Sala Lauak: Cita Rasa Gurih dari Pesisir Minangkabau yang Melegenda - Part 2
Oleh : Andika Putra WardanaAda dua jenis sala lauak yang dikenal luas.
Yang pertama adalah sala lauak lunak, biasanya dibuat dari ikan stuhuak yang dagingnya lembut.
Yang kedua adalah sala lauak keras, dengan bahan dasar ikan teri yang memberi tekstur lebih padat dan rasa yang lebih asin gurih.
Di beberapa tempat, sala lauak juga dibuat dari udang rebon atau ikan asin, tergantung dari hasil tangkapan laut yang tersedia.
Keunikan sala lauak bukan cuma pada rasa dan bahan-bahannya, tapi juga pada perannya dalam budaya kuliner Minangkabau.
Kudapan ini tidak hanya muncul di meja makan saat sarapan, tapi juga dalam berbagai acara adat, pertemuan keluarga, bahkan suguhan tamu.
Ia adalah simbol dari kesederhanaan yang kaya rasa, dari tanah Minang yang selalu tahu cara meramu hasil alam menjadi sajian menggoda.
Meski banyak makanan modern bermunculan, sala lauak tetap bertahan.
Ia tak pernah benar-benar hilang, justru makin digemari dan dicari, apalagi oleh para perantau yang ingin mengobati rindu kampung halaman.
Bahkan sekarang, banyak penjual sala lauak yang mencoba berinovasi, ada yang membuat versi beku siap goreng, ada juga yang menjualnya secara online untuk menjangkau pelanggan di luar Sumatra Barat.