Sala Lauak: Cita Rasa Gurih dari Pesisir Minangkabau yang Melegenda - Part 1

Oleh : Andika Putra Wardana

Kalau kamu pernah berkunjung ke Pariaman di pesisir Sumatera Barat, pasti tidak asing dengan aroma khas dari gorengan bulat berwarna cokelat keemasan yang dijajakan di pinggir jalan, di gerobak, atau bahkan menjadi pelengkap wajib lontong sayur dan soto. 

Itulah Sala Lauak, gorengan legendaris khas Minangkabau yang sudah mengisi lidah masyarakat dari generasi ke generasi.

Nama “sala lauak” sendiri punya makna yang sederhana namun kuat. 
Dalam bahasa Minang, “sala” berarti gorengan, dan “lauak” berarti ikan. 
Maka, sala lauak bisa dimaknai sebagai “gorengan ikan”. 

Makanan ini berasal dari tradisi kuliner masyarakat pesisir, terutama Pariaman, yang kaya hasil laut. 

Tak heran jika bahan utamanya adalah ikan, baik itu ikan stuhuak, ikan teri, ikan asin, bahkan udang halus.

Renyah di luar, dan lembut di dalam. 

Tapi begitu kamu gigit, rasa sala lauak benar-benar berbeda. 

Perpaduan gurihnya ikan, tajamnya bawang dan cabai, serta aroma rempah seperti kunyit dan jahe, menjadikan sala lauak sebagai salah satu gorengan khas Nusantara yang punya identitas kuat.