, hingga olahraga. Tidak ketinggalan kegiatan-kegiatan kekinian, seperti Payakumbuh Run yang menyasar para milenial untuk ikut serta. 
Tentu saja ada biayanya. Sedikit, ataupun banyak, itu relatif saja. Yang pasti, tentu puro-puro daerah yang membayar. 
Tak apa-apa. Kita setuju saja. Ada biaya untuk peringatan hari jadi, tak soal. 
Tetapi, sepanjang yang diberitakan itu, adakah berkah yang diperoleh warga kota tatkala ulang tahun dirayakan? Adakah dampak positif bagi masyarakat? Ataukah perayaan tersebut hanya jadi penanda hegemoni sebuah kekuasaan belaka?
Kita tak hendak memvonis. Tajuk ini hanya mencoba mengajak untuk berpikir, dan selanjutnya bertanya; adakah substansi peringatan yang diadakan selama ini? 
Baiklah, ini kan dalam rangka memperingati. Supaya semua orang menjadi ingat. Walaupun yang terjadi, begitu acara selesai, banyak pula yang lupa akan tanggal lahir kota mereka. 
Tidak masalah dengan seabreg agenda peringatan itu. Jika lebih banyak agenda yang membawa berkah untuk warga kota, barangkali perayaan itu akan jadi milik semua. Tidak hanya milik panitia dan segelintir orang saja!
Misalnya dengan memfasilitasi setiap sudut kota berkegiatan. Atau memfokuskan kegiatan untuk menegaskan branding kota. Sehingga biaya yang dikeluarkan berdampak pada semakin tersohornya eksistensi kota bersangkutan sesuai core yang dipilihnya. 
Nah, akan halnya Payakumbuh yang belakangan serius menggarap ekonomi kreatif, tetapi dalam perayaan milad Kota Biru ini belum kental terlihat upaya guna menegaskan dan mengukuhkan eksistensi kota. 
Demikian pula Solok. Sebagai kota yang mereka juluki Serambi Madinah, semestinya di perayaan hari jadi ini, imej religi itulah yang kian ditancapkan, pada setiap agenda yang dihelat. 
Akhirnya, maaf, tajuk ini hanya mencoba melihat dari perspektif lain. Sama sekali tidak dalam rangka mengurangi penghormatan kita pada Pak Wako Reza Falepi dan Wako Zul Elfian. 
Selamat milad, Solok.
Selamat ulang tahun Payakumbuh.


Tag :teTAJUK