Legenda Danau Ateh dan Danau Bawah: Darah Naga di Tanah Minangkabau Part - 3
Oleh : Andika Putra WardanaWaktu berlalu, dan darah yang tumpah itu tak pernah mengering.
Lama-lama berubah menjadi genangan besar, lalu membentuk danau yang dalam.
Darah dari kepala naga menjadi Danau Ateh, dan darah dari ekornya menjadi Danau Bawah.
Maka sejak itulah masyarakat menyebut dua danau itu sebagai Danau Kembar.
Letaknya berdekatan, tapi punya karakter berbeda, sama seperti kepala dan ekor seekor naga.
Masyarakat Minangkabau tidak menganggap cerita ini sebagai fantasi belaka.
Mereka meyakini, dalam setiap cerita tua tersimpan kearifan dan pesan.
Sosok Inyik Gadang Bahan dipercaya mewakili keberanian manusia dalam menghadapi kekuatan alam yang liar dan tak terduga.
Dan sang naga, ia bukan hanya makhluk mitos.
Ia melambangkan kekuatan alam yang harus dihormati, bukan ditaklukkan dengan keserakahan.
Hari ini, kita mungkin hanya melihat Danau Ateh dan Danau Bawah sebagai destinasi wisata.
Tapi bagi masyarakat setempat, danau itu bukan sekadar objek foto.
Ia adalah saksi bisu dari peristiwa gaib, simbol dari keberanian dan keseimbangan antara manusia dan alam. Mungkin benar, dan mungkin tidak.
Tapi seperti banyak legenda lain di Minangkabau, kepercayaan bukanlah soal bukti, melainkan soal ingatan.
Selama masih ada yang menceritakan kisah ini, selama itu pula legenda Danau Kembar akan tetap hidup.