Palasik: Teror Mistis yang Membayangi Bayi dan Ibu Hamil di Ranah Minang - Part 3
Oleh : Andika Putra WardanaOrang-orang yang dituduh menguasai ilmu Palasik biasanya memiliki ciri-ciri yang sama, menyendiri, tak banyak bicara, dan punya tatapan mata tajam yang seolah bisa menembus jiwa.
Mereka juga diyakini melakukan ritual aneh di waktu-waktu tertentu, terkadang sendirian, terkadang di tempat sunyi yang jauh dari pemukiman.
Di masyarakat, rasa takut terhadap Palasik membentuk perilaku pencegahan yang turun-temurun.
Pintu dan jendela rumah harus ditutup rapat saat malam tiba. Bawang merah dan cabai dibakar sebagai penolak bala.
Ayat-ayat suci dibacakan sebagai tameng, dan jimat-jimat pusaka digantungkan di atas tempat tidur bayi.
Semua itu bukan sekadar simbol, tapi bagian dari sistem pertahanan spiritual yang tumbuh dari rasa percaya kolektif.
Namun di balik sisi menakutkan itu, cerita Palasik menyimpan pesan tersembunyi.
Dulu, kisah ini dijadikan alat didik, agar ibu hamil lebih hati-hati menjaga kandungannya, agar anak-anak tak sembarangan bicara, dan agar masyarakat menghargai batas-batas adat dan spiritualitas.