Randai: Gerak, Cerita, dan Filosofi dari Nagari - Part 2

Oleh : Andika Putra Wardana

Menurut Rustiyanti dan Indra Yuda, budayawan minangkabau, randai adalah “permainan anak nagari Minangkabau yang membentuk lingkaran, melangkah perlahan, sambil menyampaikan cerita lewat nyanyian secara bergantian.”


Artinya, dalam randai, semua elemen cerita, nyanyian, dan gerak menyatu dan tidak bisa dipisahkan.


Nama randai sendiri konon berasal dari kata berandai-andai, sebuah cara orang Minang dulu menyampaikan kabar dan nasihat lewat pantun, dendang, atau kaba.


Dari tradisi komunikasi inilah kemudian lahir kolaborasi antara sastra, musik, dan tari yang menjadi ciri khas randai.


Menariknya, randai kini tidak hanya berkembang di sasaran atau sanggar seni tradisi.


Ia juga sudah masuk ke sekolah dan perguruan tinggi, baik di Sumatera Barat maupun luar daerah.


Namun, proses pembelajaran randai tidak selalu mudah. Ada banyak kendala, seperti jarak, biaya, atau keterbatasan guru randai.


Oleh karena itu, dibutuhkan panduan tertulis dan pelatihan sistematis agar gerak randai bisa dipelajari lebih luas.


Dalam proses pengolahan gerak randai, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, ruang gerak (apakah sempit atau lapang), tempo gerak (cepat atau lambat), motif gerak (variasi bentuk), arah hadap, dan dinamika tenaga kuat atau lembut.


Semua elemen ini menentukan rasa dan makna dari setiap gerakan.


Tentu, semua ini tidak akan berarti jika kita melupakan pondasi dasarnya, pencak silat Minangkabau.


Dari sinilah seluruh gerak randai bersumber.


Maka pelestarian silat bukan hanya soal bela diri, tapi juga menjaga hidupnya seni pertunjukan, termasuk randai dan tari tradisi lainnya.


Dunsanak Minangsatu,

Randai adalah warisan.


Ia lahir dari kebiasaan, tumbuh dalam pergaulan anak nagari, dan berkembang menjadi panggung budaya Minangkabau.


Dari gerak menjadi seni, dari permainan menjadi identitas.


Dan tugas kita adalah menjaganya agar tidak hilang dimakan zaman.


Itulah randai, seni gerak dan cerita dari nagari. Dari Minangkabau, untuk dunia.